Search
Search
Search

YouTube Ikuti Tren Dracin, Short Series Bikin Microdrama Makin Gampang Ditonton

Kamis, 8 Oktober 2026

Ilustrasi dracin (ist)

Tren microdrama alias serial drama berdurasi pendek sedang makin ramai di Indonesia.

Formatnya simpel: cerita dibagi menjadi sejumlah video pendek yang saling berurutan, tetapi hampir setiap episode dibuat menggantung sehingga penonton dibuat penasaran dan terdorong lanjut ke bagian berikutnya.

Di Tanah Air, tren ini juga populer dengan sebutan dracin atau drama China, seiring banyaknya serial pendek asal China yang beredar di berbagai platform.

Melihat kebiasaan tersebut, YouTube ikut tancap gas dengan meluncurkan fitur Short Series.

Fitur ini memungkinkan kreator menyusun beberapa video Shorts menjadi satu rangkaian cerita sehingga penonton tidak perlu repot mencari episode selanjutnya secara manual.

Shorts Kini Bisa Jadi Satu Cerita

Short Series sebenarnya sudah diperkenalkan YouTube dalam konferensi tahunan Made on YouTube pada September 2026. Namun, fitur tersebut baru diperkenalkan secara resmi untuk pasar Indonesia melalui gelaran YouTube Festival.

Kehadirannya menjadi respons YouTube terhadap pola konsumsi konten pendek yang semakin berkembang, terutama di kalangan penonton yang terbiasa menikmati cerita secara cepat dan bersambung.

Dengan Short Series, kreator dapat mengelompokkan sejumlah video Shorts ke dalam satu rangkaian cerita yang terstruktur. Penonton pun dapat menemukan episode dan mengikuti alur cerita dengan lebih mudah.

Fitur ini sudah tersedia di Indonesia, tetapi hanya akan muncul pada konten kreator yang telah mengaktifkan dan menggunakan fitur Short Series.

Peluang Baru bagi Kreator dan Brand

Menurut Veronica, tren serial pendek bukan hanya soal mengejar penonton, tetapi juga membuka ruang baru bagi kreator dan brand untuk bereksperimen dengan format storytelling.

Microdrama dapat menjadi cara untuk membuat cerita yang ringan, cepat dikonsumsi, tetapi tetap mampu mempertahankan rasa penasaran penonton dari satu episode ke episode berikutnya.

Selain Short Series, YouTube memperkenalkan Open Call, fitur yang ditujukan untuk mempertemukan brand dengan kreator secara lebih langsung.

Melalui Creator Partnership Hub, brand dapat memberikan brief kepada kreator. Kreator kemudian bisa memilih brief yang sesuai dan membuat konten berdasarkan kebutuhan kampanye. Indonesia menjadi salah satu negara pertama yang mendapatkan fitur tersebut.

Kolaborasi Brand-Kreator Makin Praktis

Jika konten yang dihasilkan memiliki performa bagus, brand dapat memperluas jangkauannya melalui Creator Partnership Boost, yang sebelumnya dikenal sebagai Partnership Ads.

Skema ini dirancang untuk membuat proses kolaborasi lebih praktis, sekaligus memberikan peluang tambahan bagi kreator untuk mendapatkan pemasukan dari kerja sama dengan brand.

Meski demikian, Open Call saat ini masih dalam tahap uji coba di Indonesia. YouTube belum memberikan kepastian mengenai kapan fitur tersebut akan tersedia secara penuh.

Di sisi lain, YouTube menilai perkembangan berbagai fitur baru tersebut sejalan dengan perubahan posisi platform yang kini tidak hanya menjadi tempat menonton video, tetapi juga bagian dari budaya digital dan aktivitas ekonomi.

YouTube Klaim Jadi Pusat Budaya Digital

Veronica menyebut YouTube telah berevolusi menjadi pusat budaya, koneksi, dan perdagangan.

Menurutnya, pengguna kini datang ke YouTube bukan hanya untuk mencari hiburan, tetapi juga mengikuti berbagai topik seperti olahraga, musik, dan gim.

Dari sisi jumlah penonton, YouTube mencatat sekitar 140 juta orang dewasa di Indonesia menonton platform tersebut setiap bulan pada 2026.

Angka itu disebut setara dengan sekitar 89 persen populasi daring Indonesia. YouTube juga menyebut platformnya berkontribusi sekitar Rp8,4 triliun terhadap PDB Indonesia sepanjang 2025 dan turut menciptakan sekitar 190.000 lapangan pekerjaan.

Kebiasaan Nonton Mulai Geser ke TV

Perubahan perilaku penonton juga terlihat dari perangkat yang digunakan. YouTube mencatat durasi menonton melalui connected TV di Indonesia tumbuh 30 persen secara tahunan pada 2026.

Artinya, meski konten pendek sedang naik daun, layar televisi yang terhubung internet tetap punya tempat dalam kebiasaan konsumsi video masyarakat.

Perkembangan ini menunjukkan ekosistem YouTube semakin luas, mulai dari microdrama yang ditonton secara cepat melalui Shorts hingga konten berdurasi panjang yang dinikmati bersama melalui layar besar.

Statement:

Veronica Utami, Country Director Google Indonesia

“Kami menyadari adanya tren ini, dan supaya pengalaman menonton menjadi lebih seamless, kami meluncurkan fitur baru yaitu Short Series.”

“YouTube sudah berevolusi, bukan lagi hanya sebuah platform video streaming, tapi menjadi the epicenter of culture, connection, and also commerce.”

“Ketika orang menonton di layar besar, di rumah, itu kan berarti mereka benar-benar memperhatikan, mereka engage.”

3 Poin Penting:

  • YouTube meluncurkan Short Series di Indonesia untuk mengikuti tren microdrama atau dracin dan memudahkan penonton mengikuti cerita berseri dalam format Shorts.
  • Open Call hadir untuk mempertemukan brand dan kreator, tetapi fitur tersebut masih dalam tahap uji coba di Indonesia.
  • YouTube mencatat 140 juta penonton dewasa bulanan di Indonesia pada 2026, sementara durasi menonton melalui connected TV tumbuh 30 persen secara tahunan.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan