Pembalap Ducati, Marc Marquez, mencetak rekor baru dengan perolehan poin terbanyak dalam satu musim MotoGP.
Dengan 11 kemenangan balapan panjang, total poin yang dikumpulkan Marquez mencapai 512 poin. Ia hanya butuh keunggulan tiga poin dari Alex Marquez untuk mengunci gelar di GP Jepang, Sirkuit Motegi.
Penurunan Performa Francesco Bagnaia
Di sisi lain, pebalap Ducati lainnya, Francesco “Pecco” Bagnaia, tengah menghadapi masa-masa sulit.
Pada MotoGP San Marino, ia pulang dengan tangan hampa setelah finis di posisi ke-13 pada sprint race dan terjatuh saat balapan utama.
Ini adalah kali kedua Bagnaia gagal meraih poin penuh dalam satu pekan balapan musim ini, setelah sebelumnya di MotoGP Prancis.
Frustrasi dan Ketegangan di Kubu Ducati
Penampilan buruk ini memicu ketegangan, bahkan manajer umum Ducati, Gigi Dall’Igna, secara blak-blakan mengakui bahwa ia sudah kehilangan kesabaran terhadap Bagnaia.
Davide Tardozzi, bos tim Ducati, juga menyatakan bahwa Bagnaia perlu belajar mengatasi masalah tersebut.
Bagnaia sendiri tak menutupi rasa frustrasinya. Ia merasa sudah berusaha keras, namun hasil yang didapat tidak sesuai harapan.
Ia mendesak timnya untuk menemukan jawaban atas kesulitan yang dialaminya dengan motor GP25.

Harapan pada Sesi Tes Terakhir
MotoGP akan mengadakan tes terakhir musim ini di Sirkuit Misano, memberikan kesempatan bagi Bagnaia untuk mencari set-up motor yang lebih baik.
Namun, Dall’Igna mengingatkan bahwa perubahan besar tidak dapat terjadi dalam satu hari.
Pengalaman Positif Marc Marquez dengan Sesi Tes
Sesi tes ini sangat penting, serupa dengan tes pra-musim di Aragon yang membantu Marc Marquez menemukan set-up ideal motornya. Fondasi ini menjadi kunci bagi penampilan dominan Marquez di pertengahan musim.
Bagnaia kini berfokus pada misi mengamankan posisi ketiga klasemen dari ancaman Marco Bezzecchi, dengan selisih poin yang semakin tipis.
Statement:
Francesco Bagnaia (mengutip Sky Italia)
“Kesabaran saya mulai habis. Ini sulit,” kata kepada Sky Italia.
“Usaha saya sangat besar, kepala saya kuat. Saya tidak akan kehilangan kepercayaan diri pada potensi saya dan tim saya. Kami akan terus bekerja, dan suatu hari nanti kami akan kembali. Saya harap itu akan segera terjadi. Kami harus bekerja lebih keras. Ini tidak boleh terjadi, ini tidak boleh terjadi. Kami harus melihat data dan memahami apa yang sedang terjadi, seseorang harus menjelaskannya kepada saya. Saya sedang menjalani mimpi buruk.”
Manajer umum Ducati, Gigi Dall’Igna
“Saya juga sudah kehilangan kesabaran, begitu juga para penggemar Pecco. Saya pikir normal untuk mengatakan hal-hal ini ketika hasil tidak kunjung datang.”
“Tentu saja, Anda tidak bisa mengeluarkan kelinci dari topi dalam satu hari pengujian. Ini akan menjadi hari yang penting, dan saya berharap tes ini akan membuahkan hasil. Semuanya memang penting, tetapi tidak ada hal mendasar yang akan terjadi.”



![moto junior [motogp]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/EZ9_3218.jpg-300x169.webp)