Jejak manis para legenda teknologi dunia yang nekat drop out (DO) dari kampus ternama Harvard University kembali terulang di era kecerdasan buatan.
Langkah berani Bill Gates dan Mark Zuckerberg yang rela meninggalkan bangku kuliah kini resmi diikuti oleh Gavin Uberti, Robert Wachen, dan Chris Zhu.
Trio jagoan matematika muda tersebut memilih hengkang dari Harvard demi membangun rintisan startup semikonduktor mutakhir bernama Etched yang berpusat di San Jose, Amerika Serikat.
Meski tergolong baru seumur jagung di industri perangkat keras, valuasi Etched kini dilaporkan melesat fantastis menembus angka 21 miliar dollar AS atau setara Rp370,2 triliun.
Keberhasilan lompatan nilai perusahaan tersebut dicapai usai Etched sukses menyuntikkan dana segar dari putaran pendanaan baru sebesar 700 juta dollar AS (sekitar Rp12,34 triliun).
Pendanaan bernilai fantastis ini dipimpin langsung oleh Jane Street, perusahaan perdagangan kuantitatif papan atas dunia.

Inovasi Khusus AI Inference dan Lompatan Teknologi Penghemat Daya
Tidak seperti produsen semikonduktor konvensional, Etched memilih fokus mengembangkan chip khusus untuk proses inference AI—yakni tahapan ketika model AI yang dilatih merespons pertanyaan pengguna secara real-time.
Untuk melibas dominasi pasar GPU Nvidia, Etched merancang dua teknologi kunci: Low Voltage Inference (LVI) untuk menekan konsumsi listrik dan panas berlebih, serta Cluster Scale Memory (CSM) yang mempercepat akses data antar-chip secara simultan.
Hasil pengujian awal menunjukkan performa chip buatan Etched mampu menjalankan tugas komunikasi tertentu dalam waktu singkat sekitar 700 nanodetik, jauh melampaui prosesor Blackwell milik Nvidia yang membutuhkan waktu sekitar 4.000 nanodetik.
Tak hanya itu, proses validasi chip Etched bersama manufaktur TSMC hanya memakan waktu 44 hari dari standar industri yang biasanya membutuhkan durasi hingga enam bulan.
Eksodus Talenta Nvidia dan Peringatan Keras dari Investor Kawakan
Daya tarik Etched tidak cuma terletak pada kecepatan performa chipnya, melainkan juga pada keberhasilannya merekrut talenta-talenta terbaik dari korporasi raksasa.
Dari total lebih dari 400 karyawan yang dimilikinya saat ini, sekitar 15% di antaranya merupakan mantan insinyur senior yang dibajak langsung dari Nvidia.
Selain itu, pilar SDM Etched juga diisi oleh jebolan Google, Broadcom, hingga SK Hynix.
Fenomena pembajakan talenta dan inovasi kencang ini langsung menyedot perhatian short seller kawakan dunia, Michael Burry.
Melalui unggahan di media sosial X, Burry membagikan laporan perkembangan Etched sembari memberikan peringatan tegas kepada pasar bahwa startup besutan anak-anak muda ini merupakan ancaman dan pesaing yang sangat serius bagi keberlanjutan dominasi Nvidia di industri mikroprosesor global.
Tantangan Ekosistem Bisnis dan Ujian Menghadapi Raksasa Semikonduktor
Kendati performa teknologi Etched sukses memukau investor modal ventura, perjuangan untuk meruntuhkan takhta Nvidia tentu tidak mudah.
Nvidia saat ini masih kokoh berdiri dengan kapitalisasi pasar raksasa mencapai 5,3 triliun dollar AS. Ditambah lagi, produk Nvidia menawarkan ekosistem komputasi yang menyeluruh baik untuk tahapan trainingmaupun inference AI secara fleksibel.
Para analis industri mengingatkan bahwa sejarah panjang industri semikonduktor kerap diwarnai oleh kehadiran chip berteknologi brilian yang gagal mengonversikan keunggulannya menjadi bisnis berskala raksasa.
Mampukah trio pemuda drop out Harvard ini membuktikan ketangguhan bisnis Etched dalam jangka panjang? Kiprah perjalanan mereka di industri chip AI dipastikan bakal terus menjadi sorotan utama dunia teknologi global.
Statement:
Michael Burry, Investor & Founder Scion Asset Management
“Ini adalah persaingan yang sangat serius bagi saham NVDA (Nvidia). Etched berhasil membuktikan bahwa pengembangan perangkat keras dan chip AI dapat bergerak sangat cepat dengan merekrut talenta-talenta terbaik di industri.”
Michael Ashley Schulman, Investment Strategist Cerity Partners
“Teknologi chip buatan Etched memang sangat mengesankan dan minat dari para pelanggan terhadap produknya tergolong sangat serius. Namun, sejarah panjang industri semikonduktor dipenuhi oleh chip berteknologi brilian yang pada akhirnya gagal berkembang menjadi bisnis berskala besar.”
3 Poin Penting:
-
Jejak DO Harvard Berulang: Trio pemuda jagoan matematika (Gavin Uberti, Robert Wachen, Chris Zhu) DO dari Harvard dan berhasil membawa startup chip AI Etched mencapai valuasi Rp370,2 triliun.
-
Keunggulan Chip AI Inference: Chip Etched diklaim lebih cepat dan hemat daya dibanding prosesor Blackwell Nvidia, dengan latensi komunikasi mencapai 700 nanodetik dan masa uji validasi TSMC hanya 44 hari.
-
Ancaman Serius Pesaing Nvidia: Etched membajak 15 persen insinyurnya langsung dari Nvidia dan mengantongi komitmen kesepakatan produk menembus 1 miliar dollar AS, meski tantangan komersialisasi skala besar masih menanti.



