Film “Pengin Hijrah” menyentuh relung hati tentang pencarian makna di tengah kekosongan hidup, berpusat pada kisah Alina (Steffi Zamora), seorang selebgram yang kehidupannya tampak gemerlap namun hampa di dalam.
Kehancuran Alina mencapai puncaknya setelah ia ditinggalkan oleh sahabat terdekatnya. Duka dan keterpurukan ini membuat hatinya terasa hampa, memaksanya untuk meninjau kembali arah hidup yang selama ini ia jalani.
Inilah awal dari sebuah perjalanan spiritual yang tulus, sebuah upaya untuk menemukan kembali cahaya setelah kegelapan yang panjang menyelimuti.
Di tengah kebingungannya, takdir mempertemukan Alina dengan Omar (Endy Arfian), seorang mahasiswa semester akhir dengan hati yang tenang.
Pertemuan ini bukan sekadar romansa biasa; Omar hadir sebagai mercusuar yang membangkitkan harapan Alina, tidak hanya dalam urusan cinta, tetapi juga dorongan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Omar memperkenalkan Alina pada konsep hijrah, sebuah perjalanan spiritual mendalam untuk meninggalkan masa lalu dan mendekat pada kebaikan.
Dengan visual yang memanjakan mata, film ini memadukan keindahan alam Uzbekistan yang penuh sejarah dengan pesisir Belitung yang damai, menjadi latar sempurna bagi transformasi hati yang sedang berproses.
Makna Hijrah yang Tergoyahkan: Antara Keyakinan dan Tantangan
Saat niat Alina untuk berubah menjadi lebih baik semakin mantap, ia justru dihadapkan pada serangkaian tantangan yang menguji keikhlasannya.
Perjalanan hijrah yang ia bayangkan lurus ternyata penuh dengan liku dan kehilangan arah. Film ini secara humanis mengeksplorasi kompleksitas moral, menunjukkan bahwa upaya perubahan diri tidak selalu mudah, bahkan sering kali menggoyahkan keyakinan yang baru saja terbangun.
Konflik yang dihadapi Alina membuatnya mempertanyakan makna hijrah yang sesungguhnya: apakah hijrah hanyalah perubahan penampilan luar, ataukah ia menuntut komitmen batin yang lebih dalam?
Melalui tema perjalanan spiritual, persahabatan, dan cinta, “Pengin Hijrah” mengajak penonton untuk merenung dan berempati pada perjuangan seseorang yang berusaha menjadi lebih baik, di tengah gemuruh kritik dan godaan duniawi.
Film yang bakal tayang mulai 30 Oktober 2025 ini adalah kisah tentang kerentanan manusia yang berani mencari Tuhannya, namun harus menghadapi badai besar saat langkah pertamanya.
| Detail | Informasi |
| Genre Film | Drama, Spiritual, Romansa |
| Tahun Produksi | 2025 (Multi Buana Kreasindo, Sinemata) |
| Biaya Produksi | – |
| Sutradara | Jastis Arimba |
| Pemain Utama | Alina: Steffi Zamora |
| Omar: Endy Arfian | |
| Daffa Wardhana | |
| Sita Permata Sari | |
| Karina Suwandi | |
| Nadzira Shafa | |
| Donny Alamsyah | |
| Iqbal Sulaiman |
![Film "Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan" [dok. wweb]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/2839208433.jpeg-300x169.webp)
![Film The Bell: Panggilan untuk Mati [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/film-the-bell-panggilan-untuk-mati-2026-1778121081978_169-300x169.jpeg)
![film shaka oh shaka 2026 [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/1778126342899270_78cdc8a9e9_berita_pusat-pemberitaan-300x175.webp)
![Dilan ITB 1997 [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/dilan-itb-1997-hadir-kisah-cinta-dan-akademik-di-bandung-1776092796356-300x169.webp)