Search
Search
Search

Gunung Anak Krakatau Meletus Lagi, Kolom Abu Tembus 15 Km Hingga CCTV Offline

Sabtu, 5 September 2026

Letusan gunung Anak Krakatau (x)

Aktivitas vulkanik di kawasan Selat Sunda kembali memanas dan menyita perhatian publik. Gunung Anak Krakatau dilaporkan kembali meletus pada Sabtu pagi (5/9/2026) dengan intensitas erupsinya yang mengalami lonjakan cukup signifikan.

Peristiwa ini langsung membuat pihak berwenang meningkatkan kewaspadaan di sekitar area terdampak.

Erupsi Sabtu pagi ini terjadi hanya berselang sehari setelah rangkaian aktivitas vulkanik yang cukup intens pada hari sebelumnya.

Pada Jumat lalu, catatannya menunjukkan Gunung Anak Krakatau sempat mengalami empat kali letusan hanya dalam kurun waktu satu jam, dengan tinggi kolom abu awal mencapai sekitar 300 meter di atas puncak.

Lonjakan Tinggi Kolom Abu dan Arah Sebaran Awan Panas

Kondisi erupsi pada Sabtu pagi ini terpantau jauh lebih dahsyat dibandingkan hari sebelumnya. Berdasarkan data pemantauan udara terkini, tinggi kolom abu akibat letusan terbaru ini tercatat membumbung tinggi hingga mencapai 15 kilometer dari atas puncak gunung.

Awan abu pekat tersebut dilaporkan bergerak cukup cepat ke arah barat dengan kecepatan angin sekitar 40 knot.

Pergerakan abu vulkanik yang meluas ini berpotensi memengaruhi jalur penerbangan serta wilayah perairan di sekitarnya, sehingga para pengguna moda transportasi laut dan udara diimbau untuk ekstra waspada.

Kendala Pengamatan Visual Akibat CCTV Offline

Di tengah situasi erupsi yang kian meningkat, proses pemantauan kondisi fisik gunung justru menghadapi kendala teknis yang cukup krusial.

Alat pemantauan visual berupa kamera pengawas di lapangan tidak dapat diakses secara optimal oleh tim pengamat.

Pihak otoritas pemantau mengonfirmasi bahwa kendala teknis ini berdampak langsung pada proses pengamatan visual di lokasi. Dampaknya, pemantauan kondisi terkini di area kawah harus mengandalkan instrumen pendukung lainnya.

Imbauan Kewaspadaan untuk Warga dan Jalur Pelayaran

Meski pengamatan visual terhambat akibat kamera pemantau yang mati total, pengukuran aktivitas seismik dan data satelit terus dioptimalkan.

Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya erupsi susulan atau potensi bahaya sekunder lainnya di Selat Sunda.

Masyarakat, nelayan, serta para pelaku aktivitas wisata bahari di sekitar Gunung Anak Krakatau diimbau untuk tidak mendekati area dalam radius bahaya yang telah ditetapkan.

Pemerintah setempat terus berkoordinasi dengan lembaga terkait untuk memantau perkembangan situasi secara real-time.

3 Poin Penting:

  • Erupsi Susulan Lebih Dahsyat: Gunung Anak Krakatau kembali meletus pada Sabtu pagi setelah sebelumnya mengalami empat kali letusan pada hari Jumat.

  • Kolom Abu Mencapai 15 KM: Ketinggian kolom abu letusan terbaru mencapai 15 kilometer di atas puncak dan bergerak cepat ke arah barat dengan kecepatan 40 knot.

  • Kamera Pemantau Mati Total: Sistem CCTV pemantauan visual dilaporkan offline, sehingga membatasi pengamatan kondisi terkini di area kawah secara langsung.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan