Search
Search
Search

Soroti Kunjungan Pejabat Israel di Yerusalem Timur, Arab Saudi Layangkan Kecaman Keras

Rabu, 23 September 2026

Masjid Al Aqsa (reuters)

Eskalasi ketegangan di wilayah Timur Tengah kembali memanas dan menjadi perhatian dunia internasional.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bersama rombongan warga Israel melakukan kunjungan serta kegiatan doa di kawasan Yerusalem Timur, termasuk area sekitar Tembok Barat, pada Minggu (20/9/2026).

Langkah kontroversial ini langsung memicu gelombang tanggapan keras dari berbagai negara di kawasan kawasan Arab.

Aksi tersebut makin memicu polemik lantaran dilakukan tak lama setelah tindakan memprovokasi lainnya di lokasi suci umat Islam.

Kunjungan pejabat tinggi Israel ini dianggap oleh banyak pihak sebagai langkah politik yang makin memperkeruh suasana geopolitik di kawasan yang memang sudah rentan terhadap benturan konflik tersebut.

Sederet Aksi Provokasi Sebelum Peringatan Hari Besar

Sebelum momen kunjungan Netanyahu tersebut, Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, bersama sejumlah warga Israel juga terpantau memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa.

Aksi penyeberangan batas ini dilakukan menjelang peringatan hari besar keagamaan Yom Kippur. Kehadiran tokoh kontroversial tersebut di area sensitif tersebut memicu kemarahan mendalam di kalangan umat Islam global.

Kompleks Masjid Al-Aqsa sendiri merupakan salah satu situs paling suci bagi umat Islam sekaligus simbol penting perjuangan rakyat Palestina.

Setiap bentuk pergerakan pejabat pemerintah maupun kelompok warga Israel di area status quo tersebut selalu dinilai sebagai upaya pengubahan identitas serta bentuk pelanggaran terhadap kesepakatan internasional yang berlaku.

Respons Tegas Arab Saudi Atas Pelanggaran Status Quo

Aksi beruntun yang dilakukan oleh para pejabat tinggi Israel tersebut langsung mendapat penolakan dan kecaman keras dari Kerajaan Arab Saudi.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi secara resmi merilis pernyataan sikap tegas yang mengutuk keras seluruh rangkaian tindakan tersebut.

Pihak Saudi mengategorikan aksi masuknya pejabat Israel ke area suci sebagai bentuk provokasi terbuka terhadap perasaan seluruh umat Islam di dunia.

Pemerintah Arab Saudi menegaskan bahwa tindakan sepihak semacam itu jelas melanggar kaidah hukum internasional serta merusak upaya perdamaian yang sedang dibangun.

Pengabaian terhadap status quo tempat-tempat suci di Yerusalem Timur dinilai hanya akan memperpanjang rantai konflik dan mengancam stabilitas keamanan di seluruh wilayah Timur Tengah.

Urgensi Perlindungan Situs Suci dan Masa Depan Kedamaian

Kritik tajam dari Arab Saudi ini mencerminkan keresahan kolektif negara-negara Muslim atas tindakan represif dan provokatif yang terus berulang.

Anak muda di seluruh dunia kini makin vokal menyuarakan isu perlindungan hak asasi manusia serta penghormatan terhadap situs-situs keagamaan suci melalui berbagai platform media sosial dan forum internasional.

Konsistensi dalam menjaga kesucian kompleks Masjid Al-Aqsa serta kawasan Yerusalem Timur menjadi kunci utama untuk mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.

Komunitas internasional didesak untuk tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah diplomatik yang konkret guna menghentikan segala bentuk aksi provokasi yang berpotensi merusak masa depan perdamaian global.

Statement:

Kementerian Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi

“Kerajaan Arab Saudi mengecam keras tindakan Perdana Menteri Israel dan pejabat pemerintah yang memasuki serta melakukan aksi di kawasan Yerusalem Timur dan kompleks Masjid Al-Aqsa. Tindakan tersebut merupakan bentuk pelanggaran nyata terhadap hukum internasional serta provokasi terang-terangan terhadap perasaan umat Islam di seluruh dunia.”

3 Poin Penting:

  • Kunjungan Kontroversial Pejabat Israel: PM Benjamin Netanyahu dan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir melakukan kunjungan di Yerusalem Timur dan kompleks Masjid Al-Aqsa menjelang Yom Kippur.

  • Kecaman Keras Arab Saudi: Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengutuk tindakan tersebut sebagai bentuk pelanggaran hukum internasional dan provokasi terhadap umat Islam.

  • Ancaman Terhadap Status Quo: Pelanggaran terhadap situs suci Al-Aqsa dinilai merusak stabilitas keamanan serta menghambat potensi penyelesaian damai di wilayah Timur Tengah.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan