Search
Search
Search

Ah Masa Iya! Trump Sebut Fasilitas Nuklir Iran sebagai “Pabrik Narkoba”

Selasa, 6 Oktober 2026

donald trump [dok. kompas]
donald trump [dok. kompas]

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali membuat pernyataan kontroversial.

Saat berkampanye di Oklahoma pada Kamis (1/10/2026), Trump menyebut fasilitas nuklir Iran yang diserang militer AS dalam Operation Midnight Hammer sebagai “pabrik narkoba”, meski tidak ada penjelasan sebelumnya yang menunjukkan fasilitas tersebut digunakan untuk memproduksi narkoba.

Melansir CNN, Sabtu (3/10), Trump sedang menceritakan operasi militer AS terhadap tiga fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025. Ia mengatakan pesawat pengebom siluman AS menjatuhkan bom ke fasilitas pengayaan uranium Fordow melalui saluran ventilasi.

Dalam pidatonya, Trump bahkan mengulangi penyebutan fasilitas tersebut sebagai tempat produksi narkoba sekaligus fasilitas nuklir.

Gedung Putih Belum Beri Klarifikasi

Trump kemudian kembali menyatakan bahwa fasilitas tersebut berkaitan dengan narkoba dan program nuklir. CNN meminta Gedung Putih memberikan penjelasan mengenai klaim tersebut, tetapi tidak mendapat klarifikasi.

Seorang ajudan Gedung Putih hanya menjawab melalui email, “Silakan merujuk pada komentar POTUS.”

Pakar Nuklir Ikut Bingung

Pernyataan Trump langsung mendapat perhatian karena fasilitas Fordow dikenal sebagai fasilitas pengayaan uranium.

James Acton, salah satu direktur Nuclear Policy Program di Carnegie Endowment for International Peace, mengaku belum pernah mendengar klaim bahwa Fordow digunakan untuk memproduksi narkoba.

Ia menambahkan bahwa berdasarkan pengetahuannya, Fordow tidak digunakan untuk produksi narkoba dan sebelumnya tidak pernah mendengar tuduhan kredibel maupun tidak kredibel mengenai hal tersebut.

Kemungkinan Salah Ucap?

Acton kemudian mencoba memberikan kemungkinan penjelasan.

Ia menyebut Iran memang pernah membahas produksi radiopharmaceuticals, yakni obat yang menggunakan teknologi radioaktif untuk membantu diagnosis dan pengobatan sejumlah kondisi medis.

Namun, menurutnya, konteks tersebut tidak cocok dengan fasilitas Fordow. Ia menegaskan Fordow merupakan fasilitas pengayaan uranium dan tidak memiliki reaktor nuklir.

Pernyataan Trump Dinilai Tidak Akurat

Menurut Acton, bahkan jika pernyataan Trump ditafsirkan secara paling “murah hati” dengan mengaitkannya pada radiopharmaceuticals, klaim tersebut tetap tidak akurat.

Ia menilai kemungkinan yang lebih masuk akal adalah Trump keliru menyampaikan pernyataannya ketika membahas operasi militer AS terhadap Iran.

Klaim tersebut muncul setelah Trump sebelumnya membahas upaya AS memberantas perdagangan narkoba ilegal di kawasan Karibia. Ia juga menyinggung operasi militer AS yang dikaitkan dengan penangkapan mantan Presiden Venezuela Nicolás Maduro.

Rangkaian topik tersebut dinilai CNN berpotensi membuat Trump mencampurkan isu perdagangan narkoba dengan pembahasan mengenai fasilitas nuklir Iran.

Klaim Diulang, Klarifikasi Belum Muncul

Menariknya, Trump tidak hanya menyebut “pabrik narkoba” sekali. Ia kembali mengulang klaim tersebut beberapa kali dalam pidatonya tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Gedung Putih pun belum menjelaskan apakah pernyataan tersebut merupakan salah ucap atau memiliki dasar informasi tertentu.

Statement:

Donald Trump, Presiden AS

“Dan kemudian pada pukul 1 pagi tanpa bulan, segelap mungkin, mesin-mesin luar biasa ini yang dipimpin oleh pilot-pilot paling hebat di dunia, mereka melepaskan bom; setiap bom tepat masuk ke saluran udara menuju, eh, pabrik narkoba ini.”

James Acton, Direktur Nuclear Policy Program, Carnegie Endowment for International Peace

“Sepengetahuan saya, fasilitas Fordow, yang kehancurannya sedang digambarkan Trump, tidak digunakan untuk produksi narkoba dan saya juga sebelumnya tidak pernah mendengar tuduhan apa pun bahwa fasilitas tersebut digunakan untuk itu,” kata Acton.

“Bahkan dengan interpretasi yang paling murah hati ini, pernyataan Trump tetap tidak akurat.”

3 Poin Penting:

  • Donald Trump menyebut fasilitas nuklir Fordow sebagai “pabrik narkoba”, tetapi tidak memberikan dasar atau bukti yang menjelaskan klaim tersebut.
  • Pakar nuklir James Acton mengatakan belum pernah mendengar Fordow digunakan untuk produksi narkoba dan menilai fasilitas tersebut merupakan fasilitas pengayaan uranium.
  • Gedung Putih belum memberikan klarifikasi, sementara Trump kembali mengulangi klaim tersebut dalam pidatonya.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan