Uni Eropa resmi memberlakukan larangan penggunaan trimetilbenzoil difenilfosfin oksida (TPO), bahan kimia yang umum digunakan dalam kuteks berbasis gel.
Aturan yang berlaku sejak Senin (1/9) ini melarang distributor di seluruh Uni Eropa memasok produk yang mengandung TPO, mendesak pemilik salon kecantikan untuk mengambil tindakan.
Mengutip ABC News, Larangan ini didasarkan pada hasil penelitian terhadap hewan yang menunjukkan adanya potensi masalah kesehatan dari paparan TPO.
Meskipun belum ada kepastian apakah kuteks gel menimbulkan masalah serupa pada manusia, Uni Eropa mengambil langkah preventif.
Kuteks Paling Disukai
Kuteks gel sendiri telah lama disukai karena sifatnya yang cepat kering dan tahan lama, namun para ahli juga menyoroti risiko kesehatan lainnya.
Proses pengeringan kuteks gel yang menggunakan paparan sinar ultraviolet (UV) berulang kali dapat meningkatkan risiko kanker kulit dan penuaan dini.
Selain itu, kandungan akrilat dan metakrilat dalam kuteks gel dapat memicu reaksi alergi.
Proses penghapusan kuteks gel yang tidak hati-hati juga bisa merusak kuku, menyebabkan retak, terkelupas, atau bintik-bintik putih yang membutuhkan waktu lama untuk pulih.
Statement:
Dokter spesialis kulit, Chey Ranasinge
“Kita sudah terpapar sinar UV dalam aktivitas sehari-hari. Ditambah lagi dengan paparan sinar UV selama proses pengeringan kuteks. Hal ini bisa meningkatkan risiko kerusakan kulit.”
“Masalah-masalah tersebut bisa memakan waktu berbulan-bulan untuk pulih seiring dengan pertumbuhan kuku yang rusak.”
![peluncuran label Nutri-Level [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/1467305477.jpg-300x169.webp)
![bahaya Covid-19 "Cicada" [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/WhatsApp-Image-2022-09-06-at-12.02.48-1-300x225.jpeg)

![ilustrasi virus cicada [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/covid-virus-3d-modeling-scaled-1-300x214.jpg)