Pemain muda Barcelona, Lamine Yamal, menanggapi kritik pelatihnya, Hansi Flick, yang menyebut “ego” sebagai salah satu penyebab hasil imbang 1-1 melawan Rayo Vallecano.
Yamal membantah pernyataan tersebut dan menegaskan bahwa hasil buruk itu lebih disebabkan oleh kurangnya intensitas tim di awal musim.
Yamal, yang mencetak gol penalti dalam pertandingan tersebut, tetap menjadi andalan Barcelona dengan kontribusi dua gol dan dua assist dalam tiga pertandingan La Liga.
Ia mengatakan bahwa kekecewaan setelah hasil imbang adalah hal wajar, namun ia tidak setuju jika ego menjadi kambing hitam.
Sorotan Kehidupan Pribadi
Dalam Goal disebut pemain berusia 18 tahun itu juga menanggapi perhatian publik terhadap kehidupan pribadinya. Ia mengaku tidak terpengaruh oleh isu-isu yang beredar di luar lapangan, termasuk investigasi terkait pesta ulang tahunnya.
Menurut Yamal, ia hanya mendengarkan orang-orang terdekatnya yang benar-benar mengetahui situasi sebenarnya. Ia yakin mentalitas ini adalah kunci kesuksesannya.
Pertandingan Barcelona berikutnya melawan Valencia pada 15 September akan menjadi ujian penting bagi tim untuk kembali ke jalur kemenangan dan membuktikan bahwa mereka bisa mengatasi isu-isu internal.
Statement:
Lamine Yamal (kepada media RTVE)
“Saya rasa ini lebih karena kami tidak memulai musim dengan intensitas seperti yang kami miliki di akhir musim lalu, bukan soal ego di ruang ganti.”
“Saya tak terpengaruh dengan apa kata orang. Saya menyadari bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup saya pasti akan dibicarakan, dan sebagian besar hanya karangan.”



