Search

Pirelli Resmi Kembali ke MotoGP Mulai 2027, Mesin V4 Yamaha Gak Bikin Puas Quartararo

Rabu, 17 September 2025

Pebalap penguju Ducati menjajal ban Pirelli (Getty Images)

Pirelli, perusahaan ban ternama asal Milan, Italia, secara resmi mengumumkan kembalinya mereka ke Kejuaraan Dunia MotoGP.

Terhitung mulai musim 2027, Pirelli akan menjadi pemasok ban tunggal, menggantikan Michelin yang telah memegang posisi tersebut sejak 2016.

Langkah ini menandai babak baru bagi Pirelli yang selama ini telah aktif di ajang WorldSBK, Moto3, dan Moto2.

Uji Coba Perdana dengan Lima Pabrikan

Pirelli telah memulai pengembangan kompon dasar untuk ban MotoGP sejak April 2025. Uji coba perdana di lintasan telah sukses dilakukan di Misano, Italia, sirkuit yang sama dengan tempat digelarnya GP San Marino.

Dalam uji coba tersebut, Pirelli menguji prototipe ban dengan bantuan pembalap dari lima pabrikan berbeda, termasuk Augusto Fernandez (Yamaha), Daniel Pedrosa (KTM), Takaaki Nakagami (Honda), Lorenzo Savadori (Aprilia), dan Michele Pirro (Ducati).

Data Berharga untuk Pengembangan Lanjutan

Tujuan dari uji coba pertama ini adalah untuk mengumpulkan data dan informasi penting guna pengembangan ban lebih lanjut.

Uji coba dilakukan di lintasan yang kering dengan suhu aspal berkisar antara 25 hingga 43 derajat Celcius.

Pirelli membawa tujuh set ban untuk setiap pembalap, dengan dua versi untuk roda depan dan tiga untuk roda belakang, menggunakan ukuran standar MotoGP saat ini, yaitu 17 inci.

Peraturan Baru dan Simulasi Sprint Race

Pirelli menguji ban barunya pada motor yang berlaga di musim ini, namun dengan beberapa modifikasi penting.

Pengatur ketinggian motor dinonaktifkan dan modifikasi aerodinamis diterapkan untuk mensimulasikan karakteristik motor 850 cc baru yang akan digunakan pada musim 2027.

Uji coba ini juga mencakup simulasi sprint race, menunjukkan keseriusan Pirelli dalam mempersiapkan diri menghadapi format balapan baru.

Quartararo Keluhkan Motor V4 Baru Yamaha

Di sisi lain, pembalap Yamaha, Fabio Quartararo, mengungkapkan kekecewaannya terhadap motor V4 baru yang sedang dikembangkan Yamaha.

Dalam uji coba di Misano, Quartararo merasa performa motor baru ini “lebih buruk” dibandingkan pendahulunya yang menggunakan mesin inline-four.

Meskipun Yamaha telah beralih ke mesin V4 untuk mengatasi masalah yang ada, Quartararo tidak yakin bahwa penggantian mesin saja akan menyelesaikan semua masalah yang dihadapi.

Fabio Quartararo menjajal motor Yamaha V4 (Matteo Nugness)

Masalah yang Terus Berlanjut

Juara dunia MotoGP 2021 itu mengaku kesulitan menemukan keunggulan dari motor baru Yamaha tersebut.

Ia menambahkan bahwa motornya masih terasa agresif dan memiliki banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, menunjukkan bahwa pengembangan Yamaha masih jauh dari kata ideal.

Kepercayaan Diri dan Grip Jadi Sorotan

Terlepas dari masalah yang dihadapi Yamaha, Giorgio Barbier, Direktur Balap Motor Pirelli, sangat puas dengan hasil uji coba ban mereka.

Barbier menyatakan bahwa umpan balik yang diterima sangat menggembirakan, terutama terkait grip ban, kecepatan pemanasan, dan kepercayaan diri yang diberikan kepada pembalap.

Ban MotoGP Pirelli akan diproduksi di pabrik mereka di Breuberg, Jerman.

Statement:

Giorgio Barbier, Direktur Balap Motor Pirelli

“Tes Misano adalah langkah pertama dalam kembalinya kami ke Kejuaraan Dunia, dan kami sangat puas dengan hubungan kerja sama sangat baik yang telah terjalin antara para insinyur kami dengan semua tim dan pebalap dari Tim Uji, dan dengan kinerja ban.”

Fabio Quartararo, Pembalap MotoGP

“Saat ini, ini lebih buruk. Di Barcelona, kami merasakan perbedaan, dan bagi saya itu lebih baik. Di sini, kami belum menemukannya. Saya tidak berpikir bahwa mesin V4 akan menyelesaikan semua masalah kami karena kami masih menemukan masalah yang sama di Barcelona dan di sini.”

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan