Seni sastra Indonesia kembali mendapatkan ruang ekspresi dengan pendekatan yang lebih segar melalui pertunjukan bertajuk Syair Bumi.
Digagas oleh Renny Djajoesman Enterprise, pagelaran ini mencoba membawa puisi keluar dari kesan konvensional dengan memadukan pembacaan karya sastra, seni tari, dan musik rap.
Konsep tersebut menjadi upaya menarik untuk mempertemukan kekayaan sastra Indonesia dengan perkembangan budaya populer, terutama agar generasi muda semakin dekat dengan dunia puisi.
Pertunjukan ini akan mengangkat karya lima penyair besar Indonesia, yakni WS Rendra, Taufik Ismail, Gus Mus atau KH Ahmad Mustofa Bisri, Sutardji Calzoum Bachri, serta Yudhistira ANM Massardi.
Karya-karya mereka akan diterjemahkan ke dalam pertunjukan audio dan visual yang lebih dinamis tanpa meninggalkan nilai sastra aslinya.
Menariknya, Syair Bumi tidak sekadar ingin menjadi tontonan seni, tetapi juga membawa misi literasi agar puisi kembali mendapatkan tempat di tengah kehidupan masyarakat modern.
Syair Bumi, Cara Baru Mendekatkan Puisi kepada Generasi Muda
Penyelenggara Syair Bumi, Renny Djajoesman, menjelaskan bahwa pertunjukan ini dirancang sebagai sarana literasi puisi yang dapat dinikmati berbagai kalangan, khususnya pelajar dan mahasiswa.
Salah satu hal yang membuat acara ini menarik adalah seluruh penonton bisa menyaksikannya secara gratis.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena akses terhadap kegiatan seni dan budaya seharusnya tidak selalu dibatasi oleh kemampuan ekonomi penontonnya.
Renny, yang dikenal sebagai penyanyi rock dan pop-rock era 1980-an serta memiliki kedekatan dengan dunia teater, ingin menghadirkan pengalaman sastra yang lebih relevan dengan kebiasaan generasi Z.
Salah satu konsep yang paling mencuri perhatian adalah keterlibatan grup rapper asal Papua beranggotakan tujuh personel. Mereka akan membawakan karya Sutardji Calzoum Bachri melalui interpretasi musik rap.
Rapper Papua dan Kolaborasi Seni Lintas Generasi
Keterlibatan grup rapper dari Papua menjadi salah satu daya tarik utama Syair Bumi. Kolaborasi ini memperlihatkan bahwa puisi tidak harus selalu disampaikan melalui pembacaan dengan intonasi formal atau suasana panggung yang serius.
Musik rap yang identik dengan permainan ritme dan kekuatan lirik justru berpotensi menghadirkan interpretasi baru terhadap karya sastra.
Dari sudut pandang generasi muda, pendekatan seperti ini bisa menjadi pintu masuk untuk mengenal penyair Indonesia yang mungkin selama ini hanya mereka temui melalui buku pelajaran.
Lebih jauh, perpaduan puisi, tari, dan musik rap juga membuka ruang dialog antara tradisi dan ekspresi kontemporer.
Karya para penyair legendaris tidak hanya dipertahankan sebagai warisan literasi, tetapi diberikan kesempatan untuk hidup kembali melalui medium yang berbeda.
Tantangannya adalah bagaimana setiap interpretasi tetap menghormati pesan, karakter, dan kedalaman karya aslinya.
Dengan demikian, inovasi pertunjukan tidak sekadar menjadi strategi menarik perhatian, melainkan benar-benar memperkaya cara masyarakat memahami sastra.
Jadwal Pertunjukan Jakarta dan Surabaya, Target 10 Kota
Pagelaran Syair Bumi dijadwalkan memulai rangkaian pertunjukannya di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, pada Kamis, 12 November 2026, pukul 19.00–20.30 WIB.
Setelah itu, pertunjukan akan berlanjut ke Surabaya pada 24 November 2026, pukul 13.00–15.00 WIB, bertempat di Gedung Cak Durasim, Genteng Kali.
Dalam rangkaian ini, Renny Djajoesman juga akan tampil sebagai pembaca puisi bersama Jose Rizal Manua yang sekaligus bertindak sebagai sutradara.
Renny berharap Syair Bumi dapat menjangkau hingga 10 kota di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Untuk lokasi berikutnya, penyelenggaraan akan menyesuaikan kesepakatan dengan dinas kebudayaan setempat.
Kegiatan ini turut didukung PT Freeport Indonesia, Kementerian Kebudayaan RI, Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, serta Dinas Kebudayaan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kantor Gubernur Jawa Timur.
Pada akhirnya, keberhasilan Syair Bumi bukan hanya diukur dari jumlah kota yang dikunjungi, tetapi juga sejauh mana pertunjukan ini mampu menumbuhkan ketertarikan masyarakat terhadap sastra.
Sebab, puisi tidak harus berhenti di halaman buku; ia bisa hadir di panggung, menyatu dengan musik, dan menjadi bagian dari percakapan generasi masa kini.
Statement:
Renny Djajoesman
“Uniknya kegiatan ini tujuannya adalah literasi puisi sehingga penonton tidak dikenakan biaya alias gratis dengan target sasaran adalah para pelajar dan mahasiswa.”
“Jadi dalam parade puisi ini kami juga menampilkan grup Rapper dari Papua terdiri dari 7 personil yang akan membawakan karya Sutarji Calzoum Bachri dengan gaya Rap untuk pertama kalinya di negeri ini.”
3 Poin Penting:
-
Menggabungkan tiga disiplin seni: Syair Bumi memadukan pembacaan puisi, tari, dan musik rap dengan menghadirkan karya lima penyair besar Indonesia.
-
Gratis untuk masyarakat: Pertunjukan ini mengusung misi literasi puisi dengan sasaran utama pelajar dan mahasiswa, termasuk penampilan grup rapper asal Papua yang beranggotakan tujuh orang.
-
Target 10 kota: Pertunjukan dimulai di Jakarta pada 12 November 2026 dan berlanjut ke Surabaya pada 24 November 2026, dengan target ekspansi ke 10 kota di Pulau Jawa.



