Presiden RI Prabowo Subianto akhirnya angkat bicara terkait gelombang demonstrasi yang mengusung tuntutan rakyat “17+8”.
Dalam pernyataannya di Hambalang, Jawa Barat, ia mengaku sudah mempelajari secara mendalam poin-poin yang dirangkum oleh berbagai pihak dari demonstrasi yang berlangsung sejak akhir Agustus hingga awal September.
Prabowo menilai, sebagian besar tuntutan tersebut memiliki dasar yang kuat dan “sangat masuk akal” untuk direalisasikan, meskipun ada beberapa poin yang memerlukan perundingan lebih lanjut.
Respons Positif Presiden
Secara khusus, Prabowo memberikan respons positif terhadap desakan untuk membentuk tim investigasi independen.
Tuntutan ini muncul pasca insiden tragis yang menimpa Affan Kurniawan, seorang sopir ojek daring yang tewas terlindas kendaraan taktis polisi.
Menurutnya, usulan ini adalah langkah yang logis dan perlu didiskusikan lebih lanjut mengenai bentuk dan mekanismenya.
Respons ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menanggapi kasus-kasus kekerasan yang melibatkan aparat.
Tak Semua Tuntutan Diterima
Namun, tidak semua tuntutan diterima tanpa syarat. Terkait permintaan untuk menarik militer dari pengamanan sipil, Prabowo Subianto memiliki pandangan berbeda.
Ia menganggap tuntutan ini masih “debatable”. Menurutnya, tugas TNI sebagai penjaga pertahanan negara juga mencakup perlindungan masyarakat dari berbagai ancaman, termasuk terorisme dan kerusuhan.
Ia menyatakan akan melaksanakan tugas yang diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Pernyataan ini menunjukkan bahwa pemerintah akan tetap melibatkan TNI dalam situasi keamanan tertentu yang dianggap membahayakan.
Prabowo juga menyoroti pentingnya sikap proporsional dari aparat penegak hukum. Ia menegaskan bahwa setiap petugas yang terbukti bertindak di luar batas profesionalisme akan dimintai pertanggungjawaban.
Ia pun memastikan adanya sanksi etik dan hukum bagi aparat yang tidak proporsional.
Sebagai bukti, ia mencontohkan beberapa kasus yang sudah ditindaklanjuti, bahkan ada aparat yang telah diberhentikan.
Komitmen ini diharapkan dapat menjadi jaminan bagi masyarakat bahwa tindakan kekerasan tidak akan ditoleransi.
Imbauan Aksi Damai
Presiden juga mengimbau agar setiap demonstrasi dapat dilakukan secara damai. Ia mengecam keras tindakan anarkis seperti pembakaran fasilitas umum.
Prabowo mengingatkan kembali insiden tragis di Makassar, di mana empat orang ASN (Aparatur Sipil Negara) meninggal akibat gedung DPRD dibakar oleh pihak tak bertanggung jawab.
Ia menyebut tindakan ini sebagai “gerakan yang tergolong sangat membahayakan dan mengancam nyawa orang lain”.
Stetement:
Presiden RI Prabowo Subianto
“Saya katakan, tuntutan saya kira banyak yang masuk akal, banyak yang menurut saya normatif dan bisa kita bicarakan dengan baik.”
“Saya kira kalau tim investigasi independen ini masuk akal. Saya kira itu masuk akal, saya kira bisa dibicarakan dan nanti kita lihat bentuknya kayak gimana.”
“Jadi, terorisme itu ancaman, membakar-bakar ancaman, membuat kerusuhan itu ancaman kepada rakyat, masa tarik TNI dari pengamanan sipil, itu menurut saya debatable, tapi saya akan melaksanakan tugas yang diberikan oleh UUD kepada saya.”
“Kalau tidak bertindak proporsional, petugas juga harus bertanggung jawab. Dan kita sudah buktikan kan, ada yang ditindak, ada yang diinvestigasi, bahkan kalau tidak salah sudah ada yang diberhentikan. Jadi, harus proporsional.”
“Tapi, sekali lagi, gerakan bakar-bakar di seluruh dunia, ini adalah gerakan yang tergolong sangat membahayakan dan mengancam nyawa orang lain. Terbukti ada empat orang di Makassar tidak berdosa, ASN yang mati karena kebakaran.”
![ilustrasi 1000 hunian sppg [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/69dc764898304-300x200.jpg)
![Dadan Hindayana-Kepala Badan Gizi Nasional [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/896447_1200-300x169.jpg)
![Kasus Lab Vape Narkoba [dok. ist]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/mnM45FVCzU.jpeg-300x169.webp)
![Gubernur Jateng Ahmad Luthfi [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/Rembug-Media-scaled-1-300x200.jpeg)