Penyanyi papan atas asal Inggris, Ed Sheeran, tak kuasa menahan air mata saat kembali menyapa puluhan ribu penggemarnya dalam Rangkaian Loop Tour di Lincoln Financial Field, Philadelphia, Amerika Serikat.
Momen emosional yang terjadi pada Sabtu malam waktu setempat itu langsung menjadi sorotan publik global.
Di hadapan sekitar 50.000 penonton yang memadati stadion, pelantun lagu Thinking Out Loud tersebut curhat mengenai pusaran kontroversi yang membelit konsernya hingga membuat lingkaran terdekatnya perlahan menjauh.
Berdasarkan video amatir unggahan penggemar yang viral di media sosial, Sheeran mengaku bahwa pekan tersebut merupakan salah satu periode terberat dalam perjalanan hidup dan kariernya.
Ia tak menyangka gejolak politik dan tekanan publik dapat berdampak begitu masif terhadap hubungan personal yang telah ia bangun selama bertahun-tahun.
Tekanan Berat dan Keputusan Tetap Manggung
Situasi makin pelit ketika banyak pihak mendesak sang musisi untuk membatalkan sisa jadwal tur dunianya.
Namun, Sheeran memilih pantang mundur begitu melihat antusiasme para penggemar yang tetap setia membeli tiket demi memberikan dukungan moral secara langsung di area konser.
Perubahan Tata Panggung demi Faktor Keamanan
Dampak kontroversi tersebut juga memaksa tim produksi melakukan penyesuaian teknis secara mendadak di area pertunjukan demi mengantisipasi potensi kekacauan.
Sheeran mengungkapkan bahwa dirinya terpaksa meniadakan panggung B yang sejatinya berada tepat di tengah-tengah kerumunan penonton karena rasa cemas yang membendung.
Pemicu Kontroversi dan Aksi Solidaritas Musisi
Pusaran krisis ini bermula ketika rapper Macklemore menyerukan keluhan politik “Free Palestine” serta membawakan lagu protes Hind’s Hall saat menjadi penampil pembuka di MetLife Stadium.
Aksi tersebut berbuntut panjang hingga memicu tekanan dari pengelola venue dan promotor Messina Touring Group yang berujung pada pencoretan nama Macklemore dari jajaran penampil tur.
Keputusan tegas itu lantas memicu gelombang aksi solidaritas dari musisi pendukung lainnya yang memilih ikut mundur dari Loop Tour.
Nama-nama beken seperti Finneas, Lukas Graham, Aaron Rowe, hingga band pengiring Beoga kompak mengundurkan diri, sehingga memaksa Ed Sheeran tampil sendirian tanpa penampil pembuka di panggung Philadelphia.
Statement:
Ed Sheeran
“Dalam situasi seperti inilah Anda benar-benar mengetahui siapa saja teman sejati Anda. Minggu ini rasanya sungguh berat.”
“Semua orang menyuruh saya untuk membatalkannya, dan saya merasa seolah-olah teman, keluarga, serta orang-orang yang saya kenal telah meninggalkan saya.”
3 Poin Penting:
-
Momen Emosional Ed Sheeran: Tangis Sheeran pecah di Lincoln Financial Field, Philadelphia, akibat tekanan berat dan merasa ditinggalkan oleh teman serta keluarga pascacontroversi tur.
-
Perubahan Layout Panggung: Panggung B ditiadakan demi alasan keamanan setelah Sheeran merasa khawatir akan potensi reaksi negatif atau pelemparan barang dari penonton.
-
Gelombang Pengunduran Diri Musisi: Pencoretan nama Macklemore usai menyerukan isu Palestina memicu aksi solidaritas yang membuat Finneas, Lukas Graham, Aaron Rowe, dan grup Beoga turut keluar dari tur.



