Banyak destinasi wisata dunia selalu ramai dikunjungi pelancong, mulai dari Paris di Prancis hingga Tokyo di Jepang.
Namun, di balik popularitas tempat-tempat tersebut, ada sejumlah negara yang justru masih jarang masuk dalam daftar liburan wisatawan internasional.
Padahal, negara-negara ini menyimpan pesona alam, sejarah, dan budaya yang tidak kalah menarik untuk dijelajahi.
Mengutip Young Pioneer Tours, beberapa negara memiliki jumlah kunjungan wisatawan yang relatif rendah karena lokasinya terpencil, akses transportasi terbatas, hingga kondisi keamanan yang perlu diperhatikan.
Dari kepulauan kecil di Samudra Pasifik hingga negara di Afrika, berikut 10 negara paling jarang dikunjungi wisatawan yang menawarkan pengalaman berbeda dari destinasi wisata mainstream.
1. Nauru dan Somalia, Destinasi yang Tak Banyak Dilirik
Nauru menjadi salah satu negara dengan jumlah kunjungan wisatawan paling rendah. Pada 2019, negara kepulauan di Samudra Pasifik ini tercatat menerima sekitar 200 kunjungan wisatawan.
Meski wilayahnya kecil, Nauru memiliki daya tarik berupa Anibare Bay, pemandangan pantai, serta peninggalan sejarah Perang Dunia II. Namun, akses penerbangan regional yang terbatas membuat perjalanan ke negara ini membutuhkan perencanaan ekstra.
Somalia juga termasuk negara yang jarang dikunjungi wisatawan internasional, salah satunya karena situasi keamanan. Meski begitu, wilayah seperti Somaliland menawarkan pengalaman budaya yang berbeda.
Hargeisa, misalnya, memiliki kehidupan masyarakat dan lanskap yang menarik bagi pelancong yang ingin mengenal kawasan di luar jalur wisata populer.
Wisatawan yang mempertimbangkan perjalanan ke wilayah ini perlu memeriksa informasi keamanan dan rekomendasi perjalanan resmi terlebih dahulu.
2. Tuvalu dan Kiribati, Surga Tropis di Samudra Pasifik
Tuvalu merupakan negara kepulauan yang relatif terpencil dengan akses perjalanan terbatas. Jumlah kunjungan wisatawannya diperkirakan sekitar 2.000 orang per tahun.
Di negara ini, wisatawan dapat menjelajahi Funafuti, menikmati suasana pulau yang tenang, hingga mencoba aktivitas berpindah antarpulau atau island hopping.
Salah satu pengalaman uniknya adalah melihat landasan bandara yang digunakan warga untuk beraktivitas ketika tidak ada penerbangan.
Tak jauh dari kawasan Pasifik, Kiribati menawarkan keindahan atol, perairan tropis, dan pulau-pulau kecil yang menarik bagi pencinta wisata bahari.
Selain menikmati pemandangan laut, wisatawan dapat menjelajahi pulau dan melihat sejumlah peninggalan Perang Dunia II.
Meski memiliki potensi wisata alam, Kiribati juga menghadapi ancaman kenaikan permukaan laut akibat perubahan iklim yang dapat memengaruhi kehidupan masyarakat serta masa depan wilayah pesisirnya.
3. Sudan Selatan dan Guinea Ekuatorial, Menyimpan Pesona Afrika
Sudan Selatan merupakan negara yang merdeka pada 2011 dan dikenal sebagai negara termuda di dunia berdasarkan tahun kemerdekaannya.
Negara ini memiliki lanskap alam luas serta keragaman budaya yang menarik untuk dipelajari. Meski demikian, jumlah wisatawan internasional yang datang masih terbatas.
Kondisi keamanan menjadi faktor penting yang harus dipertimbangkan, sehingga calon pengunjung perlu memeriksa advis perjalanan dan persyaratan masuk terbaru sebelum merencanakan kunjungan.
Sementara itu, Guinea Ekuatorial termasuk negara Afrika yang belum banyak menjadi tujuan wisata internasional. Jumlah kunjungannya disebut mencapai sekitar 5.700 wisatawan dalam data yang dirujuk.
