JBL resmi memperkenalkan identitas merek global terbaru, “Made to Be Heard”, untuk wilayah Asia Pasifik.
Peluncuran ini bertepatan dengan perayaan 80 tahun JBL sekaligus menjadi penanda perubahan besar bagi perusahaan audio yang selama ini lekat dengan inovasi dan kualitas suara.
Identitas baru tersebut melanjutkan perjalanan JBL setelah kampanye “Dare to Listen” yang berlangsung selama tujuh tahun, mulai 2017 hingga 2024.
Jika sebelumnya JBL mengajak konsumen berani mendengarkan dan melampaui batas, “Made to Be Heard” membawa semangat tersebut ke arah yang lebih luas dengan menempatkan kreativitas dan pembuat karya sebagai pusat perhatian.

Dari Pendengar ke Para Pembuat Karya
Melalui “Made to Be Heard”, JBL ingin merayakan keberagaman suara sekaligus menunjukkan bahwa audio kini punya peran penting dalam membentuk identitas masyarakat modern.
Fokusnya tidak lagi hanya pada pengalaman mendengarkan, tetapi juga bagaimana kreator, komunitas, dan pengguna dapat mengekspresikan dirinya melalui audio.
Identitas baru ini dikembangkan berdasarkan riset konsumen global dan bertumpu pada dua pilar utama. Pertama, JBL menegaskan kualitas rancangan produknya yang dibuat untuk menghasilkan suara jernih.
Kedua, JBL ingin membangun hubungan emosional, kedekatan personal, dan relevansi budaya dengan penggunanya.
Asia Pasifik Jadi Panggung Penting
Peluncuran “Made to Be Heard” di Asia Pasifik dinilai hadir pada momentum yang tepat.
Kawasan ini tengah mengalami perkembangan pesat dalam ekonomi kreatif, termasuk pertumbuhan musik independen dan komunitas anak muda yang semakin terhubung melalui platform digital.
Mulai dari gaming, pembuatan konten, olahraga jalanan, hingga musik, audio semakin menjadi bagian dari cara generasi muda mengekspresikan identitas.
Kondisi tersebut membuat JBL melihat Asia Pasifik sebagai kawasan strategis untuk memperkuat hubungan antara teknologi audio, kreativitas, dan budaya.
Setiap Suara Berhak Didengar
Grace Koh, General Manager and Vice President, Consumer Audio, HARMAN Asia Pacific. mengatakan bahwa Made to Be Heard mewakili evolusi JBL selanjutnya sebagai sebuah merek yang dibangun di atas ide-ide berani, kreativitas tanpa batas, dan ekspresi diri yang autentik.
Ia menambahkan, kampanye ini lebih dari sebelumnya yang tujuannya ingin setiap interaksi dengan JBL mampu memberdayakan setiap orang untuk menunjukkan siapa diri mereka, karena setiap suara berhak untuk didengar.
Menurutnya, JBL ingin terus menginspirasi rasa percaya diri dan merayakan orisinalitas melalui inovasi serta performa audio.
80 Tahun Mengawal Dunia Audio
Memasuki usia 80 tahun, JBL membawa warisan panjang dalam industri audio ke babak berikutnya.
Selama delapan dekade, perusahaan tersebut mengembangkan teknologi untuk berbagai kebutuhan, mulai dari sinema, penyiaran, hingga rekayasa suara.
Inovasinya juga mendapat pengakuan melalui penghargaan bergengsi, termasuk Grammy dan Academy Awards.
Kini, ekosistem JBL mencakup berbagai perangkat, seperti speaker portabel, headphone, dan soundbar.
JBL juga mulai mengeksplorasi pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pengalaman audio, salah satunya melalui mikrofon JBL EasySing yang dapat menghilangkan vokal secara waktu nyata.
Teknologi Audio Makin Dekat dengan Kreator
JBL turut memperkenalkan seri smart amplifier JBL BandBox yang menawarkan fitur pemisahan instrumen dan vokal atau stem isolation secara langsung dari perangkat.
Teknologi tersebut menunjukkan arah JBL yang tidak hanya menjadikan perangkat audio sebagai sarana konsumsi hiburan, tetapi juga alat untuk mendukung proses kreatif.
Komitmen tersebut diperkuat melalui berbagai program, termasuk JBL Music Academy. Program ini memberikan akses perangkat, teknologi, dan bimbingan kepada musisi, produser, serta pencipta lagu pendatang baru.
Melalui “Made to Be Heard”, JBL pun ingin menegaskan bahwa perjalanan 80 tahun mereka bukan sekadar soal menghasilkan suara berkualitas, melainkan turut membuka ruang bagi lebih banyak suara untuk dikenal.
3 Poin Penting:
- JBL meluncurkan identitas global “Made to Be Heard” di Asia Pasifik bertepatan dengan perayaan 80 tahun perusahaan.
- Fokus JBL bergeser dari pendengar ke pembuat karya, dengan menyoroti kreativitas, ekspresi diri, komunitas, dan keberagaman suara.
- Teknologi dan program kreatif terus diperluas, termasuk inovasi berbasis AI, JBL BandBox, serta JBL Music Academy untuk mendukung kreator baru.



