Isu perbaikan di tubuh Polri kini semakin nyata. Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, mengonfirmasi bahwa ia telah menerima tawaran dari Presiden Prabowo Subianto untuk bergabung dalam Komite Reformasi Kepolisian.
Kesediaannya ini ia sampaikan langsung kepada Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya pekan lalu. Dan langkah ini menandai komitmen serius pemerintah untuk membenahi institusi kepolisian yang dianggap memiliki masalah struktural dan kultural.
Kontribusi untuk Negara, Catatan Penting untuk Perbaikan
Mahfud MD mengungkapkan bahwa keputusannya untuk bergabung adalah bentuk kontribusi tulus kepada negara.
Meskipun belum ada kejelasan mengenai posisinya dalam tim, ia telah menyiapkan beberapa catatan penting untuk perbaikan.
Ia memandang reformasi Polri harus fokus pada tiga aspek: aturan, aparat, dan budaya. Baginya, ketiga hal ini saling berkaitan dan harus diperbaiki secara menyeluruh.
Kultur yang Hilang: Akar Masalah Kepolisian
Dari ketiga aspek tersebut, Mahfud menekankan bahwa masalah paling mendesak yang harus dibenahi adalah kultur atau budaya di internal Korps Bhayangkara.
Menurutnya, inilah yang menjadi penyebab utama munculnya pandangan negatif masyarakat terhadap polisi.
Dalam kanal Youtube-nya Mahfud menambahkan bahwa banyak aturan yang sudah bagus, namun tidak terlaksana dengan baik karena budaya yang buruk.
Budaya Buruk dan Minimnya Meritokrasi
Mahfud tidak segan-segan menyebutkan beberapa budaya buruk yang harus diperbaiki, seperti kesan bahwa polisi seringkali memeras, membekingi, dan minimnya sistem meritokrasi.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa ia memahami betul akar permasalahan yang telah lama menjadi rahasia umum di tengah masyarakat.
Komite Dibentuk sebagai Bentuk Kepedulian Presiden
Di sisi lain, Juru Bicara Istana Prasetyo Hadi membenarkan bahwa Mahfud MD telah diajak bergabung.
Prasetyo menjelaskan bahwa pembentukan Komite ini adalah bentuk kepedulian Presiden Prabowo Subianto terhadap institusi Polri.
Melibatkan Berbagai Tokoh dan Akan Diumumkan ke Publik
Prasetyo juga menambahkan bahwa Mahfud hanyalah salah satu dari banyak tokoh yang akan diajak bergabung. Saat ini, Istana sedang dalam proses meminta kesediaan tokoh-tokoh lain untuk terlibat.
Ia memastikan bahwa Komite ini akan melibatkan berbagai pihak dan komposisinya akan diumumkan kepada publik setelah resmi terbentuk.
Harapan Baru untuk Institusi Polri
Keterlibatan tokoh sekelas Mahfud MD dalam Komite Reformasi Kepolisian memberikan harapan baru bagi masyarakat.
Dengan rekam jejaknya yang tegas dan berani, Mahfud diharapkan mampu membawa perubahan signifikan.
Komite ini menjadi langkah awal yang penting untuk mewujudkan institusi Polri yang lebih bersih, profesional, dan kembali mendapatkan kepercayaan dari rakyat.
Statement:
Mahfud MD, Eks Menko Polhukam
“Polisi ini kehilangan kultur, budaya pengabdian. Sehingga enggak banyak yang perlu dirombak, karena aturan apapun yang dicari tentang Polri yang bagus itu gimana sih, sudah ada semua di UU.”
Juru Bicara Istana Prasetyo Hadi
“Tentunya kita semua sangat mencintai institusi Kepolisian, tetapi tentunya ada beberapa hal yang mungkin perlu dilakukan perbaikan, evaluasi dan itu biasa untuk seluruh institusi.”
![Makan Bergizi Gratis-MBG [dok. unicef]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/MBG-Wilander-300x200.webp)
![presiden prabowo subianto hadiri rapat DPR RI [dok. merahputih]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/f9e6a763ec0a4da79c85d33ea6e01b7b-300x200.jpeg)
![LPG 3kg harga 16rb [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/FotoJet-2-3623259443.jpg-300x166.webp)
![mobil kepresidenan [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/vxNlw0XDDG.jpeg-300x169.webp)