Ibu kotanya, Malabo, memiliki bangunan dengan arsitektur kolonial yang menarik untuk dijelajahi. Negara ini juga menyimpan kekayaan alam, termasuk kawasan hutan yang menjadi habitat satwa liar seperti gorila, simpanse, dan gajah hutan.
Potensi tersebut menjadikannya destinasi menarik bagi wisatawan yang tertarik pada sejarah, budaya, dan ekowisata.
4. Kepulauan Marshall dan Libya, Perpaduan Sejarah dan Alam
Kepulauan Marshall menawarkan suasana pulau yang tenang dengan kehidupan masyarakat lokal yang relatif santai.
Negara di Samudra Pasifik ini terdiri atas banyak pulau dan atol, dengan Majuro sebagai pusat pemerintahan sekaligus salah satu lokasi yang dapat dijelajahi wisatawan.
Aktivitas yang bisa dilakukan meliputi mencicipi kuliner lokal, menyelam, dan menikmati pemandangan laut. Bikini Atoll juga dikenal karena sejarah Perang Dunia II dan pengujian senjata nuklir yang pernah berlangsung di kawasan tersebut.
Di sisi lain, Libya memiliki kekayaan sejarah yang berasal dari peradaban Yunani dan Romawi, ditambah bentang Gurun Sahara yang luas. Situs arkeologi dan lanskap gurun menjadi bagian dari potensi wisata negara di Afrika Utara ini.
Namun, situasi politik dan keamanan membuat perjalanan ke Libya membutuhkan perhatian serius. Wisatawan perlu mengikuti informasi terbaru dari otoritas resmi, memeriksa advis perjalanan, serta memahami ketentuan masuk sebelum mempertimbangkan kunjungan.
5. Niue serta São Tomé dan Príncipe, Pilihan untuk Pencinta Alam
Niue merupakan pulau kecil di Pasifik Selatan yang menawarkan pemandangan laut jernih dan suasana tropis. Dengan sekitar 8.000 kunjungan per tahun berdasarkan data yang dirujuk, Niue masih tergolong sepi dibandingkan destinasi populer dunia.
Wisatawan dapat melakukan penyelaman, memancing, menjelajahi gua, atau berperahu untuk menikmati keindahan pesisir.
Penerbangan menuju pulau ini umumnya tersedia dari Auckland, Selandia Baru, sehingga jadwal dan koneksi penerbangan perlu direncanakan dengan baik.
Sementara itu, São Tomé dan Príncipe merupakan negara kepulauan di lepas pantai barat Afrika yang menawarkan pantai tropis, suasana tenang, serta kehidupan pulau yang jauh dari keramaian.
Berdasarkan data 2019 yang dikutip, negara ini menerima sekitar 8.000 kunjungan wisatawan. Destinasi tersebut cocok bagi pelancong yang ingin menikmati alam dan mengenal budaya lokal.
Meski demikian, fasilitas perjalanan, jadwal penerbangan, serta ketentuan visa perlu diperiksa sesuai kewarganegaraan masing-masing wisatawan.
Sepuluh negara tersebut menunjukkan bahwa destinasi wisata menarik tidak selalu berada di pusat pariwisata dunia.
Tempat yang jarang dikunjungi bisa menawarkan pengalaman berbeda, mulai dari menjelajahi alam tropis hingga mengenal sejarah dan budaya setempat.
Namun, jumlah kunjungan yang rendah bukan satu-satunya tolok ukur keunikan sebuah negara. Calon wisatawan tetap perlu mempertimbangkan aksesibilitas, fasilitas, kondisi keamanan, dan dampak perjalanan terhadap masyarakat maupun lingkungan.
3 Poin Penting:
- Banyak destinasi belum populer menyimpan potensi besar. Nauru, Tuvalu, Kiribati, dan Niue menawarkan suasana pulau tropis serta wisata bahari yang relatif jauh dari keramaian.
- Sejarah dan budaya menjadi daya tarik tersendiri. Guinea Ekuatorial, Libya, Kepulauan Marshall, dan Somalia memiliki kekayaan budaya, situs bersejarah, atau lanskap alam yang menarik untuk dipelajari.
- Keamanan dan akses perjalanan wajib diperhatikan. Negara seperti Somalia, Sudan Selatan, dan Libya memerlukan pemeriksaan advis perjalanan resmi, sementara destinasi kepulauan umumnya membutuhkan perencanaan transportasi yang matang.



