Search
Search
Search

Teka-Teki Batu Raksasa Devil’s Arrows Terkuak! Manusia Prasejarah Ternyata Rela Gotong 25 Ton Sejauh 18 Km

Rabu, 16 September 2026

Batu Devil's Arrows (BBC)

Misteri mengenai batu-batu tegak raksasa Devil’s Arrows yang berdiri megah di dekat Boroughbridge, North Yorkshire, Inggris, akhirnya berhasil dipecahkan oleh para peneliti.

Selama bertahun-tahun, asal-usul monumen prasejarah yang diperkirakan berdiri sejak 2000 SM pada periode Neolitikum Akhir atau Zaman Perunggu Awal ini menjadi teka-teki besar bagi para ilmuwan dunia.

Banyak spekulasi beredar mengenai bagaimana deretan batu setinggi hampir 7 meter dengan bobot masing-masing mencapai 25 ton tersebut bisa berada di lokasi tersebut.

Riset terbaru gabungan dari Curtin University dan University of York yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Proceedings of the Royal Society A membawa kabar mengejutkan.

Tim peneliti mengonfirmasi bahwa masyarakat prasejarah secara sengaja membawa batu-batu raksasa tersebut dari Brimham Rocks, sebuah lokasi yang berjarak sedikitnya 18 kilometer dari Devil’s Arrows.

Temuan ini menepis anggapan lama bahwa batu-batu raksasa itu berpindah secara alami akibat terbawa pergerakan gletser pada zaman es.

Bukan Mengambil yang Terdekat demi Nilai Spiritual Lanskap

Hal yang bikin geleng-geleng kepala, masyarakat prasejarah kala itu ternyata tidak memilih sumber batu dari Plumpton Rocks yang jaraknya jauh lebih dekat dari lokasi monumen.

Mereka justru bersusah payah mengambil material berukuran raksasa dari medan yang relatif sulit dijangkau di Brimham Rocks.

Keputusan yang tidak praktis ini mengindikasikan bahwa lokasi asal batu memiliki nilai spiritual atau makna simbolis yang amat tinggi bagi peradaban mereka saat itu.

Proses pengangkutan batu seberat lebih dari 25 ton melintasi bentang alam sejauh 18 kilometer tentu membutuhkan perencanaan yang sangat matang, koordinasi tingkat tinggi, serta keterampilan teknik bangunan yang luar biasa.

Para ilmuwan meyakini bahwa pemilihan batu dari lanskap khusus tersebut menjadi bukti betapa masyarakat masa lalu sangat menghargai ikatan spiritual antara material bangunan dengan alam tempat asalnya.

Metode Analisis Canggih dan Terkuaknya Jejak Batu Keempat

Untuk mengungkap asal-usul batu tanpa merusak situs bersejarah, tim peneliti memanfaatkan metode pengujian optik dan mineral non-invasif yang sangat ramah lingkungan.

Mereka menggunakan perekat khusus untuk mengambil butiran mineral mikroskopis dari permukaan batu guna memetakan “sidik jari” usianya.

Hasil pencocokan karakteristik mineral tersebut terbukti identik 100 persen dengan batuan asli di Brimham Rocks, sekaligus membuktikan adanya campur tangan manusia secara sadar.

Tak hanya menguak asal-usul materialnya, riset mutakhir ini juga berhasil mengonfirmasi teori tua abad ke-19 mengenai keberadaan batu keempat yang selama ini dianggap hilang.

Berdasarkan analisis sejarah dan lokasi, batu keempat Devil’s Arrows diduga kuat telah dimanfaatkan kembali oleh warga lokal di masa lampau dan kini telah berubah fungsi menjadi struktur salib batu di desa Aldborough yang tak jauh dari lokasi utama.

Rahasia Cara Mengangkut Masih Jadi Misteri yang Diteliti

Meskipun titik asal batu berhasil ditemukan, cara pasti masyarakat prasejarah mengangkut batu 25 ton melintasi jalur berjarak 18 kilometer masih menjadi misteri besar yang bikin penasaran.

Memindahkan beban seberat itu lalu mendirikannya secara vertikal di tanah memerlukan kerja sama komunitas yang sangat solid.

Para arkeolog pun bersiap melakukan penelitian lanjutan di kawasan Devil’s Arrows dan Brimham Rocks untuk membongkar teknik transportasi raksasa tersebut.

Penelitian mendatang dipastikan bakal menggunakan teknik penggalian terarah dan pengujian non-invasif pada situs-situs batu tegak prasejarah lainnya di Inggris.

Langkah ini diharapkan mampu membeberkan kronologi waktu pemindahan serta memberikan gambaran utuh mengenai bagaimana peradaban prasejarah mampu membangun monumen batu tertinggi yang bertahan hingga era modern sekarang ini.

Statement:

Dr. Anthony Clarke, Penulis Utama Penelitian dari Curtin University

“Penelitian kami menunjukkan bahwa batu-batu ini tidak sekadar diambil dari sumber terdekat yang tersedia, batu-batu tersebut sengaja dipilih dari lanskap yang sulit dijangkau, berjarak 18 kilometer.”

“Setiap batu memiliki berat lebih dari 25 ton, sehingga memindahkannya membutuhkan perencanaan, koordinasi, dan keterampilan teknik yang luar biasa. Ini menunjukkan masyarakat prasejarah mementingkan terhadap lanskap itu sendiri.”

Dr. Jim Leary, Arkeolog dari University of York

“Temuan ini menunjukkan bahwa komunitas pada masa itu membuat pilihan yang disengaja dan memiliki makna mengenai dari mana batu-batu mereka berasal.”

3 Poin Penting:

  • Asal-Usul Batu Terungkap: Penelitian membuktikan batu prasejarah Devil’s Arrows seberat 25 ton diangkut oleh manusia dari Brimham Rocks sejauh 18 km, bukan terbawa pergerakan gletser zaman es.

  • Pemilihan Lokasi Berbasis Makna: Masyarakat Neolitikum secara sengaja tidak mengambil sumber batu terdekat karena lokasi asal batu diduga memiliki makna simbolis dan spiritual yang tinggi bagi mereka.

  • Jejak Batu Keempat Ditemukan: Riset mengonfirmasi bahwa batu keempat yang lama hilang dari situs tersebut kini telah difungsikan kembali menjadi salib batu di desa Aldborough.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan