Kabar mengejutkan dari dunia perfilman Tanah Air baru saja diungkap oleh sutradara kenamaan, Hanung Bramantyo.
Suami dari Zaskia Adya Mecca ini mengaku sempat menyusun proyek sinematik skala besar untuk menggarap remake film sejarah legendaris G30S/PKI.
Langkah ambisius tersebut awalnya dipicu oleh wacana Presiden Joko Widodo yang menginginkan adanya versi baru film sejarah agar lebih relevan dan dapat dinikmati oleh generasi milenial.
Hanung menyebut bahwa dirinya sangat antusias menyambut tantangan besar dari sang kepala negara pada periode pertama kepemimpinannya tersebut.
Tanpa mengulur waktu, ia langsung bergerak cepat mengumpulkan tim riset serta menggalang dukungan finansial demi mewujudkan film sejarah yang lebih modern.
Namun sayang, proyek impian yang sudah disiapkan secara matang tersebut harus layu sebelum berkembang.
Persiapan Matang yang Mendadak Batal Akibat Situasi Belum Kondusif
Persiapan produksi remake film G30S/PKI saat itu diklaim telah mencapai tahap yang sangat siap dan matang. Hanung mengungkapkan bahwa ia sama sekali tidak menemui kesulitan dalam menggaet investor maupun produser papan atas.
Besarnya potensi dan nilai sejarah dari proyek ini membuat banyak pihak berbondong-bondong memberikan dukungan penuh terhadap proses kreatif yang sedang disusun.
Namun, kegembiraan sutradara kawakan ini mendadak berubah menjadi kekecewaan berat hanya dalam waktu satu bulan usai persiapan dimulai.
Proyek besar tersebut secara tiba-tiba dihentikan oleh pihak terkait dengan alasan situasi politik dan sosial yang dinilai belum kondusif untuk mengangkat isu sensitif G30S/PKI secara terbuka.
Walau sempat mempertanyakan keputusan tersebut, Hanung terpaksa harus mengelus dada dan membatalkan rencana syuting.
Alih Solusi Kreatif di Masa Pandemi Hingga Lahirnya Film Lobang Buaya
Rasa kecewa akibat batalnya penggarapan film sejarah tersebut sempat menjadi beban pikiran bagi Hanung dalam jangka waktu yang cukup lama.
Titik terang akhirnya muncul saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia.
Suasana tegang, teror kematian yang tak kasatmata, hingga deru sirine ambulans saban hari mengingatkan Hanung pada nuansa mencekam dari riset sejarah G30S/PKI yang pernah ia lakukan.
Daripada terus tenggelam dalam kekecewaan, Hanung memilih merombak draf riset sejarah murni tersebut menjadi ide cerita fiksi bergenre horor.
Draf bertajuk The Hole atau Bolong itu pada akhirnya bertransformasi menjadi naskah film horor terbaru berjudul Lobang Buaya. Langkah ini menjadi katarsis kreatif bagi Hanung untuk menyalurkan gagasan sinematiknya yang sempat tertunda.
Fokus Konflik Sosial 1964 dan Jadwal Tayang Bioskop Oktober 2026
Diproduksi di bawah naungan Adhya Pictures, film Lobang Buaya mengusung pendekatan cerita yang berbeda dibanding film sejarah konvensional.
Film ini memilih menggeser fokus utama dari peristiwa penculikan para jenderal menuju ketegangan sosial yang mencekam di tengah masyarakat sebuah desa pada tahun 1964.
Pilihan sudut pandang ini diyakini bakal menyuguhkan teror psikologis yang sangat dekat dengan penonton.
Para pencinta sinema horor Tanah Air dipastikan tidak perlu menunggu waktu lama untuk menikmati karya terbaru ini. Film Lobang Buaya secara resmi dijadwalkan bakal meneror layar kaca bioskop seluruh Indonesia mulai 1 Oktober 2026 mendatang.
Penayangan ini sekaligus menjadi ajang pembuktian kepiawaian Hanung dalam mengolah riset sejarah menjadi sajian horor yang berkualitas.
Statement:
Hanung Bramantyo, Sutradara Film
“Beliau (Presiden Jokowi) pernah bilang di tanggal 30 September itu pengen ada remake film G30S/PKI yang bisa dinikmati milenial. Kita sebagai sutradara langsung excited. Sudah ada penyandang dananya, niat banget riset. Tapi sebulan kemudian dibilang gak boleh karena situasinya belum memungkinkan. Daripada saya gila, lebih baik saya lupakan proyek sejarah murni itu dan merombaknya menjadi sinopsis ‘The Hole’ yang akhirnya menjadi film ‘Lobang Buaya’ ini.”
3 Poin Penting:
-
Rencana Remake Film G30S/PKI Batal: Hanung Bramantyo sempat menyusun proyek remake film G30S/PKI atas wacana Presiden Jokowi untuk milenial, namun dibatalkan dalam waktu satu bulan karena situasi dianggap belum kondusif.
-
Transformasi Menjadi Film Horor: Kecewa proyek sejarahnya terhenti, Hanung merombak hasil riset sensitif tersebut menjadi ide cerita film horor berjudul Lobang Buaya saat pandemi Covid-19.
-
Fokus Cerita dan Jadwal Tayang: Diproduksi Adhya Pictures, film Lobang Buaya menyoroti ketegangan sosial masyarakat desa tahun 1964 dan dijadwalkan tayang di bioskop mulai 1 Oktober 2026.





