Insomnia mungkin sudah menjadi gangguan yang familiar di telinga kita. Namun, pernahkah Anda mendengar tentang ‘late insomnia’? Gangguan tidur ini berbeda dari insomnia pada umumnya.
Jika insomnia membuat sulit memulai tidur, ‘late insomnia’ justru membuat seseorang terus terbangun lebih awal dari yang seharusnya, bahkan saat tubuh masih sangat lelah.
Terbangun Lebih Awal, Sulit Tidur Lagi
Dokter spesialis tidur, Angela Holliday-Bell, dalam HuffPost menjelaskan bahwa ‘late insomnia’ terjadi ketika seseorang bangun lebih awal dari yang diinginkan dan tidak bisa kembali tidur.
Bahkan ahli saraf tidur, Meredith Broderick, menambahkan bahwa gangguan ini menggambarkan seseorang yang terbangun secara spontan antara 1,5 hingga 2 jam lebih awal.
Faktor Usia dan Perubahan Ritme Sirkadian
Gangguan ini ternyata dapat menyerang siapa saja, tetapi studi yang dipublikasikan di jurnal Sleep Medicine Clinics menunjukkan bahwa ‘late insomnia’ lebih sering terjadi seiring bertambahnya usia.
Hal ini disebabkan oleh perubahan ritme sirkadian dan penurunan produksi hormon melatonin, yang secara perlahan memengaruhi kualitas tidur.
Pergeseran Hormonal pada Wanita
Bagi wanita, pergeseran hormonal seperti yang terjadi pada masa perimenopause dan menopause dapat menjadi pemicu.
Penurunan kadar estrogen dan progesteron dapat memengaruhi pusat tidur di otak. Kondisi ini bisa memicu terbangun dini hari, terutama jika dikombinasikan dengan peningkatan hormon kortisol.
Holiday-Bell juga menambahkan bahwa kadar estrogen yang lebih rendah dapat menyebabkan tidur menjadi lebih ringan dan terfragmentasi.
Depresi dan Kecemasan sebagai Penyebab Lain
Selain faktor fisik, beberapa penelitian juga menemukan bahwa ‘late insomnia’ bisa menjadi salah satu tanda adanya masalah kesehatan mental, seperti depresi dan kecemasan.
Depresi, misalnya, dapat menyebabkan terbangun dini hari karena adanya perubahan ritme sirkadian dan peningkatan kadar kortisol.
Hal ini menunjukkan betapa eratnya hubungan antara kesehatan fisik dan mental dalam menentukan kualitas tidur seseorang.
Pentingnya Mengenali dan Mengatasi Gangguan Tidur
Tidur yang berkualitas adalah kunci utama untuk kesehatan yang menyeluruh. Gangguan seperti ‘late insomnia’ tidak bisa dianggap remeh.
Penting untuk segera mengenali penyebabnya, baik itu karena faktor usia, hormonal, maupun masalah mental, agar dapat diatasi dengan tepat.
Konsultasi dengan ahli bisa menjadi langkah awal yang baik untuk mengembalikan kualitas tidur.
Tidur Berkualitas untuk Hidup yang Lebih Baik
Pada akhirnya, tidur bukanlah sekadar istirahat, melainkan investasi penting untuk kesehatan dan kesejahteraan.
Dengan tidur yang berkualitas, tubuh dan pikiran kita akan lebih siap menghadapi tantangan sehari-hari.
‘Late insomnia’ mungkin terdengar seperti masalah kecil, tetapi dampaknya bisa sangat besar jika dibiarkan berlarut-larut.
Statement:
Angela Holliday-Bell, Dokter Spesialis Tidur
“Late insomnia atau terbangun dini hari terjadi ketika Anda bangun lebih awal dari yang diinginkan dan tidak dapat tertidur kembali, meski tubuh masih lelah.”
Meredith Broderick, Ahli saraf tidur
– “Tak masalah jika terjadi sesekali. Tapi, jika terjadi setidaknya tiga kali seminggu selama tiga bulan, maka itu disebut sebagai late insomnia.“
![obat obatan herbal [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/obat-herbal-doktersehat-300x200.jpg)
![hati hati Hantavirus [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/2026-05-13-hantavirus-terdeteksi-di-indonesia-wna-jalani-isolasi-di-rspi-sulianti-saroso-300x169.jpg)

