Search

Penelitian Ungkap Potensi Bahaya Ngupil Terkait Penyakit Alzheimer

Jumat, 15 Agustus 2025

Ilustrasi ngupil (istimewa)

Sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh ilmuwan dari Griffith University, Australia, mengungkapkan potensi hubungan antara kebiasaan ngupil dan penyakit otak serius seperti Alzheimer.

Meski baru diuji pada tikus, temuan ini menunjukkan bahwa ngupil yang melukai jaringan di dalam hidung dapat membuka jalur bagi bakteri berbahaya untuk mencapai otak.

Bakteri Penyebab Pneumonia Ditemukan di Otak

Riset tersebut berfokus pada bakteri bernama Chlamydia pneumoniae, yang diketahui dapat menyebabkan pneumonia pada manusia.

Para peneliti menemukan bahwa bakteri ini juga hadir dalam jumlah tinggi di otak manusia penderita demensia tahap lanjut.

Dalam percobaan pada tikus, bakteri ini mampu menyebar melalui saraf olfaktori, yang menghubungkan rongga hidung langsung ke otak.

Ngupil Mempermudah Jalur Infeksi

Menurut penelitian, ketika jaringan pelindung di rongga hidung rusak—seperti akibat ngupil—infeksi bakteri menjadi lebih parah.

Kerusakan ini memicu respons di otak tikus yang memproduksi protein amyloid-beta. Penumpukan protein ini merupakan salah satu tanda utama penyakit Alzheimer.

Kecepatan Infeksi yang Mengkhawatirkan

Ahli saraf James St John menyatakan bahwa yang paling mengejutkan adalah kecepatan bakteri dalam menginfeksi sistem saraf pusat tikus, yaitu hanya dalam 24 hingga 72 jam.

Ia menekankan bahwa hidung dapat menjadi “jalur cepat” bagi bakteri dan virus untuk masuk ke otak, membuat temuan ini sangat mengkhawatirkan jika terbukti sama pada manusia.

Pentingnya Penelitian Lebih Lanjut pada Manusia

Meskipun temuan ini belum dapat membuktikan efek yang sama pada manusia, para ilmuwan meyakini bahwa riset ini adalah petunjuk penting dalam memahami penyebab Alzheimer yang masih misterius.

St John menegaskan perlunya penelitian lanjutan pada manusia untuk mengkonfirmasi mekanisme ini dan memahami bagaimana bakteri tersebut bisa sampai ke otak.

Saran untuk Mencegah Risiko

Mengingat potensi bahayanya, para peneliti menyarankan agar masyarakat menghindari kebiasaan ngupil atau mencabut bulu hidung yang dapat merusak jaringan pelindung.

Menjaga kesehatan hidung dianggap sebagai langkah sederhana namun penting untuk melindungi kesehatan otak dari infeksi yang mungkin berperan dalam perkembangan penyakit neurodegeneratif.

Alzheimer sebagai Penyakit Kompleks

Penelitian ini juga menguatkan keyakinan bahwa Alzheimer adalah penyakit yang kompleks, bukan hanya disebabkan oleh faktor usia.

Faktor lingkungan, termasuk infeksi dari bakteri dan virus, diduga kuat memiliki peran penting. Dengan demikian, menjaga kebersihan dan kesehatan hidung bisa menjadi salah satu strategi pencegahan yang layak dipertimbangkan.

Statement:

James St John (Ahli Saraf Griffith University)

“Kami adalah pihak pertama yang menunjukkan bahwa Chlamydia pneumoniae dapat langsung masuk ke otak melalui hidung dan memicu patologi mirip Alzheimer.”

“Kami melihat ini pada model tikus, dan buktinya cukup mengkhawatirkan jika hal yang sama terjadi pada manusia.”

“Kami perlu melakukan penelitian pada manusia untuk memastikan apakah jalur ini bekerja dengan cara yang sama.”

“Bakteri dan virus kemungkinan punya peran penting… Karena itu, menjaga kesehatan hidung.”

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan