Rumah produksi Starvision kembali menghadirkan karya terbaru melalui film Datang Akan Pergi, sebuah film horor-misteri yang memadukan petualangan anak muda, drama pendewasaan, dan teror di tengah hutan.
Ditulis sekaligus disutradarai oleh Upi dan diproduseri Chand Parwez Servia, film ini mulai menarik perhatian setelah merilis first look yang memperlihatkan kisah anak-anak muda di tengah situasi penuh teka-teki.
Dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 24 Desember 2026, film ini menawarkan pengalaman horor yang tidak hanya mengandalkan suasana mencekam, tetapi juga menyimpan pertanyaan tentang hilangnya sejumlah anak muda.
Dalam first look yang dirilis, suasana awalnya terlihat seperti petualangan biasa ketika sekelompok anak muda menjelajahi hutan dan menikmati kegiatan berkemah.
Namun, suasana tersebut perlahan berubah menjadi ancaman ketika muncul sosok-sosok bertopeng yang mengejar mereka. Potongan adegan itu membangun rasa penasaran tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik hutan tersebut.
Dari sudut pandang penonton, premis ini menjadi menarik karena mengubah aktivitas yang identik dengan kebersamaan dan kesenangan menjadi situasi penuh ketidakpastian.
Meski begitu, tantangan bagi film ini adalah memastikan misteri yang dibangun memiliki cerita kuat, bukan sekadar rangkaian adegan kejar-kejaran untuk memancing ketegangan.

Debut Iqby Gazza dan Eksplorasi Karakter Shareefa Daanish
Salah satu daya tarik Datang Akan Pergi adalah kehadiran Iqby Gazza sebagai pemeran utama. Film ini menjadi debut Iqby di layar lebar, sekaligus kesempatan bagi aktor muda tersebut untuk menunjukkan kemampuan aktingnya dalam genre horor-misteri.
Ia akan beradu peran dengan Shareefa Daanish, yang tampil dengan eksplorasi karakter berbeda.
Perpaduan aktor muda dan pemain berpengalaman ini berpotensi menghadirkan dinamika menarik, terutama ketika cerita menempatkan para karakternya dalam situasi yang menguji keberanian, kepercayaan, dan kemampuan bertahan.
Nuansa film semakin diperkuat dengan penggunaan lagu Sampai Jumpa dari grup band Endank Soekamti sebagai musik latar dalam first look.
Lagu yang memiliki kesan emosional tersebut menciptakan kontras dengan visual perburuan di tengah hutan. Pendekatan ini bisa menjadi cara untuk membangun rasa kehilangan sekaligus menanamkan pertanyaan mengenai nasib para karakter.
Namun, keberhasilan film tidak cukup hanya bertumpu pada perpaduan musik dan visual yang menarik.
Penonton juga membutuhkan perkembangan karakter yang masuk akal agar ketegangan terasa lebih dekat, khususnya bagi generasi muda yang menjadi bagian penting dari cerita.
Upi dan Starvision Menawarkan Horor dengan Pendekatan Berbeda
Produser Chand Parwez Servia menyebut film ini sebagai bagian dari upaya Starvision untuk menghadirkan karya dengan pendekatan baru yang tetap berangkat dari keresahan dekat dengan penonton.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa film ini tidak hanya diposisikan sebagai hiburan menegangkan, tetapi juga sebagai upaya memperluas eksplorasi cerita horor di perfilman Indonesia.
Sementara itu, Upi mengungkapkan bahwa proyek ini memberikan pengalaman kreatif baru melalui kolaborasi dengan kru dan jajaran aktor dari generasi lebih muda.
Perpaduan drama coming of age dan horor menjadi elemen yang patut diperhatikan karena membuka ruang bagi cerita tentang proses pendewasaan, relasi antarteman, dan pilihan sulit di tengah ancaman.
Bertabur Bintang, Siap Meramaikan Bioskop Akhir Tahun
Selain Iqby Gazza dan Shareefa Daanish, film Datang Akan Pergi turut dibintangi Jeremie Moeremans, Nicholas Anderson, Baim Alkatiri, Widuri Puteri, Razan Zu, Surya Saputra, Marissa Anita, Keysha Angelica, Zack Lee, Ratu Felisha, Okan Kornelius, Izabel Jahja, Jofa Knoch, Anasya Makahekum, Arkhan Daud, Alesia Nishka, Gilbert Pattiruhu, Haydar Salishz, Sari Nila, Ina Rosalien, Afrian Arisandy, Dara Warganegara, Yeremia Luddin, Daffa Saputra, dan Farell Akbar.
Film ini juga menghadirkan penampilan spesial dari grup band Sukses Lancar Rejeki.
Dengan jajaran pemain yang beragam, film ini memiliki peluang untuk menyajikan hubungan antarkarakter yang kompleks, meski efektivitasnya tetap bergantung pada pembagian peran dan kedalaman cerita.
Bagi Upi dan Starvision, proyek ini melanjutkan kolaborasi yang sebelumnya menghasilkan sejumlah film, termasuk Petaka Gunung Gede (2025) dan Agensi Rumah Tangga (2026).
Kehadiran Datang Akan Pergi pada 24 Desember 2026 turut menambah pilihan tontonan bioskop menjelang akhir tahun.
Bagi calon penonton, first look bisa menjadi gambaran awal mengenai atmosfer dan konflik film, tetapi keputusan untuk menonton tetap sebaiknya mempertimbangkan perkembangan cerita serta respons setelah film dirilis.
Sementara itu, bagi industri film Indonesia, perpaduan horor, misteri, dan drama pendewasaan menjadi peluang untuk menawarkan cerita yang lebih berlapis.
Informasi terbaru mengenai film ini dapat diikuti melalui Instagram @starvisionplus dan @filmdatangakanpergi, serta TikTok @StarvisionMovie.
Statement:
Chand Parwez Servia, Produser Starvision
“Starvision selalu menghadirkan karya-karya yang fresh dengan bentuk-bentuk baru. Namun, yang terpenting juga mengangkat cerita dari keresahan yang dekat dengan penonton. Lewat film Datang Akan Pergi, Starvision ingin menghadirkan pengalaman horor yang berbeda dan belum pernah kami eksplorasi sebelumnya.”
Upi, Sutradara
“Pengalaman yang sangat menyenangkan bisa bekerja sama dengan para kru yang jauh lebih muda generasinya dari saya, dan jajaran aktor yang juga muda, memberikan energi baru dalam eksplorasi berkarya. Datang Akan Pergi akan membawa cerita drama coming of age yang dibalut dengan horor-misteri, yang bisa dibilang ini menjadi tantangan baru secara teknis pengerjaannya bagi saya, setelah mengambil jeda setahun syuting.”
3 Poin Penting:
- Jadwal tayang: Film Datang Akan Pergi dijadwalkan hadir di bioskop Indonesia mulai 24 Desember 2026.
- Cerita dan pemeran: Menggabungkan horor-misteri, petualangan di tengah hutan, dan drama coming of age, dengan Iqby Gazza sebagai pemeran utama dalam debutnya serta Shareefa Daanish dalam eksplorasi karakter berbeda.
- Kreator dan daya tarik: Disutradarai Upi dan diproduseri Chand Parwez Servia, film ini menawarkan pendekatan horor baru dengan dukungan jajaran pemain lintas generasi.


