Komedian Nunung mengungkap cerita janggal yang terjadi pada usaha rumah makan miliknya di Solo, Jawa Tengah. Warung yang sebelumnya ramai pembeli disebut mengalami penurunan omzet secara drastis dalam dua hingga tiga bulan terakhir.
Kondisi tersebut membuat keluarga Nunung mulai bertanya-tanya. Pasalnya, di tengah merosotnya jumlah pelanggan, pihak keluarga yang mengelola rumah makan justru beberapa kali menemukan benda yang dianggap mencurigakan di sekitar area warung.
Salah satunya disebut berupa tanah kuburan yang ditemukan di halaman parkir hingga area menuju joglo rumah makan.
Nunung Awalnya Pilih Berpikir Positif
Nunung mengaku tidak langsung mengaitkan kondisi warung dengan hal-hal berbau mistis.
Perempuan bernama asli Tri Retno Prayudati itu justru lebih dulu meminta keluarga mengevaluasi kondisi internal, termasuk rasa makanan, kualitas bahan baku, dan pelayanan kepada pelanggan.
Nunung juga menyebut bahan makanan untuk warung tetap dibeli dalam kondisi segar setiap hari dan rasa masakan dinilai tidak mengalami perubahan.
Namun, sejumlah pelanggan tetap justru sempat bertanya kepada keluarganya karena mengira rumah makan tersebut sudah tutup, padahal warung tetap beroperasi setiap hari dan hanya libur pada Senin.
Pelanggan Datang, tetapi Tiba-tiba Putar Balik
Kejadian lain yang membuat keluarga semakin heran adalah beberapa kendaraan calon pelanggan yang tiba-tiba meninggalkan lokasi.
Nunung mengatakan pernah ada tiga mobil yang sudah masuk dan diarahkan oleh juru parkir, tetapi pengunjung tersebut mendadak memutar balik.
Menurut Nunung, keluarga kemudian melihat adanya pola antara penemuan benda-benda tersebut dengan kondisi pengunjung. Setelah benda yang dianggap mencurigakan dibuang, rumah makan disebut kembali ramai untuk sementara waktu.
Namun, sekitar sepekan kemudian, benda serupa kembali ditemukan sehingga keluarga harus mencarinya hingga ke sudut-sudut area warung.
Nunung Tetap Minta Keluarga Tidak Panik
Nunung mengatakan keluarga dan pegawai rumah makan kini harus lebih teliti memperhatikan kondisi lingkungan sekitar.
Ia juga tetap mengingatkan agar persoalan tersebut tidak membuat pihak pengelola mengabaikan evaluasi usaha secara nyata, seperti kualitas makanan dan pelayanan kepada pelanggan.
Statement:
Nunung
“Sebetulnya kalau aku pertama kali dikasih laporan, dikasih fotonya gitu, buat aku sih percaya gak percaya karena aku orangnya gak percayaan hal-hal kayak gitu. Cuma kalau dikait-kaitkan dengan sepinya warung, mulailah kita berpikir ke sana, tapi aku tetap positif terus, dan selalu bilang benahi ke dalam.”
“Banyak sekali langganan bilang ke adik saya, menanyakan kenapa warung tutup terus, padahal gak pernah tutup. Pernah juga ada tiga mobil datang sudah mau parkir dan sudah diarahkan tukang parkir, tapi tiba-tiba putar balik. Padahal itu terjadi beberapa kali.”
“Lucunya itu kalau habis dibuang, warung ramai lagi, banyak orang makan lumayan. Kemarin sudah dibuang, bertahan seminggu, lalu ada kiriman lagi. Kan mencari barang buangan itu susah, kadang sampai dicari ke sudut-sudut oleh para pegawai kalau pas lagi sepi.”
3 Poin Penting:
- Usaha rumah makan Nunung di Solo disebut mengalami penurunan omzet drastis dalam dua hingga tiga bulan terakhir.
- Keluarga beberapa kali menemukan benda yang dianggap mencurigakan, termasuk tanah yang disebut sebagai tanah kuburan, di sekitar area warung.
- Nunung mengaku tetap berpikir positif dan meminta keluarga mengevaluasi faktor internal usaha, meski melihat adanya pola antara penemuan benda tersebut dan kondisi pengunjung.



