Search
Search
Search

Kasus Penipuan Sales Wuling Surabaya Makin Panas, Puluhan Korban Ngadu ke Wakil Wali Kota Surabaya

Jumat, 4 September 2026

Korban kasus penipuan (ist)

Drama dugaan penipuan dalam pembelian mobil Wuling di Surabaya rupanya masih jauh dari kata usai.

Meski sempat dilakukan mediasi dan pihak Wuling Motors telah menyampaikan permohonan maaf secara resmi di laman publiknya, permasalahan ini justru makin meruncing.

Alih-alih mereda usai kasus konsumen bernama Nensi Natalia viral, deretan korban baru dengan modus serupa justru terus bermunculan.

Kasus ini kini bergulir bagai bola salju yang memanas setelah puluhan korban mulai berani bersuara dan mengadukan nasib mereka. Mereka mendatangi Rumah Aspirasi milik Wakil Wali Kota Surabaya, H. Armuji atau yang akrab disapa Cak Ji.

Berdasarkan aduan yang masuk, mayoritas korban mengalami kerugian finansial akibat ulah oknum sales yang menipu mereka dalam proses transaksi kendaraan.

Pertemuan Memanas dan Perdebatan Lokasi Transaksi

Guna mengklarifikasi kekacauan yang meresahkan warga ini, Cak Ji bergerak cepat mengonfrontasi manajemen Wuling Perdana Group Jatim di Kenjeran.

Pertemuan antara pihak dealer dan wakil wali kota pun berlangsung sengit, terutama saat membahas keabsahan lokasi transaksi para korban. Pihak dealer beralasan mayoritas transaksi dilakukan secara tunai tanpa masuk ke rekening resmi.

Namun, Cak Ji pasang badan dan menegaskan bahwa pihak manajemen dealer harus bertanggung jawab penuh atas tindakan karyawannya. Ia menilai transaksi terjadi di dalam area kantor resmi sehingga sudah sepatutnya dalam pengawasan perusahaan.

Bukti Resmi dan Kejanggalan Satu SPK Dua Konsumen

Pembelaan senada diungkapkan oleh Nensi Natalia yang menolak mentah-mentah argumen pihak dealer. Sebagai konsumen awam, ia mengaku tidak memendam curiga sedikit pun karena seluruh dokumen transaksi diserahkan langsung di dalam area dealer resmi.

Hasil pemeriksaan internal menguak adanya kejanggalan besar dalam sistem administrasi dealer, di mana nomor Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) milik Nensi ternyata terpecah untuk dua konsumen berbeda.

Hal inilah yang menyebabkan uang pelunasan senilai Rp 423,8 juta milik Nensi tidak pernah memicu pengiriman unit mobil, bahkan hingga ia melayangkan somasi resmi.

Jalur Hukum Dealer dan Pelanggaran SOP Sales

Merasa nama baik perusahaan tercoreng, manajemen Wuling Perdana akhirnya memilih mengambil jalur hukum dengan melaporkan oknum sales bernama Raditia Febrianto ke polisi.

Langkah legal ini diambil guna menyelesaikan persoalan administrasi dan pidana yang dilakukan oleh oknum internal mereka.

Pihak Wuling Motors pusat juga mengakui adanya pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) yang dilakukan oknum wiraniaga tersebut.

Wuling menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan konsumen serta berkomitmen melakukan tindakan korektif dan evaluasi total terhadap dealer terkait.

Di tengah proses hukum yang sedang berjalan, nasib selisih uang dan mobil milik puluhan korban hingga kini masih mengambang. Menyikapi kejadian ini, Cak Ji pun mewanti-wanti seluruh masyarakat agar lebih waspada dan teliti saat bertransaksi.

Statement:

H. Armuji, Wakil Wali Kota Surabaya

“Semua korban ini transaksi di kantor Wuling Perdana yang ada di Kenjeran, bukan di warung kopi! Berarti ini atas sepengetahuan karyawan dan administrasi dealer,”

“Hati-hati saja beli mobil di Wuling, kejadian kayak gini kan merugikan semua customer,”

Nensi Natalia, korban penipuan

“Saya diberi kuitansi lengkap dengan meterai, stempel resmi, dan tanda lunas atas nama saya sendiri di dalam dealer. Sebagai pembeli normal, ya saya percaya!” ceritanya dengan nada kecewa.

Adi, Operation Manager Wuling Perdana Group Jatim

“Kami tidak mungkin berargumen saling menuduh. Jadi ya sudah, kami laporkan ke pihak berwajib biar diurus,” ujar.

Pihak Wuling (dalam rilis resminya)

“Wuling Motors menegaskan bahwa perusahaan tidak menoleransi segala bentuk tindakan yang bertentangan dengan prosedur perusahaan maupun yang dapat merugikan konsumen. Kami juga berkomitmen untuk memastikan setiap konsumen mendapatkan haknya,” tulis.

3 Poin Penting:

  • Muncul Puluhan Korban Baru: Dugaan penipuan sales Wuling di Surabaya terus membesar setelah puluhan korban baru mendatangi Rumah Aspirasi Wakil Wali Kota Surabaya, Cak Ji.

  • Kejanggalan Transaksi & SPK Ganda: Ditemukan indikasi penipuan berupa satu nomor SPK yang terpecah untuk dua konsumen, serta penerbitan kuitansi berstempel resmi dealer tanpa masuknya uang ke rekening perusahaan.

  • Langkah Hukum & Evaluasi Wuling: Manajemen melaporkan oknum sales ke polisi, sementara Wuling Motors resmi meminta maaf dan berjanji melakukan evaluasi SOP serta menjamin hak-hak konsumen# Makin Panas! Skandal Dugaan Penipuan Sales Wuling Surabaya Bikin Heboh, Korban Baru Berbondong-bondong Lapor Cak Ji

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan