Search
Search
Search

Batu Kuno di Madinah Ungkap Nama Umar bin Khattab, Ada Ayat Al-Qur’an Juga

Rabu, 30 September 2026

Prasasti kuno Arab Saudi (Komisi Warisan Budaya Arab Saudi)

Madinah kembali menyimpan temuan yang bikin penasaran. Tim arkeologi Komisi Warisan Budaya Arab Saudi menemukan ribuan jejak sejarah dalam misi penelitian di wilayah Al-Mahd, Madinah.

Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah prasasti batu yang memuat nama Umar bin Khattab, sahabat Nabi Muhammad sekaligus khalifah kedua dalam sejarah Islam.

Bukan cuma satu peninggalan, total ada 1.774 temuan arkeologi yang berhasil didokumentasikan. Komisi Warisan Budaya juga mencatat 173 situs yang sebelumnya belum dikenal.

Temuan tersebut terdiri atas prasasti, seni cadas, struktur batu, bangunan arkeologi, penanda jalur kafilah, hingga sumur yang menjadi bagian dari jejak kehidupan masyarakat pada masa lalu.

Bukan Sekadar Tulisan di Atas Batu

Kalau dilihat sekilas, prasasti batu mungkin tampak seperti peninggalan biasa. Namun, bagi peneliti, tulisan yang terukir di dalamnya dapat menjadi petunjuk untuk membaca aktivitas, keyakinan, dan perkembangan budaya masyarakat pada suatu periode.

Dalam survei tersebut, tercatat 1.259 gambar atau panel seni cadas, 461 prasasti Islam, serta 34 prasasti dalam bahasa Thamud.

Salah satu temuan yang paling menarik adalah prasasti yang menyebut nama Umar bin al-Khattab. Tulisan tersebut menggunakan aksara Hijazi dan memuat ungkapan keagamaan yang menyebut Umar, kemudian diakhiri dengan kalimat tauhid.

Prasasti itu disebut ditulis oleh seseorang bernama Ibrahim, sehingga bukan hanya nama tokoh yang menarik perhatian, tetapi juga bentuk tulisan dan konteks pembuatannya.

Nama Umar Muncul di Tengah Jejak Sejarah

Kemunculan nama Umar bin Khattab dalam prasasti menjadi bagian menarik dari penelitian karena Umar merupakan figur penting dalam periode awal Islam.

Ia memimpin komunitas Muslim sebagai khalifah kedua pada 634 hingga 644 M setelah Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Namun, keberadaan nama tersebut tidak otomatis berarti prasasti itu dibuat pada masa kepemimpinan Umar.

Penentuan usia dan konteks sebuah prasasti membutuhkan penelitian epigrafi serta kajian arkeologis terhadap lokasi, bentuk aksara, material, dan temuan lain di sekitarnya.

Dengan kata lain, batu tersebut menjadi sumber data sejarah yang perlu dibaca secara hati-hati, bukan sekadar benda dengan nama tokoh terkenal.

Ada Ayat Al-Qur’an di Prasasti Lain

Yang membuat temuan ini semakin menarik, sejumlah prasasti lain juga memuat teks keagamaan. Salah satunya disebut mencantumkan Surah An-Nisa ayat 58 yang berbicara mengenai amanah dan keadilan dalam menetapkan hukum.

Kehadiran teks tersebut memberikan gambaran mengenai penggunaan tulisan bernuansa keagamaan pada periode awal Islam.

Dari sudut pandang arkeologi, rangkaian prasasti itu menjadi bagian dari puzzle besar sejarah kawasan Madinah.

Bersama seni cadas, struktur batu, jalur kafilah, bangunan, dan sumur, seluruh temuan membantu peneliti melihat bahwa kawasan tersebut menyimpan jejak aktivitas manusia dari berbagai periode.

Artinya, cerita sejarah di Madinah tidak hanya tersimpan dalam manuskrip, tetapi juga pada batu dan lanskap yang masih bertahan hingga kini.

3 Poin Penting;

  • Tim arkeologi Arab Saudi mendokumentasikan 1.774 temuan arkeologi di wilayah Al-Mahd, Madinah, termasuk 173 situs yang sebelumnya belum dikenal.
  • Salah satu temuan yang paling mencuri perhatian adalah prasasti beraksara Hijazi yang mencantumkan nama Umar bin Khattab.
  • Temuan lainnya mencakup 461 prasasti Islam, 34 prasasti Thamud, 1.259 panel seni cadas, struktur batu, bangunan arkeologi, penanda jalur kafilah, dan sumur.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan