Search
Search
Search

Misteri Pegunungan Raksasa Tersembunyi di Perut Bumi, Tingginya Libas Gunung Everest

Jumat, 4 September 2026

Ilustrasi pegunungan raksasa (BBC Science Focus)

Bumi yang kita pijaki ternyata masih menyimpan rahasia super megah yang bikin para ilmuwan terkagum-kagum.

Sebuah penelitian seismologi terbaru berhasil memetakan keberadaan struktur pegunungan raksasa yang tersembunyi jauh di dalam perut Bumi.

Tidak main-main, ukuran dan ketinggian struktur magmatis ini melampaui puncak Gunung Everest, bahkan membentang hingga ribuan kilometer di kedalaman mantel planet kita.

Dua struktur raksasa yang ditemukan para peneliti ini masing-masing diberi nama Tuzo dan Jason.

Terletak sekitar 2.000 kilometer di bawah permukaan Bumi—tepatnya di bawah benua Afrika dan Samudra Pasifik—struktur yang di bawah Pasifik saja membentang sepanjang 3.000 kilometer atau hampir setara dengan lebar Bulan.

Jika digabungkan, total volume dari kedua pegunungan bawah bumi ini menyumbang hingga 6 persen dari keseluruhan massa planet Bumi.

Penjelasan Ilmiah di Balik Fenomena Large Low-Velocity Provinces

Dalam dunia geofisika dan geologi, struktur pegunungan unik ini dikenal secara resmi dengan istilah Large Low-Velocity Provinces (LLVP).

Nama ini diberikan karena wilayah tersebut memiliki karakteristik khusus yang mampu memperlambat laju gelombang seismik saat gempa bumi terjadi.

Fenomena ini menarik perhatian tim ilmuwan internasional untuk meneliti lebih dalam mengenai komposisi dan sifat material pembentuk mantel bawah tersebut.

Riset yang dipimpin oleh seismolog Arwen Deuss dari Universitas Utrecht, Belanda, berfokus pada cara gelombang seismik kehilangan energi atau mengalami peredaman (attenuation) ketika melintasi area LLVP.

Hasil analisis menunjukkan bahwa gelombang seismik ternyata hanya kehilangan sedikit energi di area pegunungan internal ini. Kejadian tersebut mengindikasikan bahwa struktur ini tersusun dari butiran mineral berukuran sangat kecil dan terikat rapat.

Debat Asal-Usul Pegunungan Bawah Bumi: Planet Asing atau Kerak Samudra?

Awalnya, kemunculan struktur misterius Tuzo dan Jason sempat memicu teori konspirasi ilmiah yang menyebut keduanya sebagai sisa-sisa puing planet asing (Theia) yang menabrak Bumi pada awal pembentukan sistem tata surya—tabrakan dahsyat yang juga dipercaya membentuk Bulan.

Namun, teori asal-usul purba ini berhasil dibantah oleh studi komparatif terbaru yang membawa bukti ilmiah yang jauh lebih masuk akal.

Penelitian lanjutan yang dipimpin oleh James Panto dari Universitas Cardiff mengungkapkan fakta bahwa kedua struktur tersebut memiliki komposisi kimia yang berbeda satu sama lain dan terbentuk pada periode waktu geologis yang jauh lebih baru.

Penemuan ini mematahkan spekulasi tabrakan planet asing dan mengarah pada proses tektonik lempeng Bumi yang aktif.\

Implikasi Penemuan Struktur Bumi bagi Ilmu Pengetahuan Masa Depan

Hasil penemuan ini membuka cakrawala baru bagi para geolog dalam memahami dinamika konveksi mantel dan siklus lempeng tektonik Bumi.

Material dari dasar samudra yang tenggelam akibat proses subduksi jutaan tahun lalu ternyata menumpuk di dekat batas mantel-inti Bumi, membentuk bentang alam raksasa yang selama ini tak kasat mata.

Dengan teknologi pencitraan seismik yang semakin canggih, misteri di balik interior planet kita sedikit demi sedikit mulai terkuak.

Penemuan pegunungan raksasa di perut Bumi ini menjadi bukti nyata bahwa sains terus berkembang dan planet tempat kita tinggal masih menyimpan jutaan kejutan yang menanti untuk dieksplorasi.

Statement:

James Panto, Universitas Cardiff

“Kami menemukan LLVP Pasifik kaya akan material kerak samudra yang mengalami subduksi. Artinya sejarah subduksi Bumi di masa yang relatif baru menjadi penyebab adanya perbedaan tersebut.”

3 Poin Penting:

  • Penemuan struktur pegunungan raksasa internal: Struktur raksasa bernama Tuzo dan Jason ditemukan 2.000 km di dalam perut Bumi dengan luas mencapai 6 persen dari total planet.

  • Karakteristik unik LLVP: Wilayah Large Low-Velocity Provinces ini tersusun dari mineral berbutir kecil dan rapat yang mampu memperlambat laju gelombang seismik tanpa menguras energinya.

  • Bukan sisa planet asing: Penelitian terbaru membuktikan bahwa struktur ini merupakan hasil dari penumpukan kerak samudra akibat proses subduksi lempeng tektonik di masa lalu.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan