Search
Search
Search

Kena Blacklist Hollywood Karena Vokal Bela Palestina, Susan Sarandon Tetap Menyala di Venice

Kamis, 10 September 2026

Susan Sarandon (EPA)

Aktris legendaris pemenang piala Oscar, Susan Sarandon, kembali mencuri perhatian publik internasional saat menghadiri ajang Venice Film Festival 2026.

Bintang kawakan berusia 79 tahun tersebut secara terbuka membeberkan dinamika pahit yang harus ia hadapi usai vokal menyerukan dukungan terhadap Palestina dan mengkritik aksi militer Israel.

Meski harus kehilangan banyak peluang kontrak kerja di industri hiburan Hollywood, Sarandon secara tegas menyatakan tidak akan pernah menarik dukungannya.

Sikap terjal yang dialami pemeran film Dead Man Walking ini berawal sejak akhir tahun 2023 ketika agensi bakat ternama UTA mendadak memutuskan kontrak kerjanya.

Keputusan sepihak tersebut diambil usai Sarandon melontarkan pidato dalam sebuah aksi unjuk rasa pro-Palestina.

Memasuki awal tahun 2026, tekanan terhadap dirinya makin menguat di mana sejumlah pihak agensi disebut-sebut secara aktif mengimbau para produser agar tidak mempekerjakannya dalam proyek layar lebar.

Perlawanan Terhadap Struktur Kekuasaan dan Sambutan Hangat Internasional

Meski mengalami pengasingan (blacklist) oleh sebagian pemegang kekuasaan di Hollywood, Sarandon mengaku tidak berkecil hati sama sekali.

Bintang yang mengawali kariernya sejak tahun 1970-an ini merasa lega karena masyarakat umum di kancah internasional justru menyambutnya dengan hangat.

Sambutan meriah dan penerimaan positif yang dirasakannya selama ajang festival film di Italia menjadi bukti bahwa publik global makin memahami isu kemanusiaan yang ia suarakan.

Sarandon juga menyoroti adanya pergeseran narasi global mengenai sejarah perjuangan Palestina serta hubungan politik antara Amerika Serikat dengan Zionis.

Menurutnya, kesadaran masyarakat dunia kini makin terbuka mengenai realitas aliran dana bantuan yang disalurkan pemerintah AS kepada Israel.

Perubahan cara pandang publik ini dinilainya sebagai sebuah pencapaian penting dalam membuka kebenaran sejarah di mata dunia.

Proyek Film Terbaru The Echo Chamber dan Keberanian Sineas Italia

Keberanian Susan Sarandon untuk terus berkarya akhirnya membuahkan hasil lewat proyek film terbaru bertajuk The Echo Chamber.

Film bergenre drama romantis garapan sutradara asal Italia, Andrea Pallaoro, tersebut diproduksi di Italia dan Belgia.

Naskah film ini terasa makin spesial karena merupakan karya terakhir dari mendiang sutradara legendaris Bernardo Bertolucci, di mana Sarandon beradu akting bersama Luca Marinelli dan Alicia Vikander.

Sarandon secara khusus menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada sang sutradara, Andrea Pallaoro, karena berani mengabaikan berbagai peringatan serta intimidasi pihak luar untuk menolak mempekerjakannya.

Meski menyadari posisi-posisi penting di industri hiburan Amerika masih dikuasai kelompok yang kontra terhadap posisinya, Sarandon menegaskan bahwa ia telah menemukan komunitas baru yang saling mendukung.

Gelombang Dukungan Palestina Menggema Kuat di Venice Film Festival 2026

Ajang Venice Film Festival 2026 sendiri menjadi panggung hangat bagi menyebarnya solidaritas terhadap Palestina.

Sejumlah aktivis kemanusiaan dan insan perfilman menyuarakan desakan kepada pihak penyelenggara agar mengibarkan bendera Palestina sebagai bentuk penghormatan bagi para sutradara Palestina yang memamerkan karya mereka.

Fenomena ini makin menegaskan bahwa panggung seni internasional menjadi wadah efektif dalam menyuarakan isu-isu keadilan.

Karier gemilang Susan Sarandon yang membentang lebih dari lima dekade—dengan deretan penghargaan bergengsi seperti Academy Award, BAFTA, hingga nominasi Golden Globe—menjadi bukti bahwa integritas moral tidak bisa digoyahkan oleh tekanan industri semata.

Keberanian Sarandon terus terbukti menginspirasi generasi muda dan para insani kreatif di seluruh dunia untuk tetap berani menyuarakan kebenaran.

Statement:

Susan Sarandon, Aktris Kawakan Pemenang Oscar

“Saya masih kehilangan kesempatan bermain film belakangan ini karena ada pihak agensi yang terus meminta orang-orang untuk tidak mempekerjakan saya. Namun, begitulah struktur kekuasaannya. Di kalangan masyarakat umum—terutama di tingkat internasional—saya merasa diterima dengan baik.”

“Sudah ada perubahan di kalangan masyarakat umum, tapi di industri saya, masih ada posisi-posisi yang dipegang oleh kaum Zionis yang belum melunakkan sikap mereka terhadap saya. Meski begitu, saya telah menemukan keluarga dan komunitas saya sendiri, and I’m OK.”

3 Poin Penting:

  • Diblacklist Hollywood karena Bela Palestina: Susan Sarandon mengaku kehilangan banyak peluang main film dan diputus kontrak oleh agensi UTA akibat vokal mendukung Palestina serta menyerukan gencatan senjata di Gaza.

  • Tetap Diterima di Kancah Internasional: Pemenang Oscar berusia 79 tahun ini merasa hangat diterima oleh publik internasional dan membintangi film baru The Echo Chamber garapan sutradara Italia Andrea Pallaoro.

  • Gelombang Solidaritas di Venice 2026: Ajang Venice Film Festival 2026 diwarnai aksi solidaritas dan seruan pengibaran bendera Palestina untuk menghormati karya para sineas Palestina.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan