Semangat cinta tanah air kembali bergelora jauh di Istanbul. Pasar Senggol Turkiye , festival budaya dan ekonomi kreatif tahunan terbesar yang digagas oleh diaspora Indonesia bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Istanbul, sukses besar pada Sabtu, Oktober .
Memasuki edisi keempat, festival ini tampil lebih meriah, menyoroti kekayaan budaya Betawi, kesenian khas Nusantara, busana tradisional, dan kuliner ikonik, menghadirkan pengalaman berkesan yang menyentuh hati para pengunjung.
Mengusung tema “75 Tahun Diplomasi: Diaspora Berdaya, Ekonomi Mendunia,” acara ini menjadi momentum penting untuk menandai tujuh setengah dekade hubungan diplomatik antara Indonesia dan Turkiye.
Pasar Senggol lahir dari semangat tulus diaspora untuk memperkenalkan kekayaan budaya bangsa ke dunia.
Sejak debutnya pada , festival ini terus berkembang menjadi ruang pertemuan dua negara melalui seni, kuliner, musik, dan produk kreatif, sekaligus menjadi simbol keanekaragaman dan jembatan persaudaraan yang memperkuat diplomasi budaya.
Antusiasme Global: Pengunjung dari Lebih Negara
Acara yang berlangsung dari pukul hingga waktu setempat ini menunjukkan daya tarik luar biasa.
Pasar Senggol berhasil menarik sekitar pengunjung dalam satu hari, sebuah bukti antusiasme tinggi dari berbagai kalangan.
Mayoritas pengunjung () berasal dari Indonesia, namun disusul erat oleh warga Turkiye () dan sekitar dari lebih dari negara lain, termasuk Malaysia, Pakistan, Perancis, hingga Amerika Serikat.
Keberagaman pengunjung ini menciptakan suasana multikultural yang dinamis, membuktikan bahwa kuliner, seni, dan ekonomi kreatif Indonesia memiliki daya pikat global.
Sebanyak tenant dengan total booth memfasilitasi ragam kuliner khas Nusantara yang memanggil selera, mulai dari sate padang, rendang, mie ayam bakso, pempek, hingga es cendol.
Antusiasme ribuan pengunjung ini juga diiringi capaian ekonomi yang gemilang, dengan total transaksi menembus lebih dari juta Turkish Lira (sekitar juta) hanya dalam satu hari.
Budaya sebagai Kekuatan Diplomasi: Dari Panggung Megah Hingga Kuliner Nusantara
Area festival di Hasköy Kültür ve Sanat Gösteri Merkezi dipenuhi dekorasi tematik bernuansa Nusantara, langsung mencuri perhatian sejak pengunjung memasuki lokasi.
Panggung utama yang megah menjadi pusat keramaian sepanjang hari, menyajikan beragam penampilan budaya yang memukau.
Mulai dari tarian tradisional yang anggun, demonstrasi pencak silat yang heroik, hingga musik band yang modern, semuanya disambut meriah oleh pengunjung.
Kehadiran artis ibu kota Indonesia di Istanbul semakin memeriahkan suasana dan menjadi magnet tersendiri.
Ketua Pelaksana Pasar Senggol Turkiye , Haritsah Mujahid, menegaskan bahwa festival ini adalah bukti nyata kiprah diaspora dalam memperkuat hubungan Indonesia–Turkiye.
Gerakan Diaspora yang Terus Bertumbuh: Misi Menggerakkan Ekonomi
Kesuksesan Pasar Senggol tidak lepas dari kerja kolektif yang luar biasa. Haritsah Mujahid menyampaikan terima kasih mendalam kepada seluruh tim dan mitra, khususnya kepada KJRI Istanbul sebagai mitra utama.
Kesuksesan ini adalah hasil dari dedikasi, kerja keras, dan sumbangan ide dari orang-orang luar biasa yang percaya pada semangat yang sama: menghadirkan Indonesia lebih dekat ke dunia.
Senada dengan itu, Pariani Windana, Ketua Yayasan Senggol Kreatif Indonesia, menegaskan bahwa Pasar Senggol bukan sekadar festival tahunan, tetapi sebuah gerakan yang terus bertumbuh.
Melalui sinergi diaspora, pelaku UMKM, seniman, dan komunitas budaya, Pasar Senggol menunjukkan bagaimana warisan tradisi dapat menggerakkan ekonomi dan menghadirkan Indonesia yang berdaya dan mendunia.
Statement:
Darianto Harsono, Konsul Jenderal Republik Indonesia untuk Turki
“Pasar Senggol adalah contoh konkret bagaimana diaspora dapat menjadi ujung tombak diplomasi budaya dan ekonomi. Lewat acara ini, masyarakat Turkiye tidak hanya mengenal Indonesia dari jarak jauh, tetapi dapat merasakan langsung kekayaan kuliner, seni, dan tradisi kita.”
Pariani Windana, Ketua Yayasan Senggol Kreatif Indonesia
“Tujuan kami adalah menjadikan budaya Indonesia sebagai jembatan diplomasi sekaligus ruang bagi pelaku usaha diaspora untuk berkembang.”
Haritsah Mujahid, Ketua Pelaksana Pasar Senggol Turkiye
“Inilah cara kami menunjukkan cinta tanah air dan memperkenalkan wajah Indonesia yang penuh warna kepada dunia.”

![Selat Hormuz [dok. ai]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/ilustrasi-selat-hormuz-dan-kapal-tanker-minyak-dibuat-menggunakan-model-ai-chatgpt-02032026-2570-300x200.webp)

![jemaah haji dan umroh [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/Haji-dan-umroh-adalah-panggilan-Allah-swt-300x225.jpg)