Search

Keajaiban di Hutan Papua: Kanguru Pohon Wondiwoi Bangkit dari Kepunahan

Minggu, 19 Oktober 2025

Kangguru pohon Wondiwoi (istimewa)

Di tengah catatan suram The Environmental Literacy Council yang menyebut setidaknya 500 spesies langka telah punah dalam 100 tahun terakhir, sebuah keajaiban muncul dari kedalaman hutan pegunungan Papua.

Kanguru Pohon Wondiwoi (Dendrolagus mayri), yang terakhir kali terlihat dan didokumentasikan pada tahun 1928, secara tak terduga kembali muncul.

Makhluk kecil yang telah lama dianggap punah ini berhasil diabadikan dalam foto, memicu decak kagum di kalangan peneliti dan pecinta alam.

Penemuan kembali kanguru pohon wondiwoi—sebelumnya hanya dikenal dari satu spesimen jantan yang dikirim ke Museum Sejarah Alam di London—menjadi simbol harapan baru bagi biodiversitas global.

Spesies ini merupakan jenis kanguru pohon endemik di Semenanjung Wondiwoi, Papua, dan termasuk dalam kelompok marsupial yang menempati habitat pohon.

Selama puluhan tahun, kanguru wondiwoi masuk dalam daftar status konservasi “critically endangered, possibly extinct”, karena tak ada pengamatan meyakinkan yang memverifikasi keberadaannya sejak hampir seabad yang lalu.

Medan Berat dan Misteri Hilangnya Jejak Selama 90 Tahun

Fakta bahwa spesies ini menghilang dari catatan ilmiah selama puluhan tahun bukanlah tanpa sebab. Kawasan Semenanjung Wondiwoi, seperti yang diulas oleh National Geographic, memiliki kondisi medan yang sangat menantang.

Hutan pegunungan yang curam, vegetasi bambu yang lebat, dan curah hujan yang tinggi menjadikan area tersebut sulit dijangkau tim ekspedisi.

Tantangan geografis ini secara tidak langsung melindungi habitat kanguru tersebut, tetapi juga menghalangi upaya penelitian intensif.

Kondisi ekstrem ini menyebabkan kanguru wondiwoi dianggap sebagai “spesimen tunggal dari masa lampau,” sebuah peninggalan yang hilang.

Minimnya aktivitas manusia, bahkan dari pemburu lokal, di ketinggian habitat spesies ini membuat para ahli pesimis.

Namun, kini terbukti bahwa justru medan yang menantang dan sulit diakses tersebutlah yang menjadi benteng terakhir bagi spesies kecil ini untuk bertahan hidup dalam kesunyian, menunggu untuk ditemukan kembali.

Ekspedisi Michael Smith dan Bukti Cakar di Pohon

Titik balik penemuan kembali kanguru pohon wondiwoi terjadi pada Juli 2018. Sebuah tim ekspedisi yang dipimpin oleh Michael Smith, seorang ahli botani amatir asal Inggris, melakukan perjalanan ke pegunungan Wondiwoi dengan tujuan menjelajahi habitat tanaman yang jarang tersentuh.

Dalam upaya mulianya, tim yang bekerja sama dengan pemandu lokal dan mahasiswa dari Universitas Papua ini tanpa sengaja menemukan bukti nyata keberadaan satwa tersebut pada ketinggian ±1.500–1.700 meter.

Awalnya pencarian nyaris tanpa hasil. Namun, tim mulai melihat jejak-jejak yang khas: jejak cakar kuat di batang pohon, kotoran (scat), dan goresan unik yang hanya bisa muncul dari aktivitas kanguru pohon.

Menjelang akhir ekspedisi, saat banyak anggota mulai menyerah, mereka akhirnya berhasil menangkap gambar satwa tersebut.

Foto-foto ini kemudian dikonsultasikan dengan ahli marsupial terkemuka, termasuk Mark Eldridge dan Roger Martin, yang memverifikasi identitas berdasarkan kesesuaian pola bulu dan ciri khas spesimen tahun 1928.

Penemuan ini adalah sebuah konfirmasi bahwa spesies yang dianggap hilang, ternyata masih bertahan dalam populasi kecil.

Ancaman Nyata di Balik Harapan Baru Konservasi

Meskipun kembali ditemukan, Kanguru Pohon Wondiwoi masih berada dalam status sangat kritis. Penemuan kembali ini justru meningkatkan ancaman serius, terutama dari potensi perburuan lokal yang terpicu oleh pengetahuan bahwa satwa langka ini masih ada.

Ancaman utama lainnya adalah hilangnya dan fragmentasi habitat akibat deforestasi untuk pertanian, penebangan, dan kegiatan ekstraktif.

Populasi kecil yang tersebar dalam area terbatas menjadi sangat rentan terhadap gangguan genetik dan isolasi.

Penemuan kembali kanguru wondiwoi memiliki makna besar bagi dunia konservasi global. Ini menunjukkan bahwa alam masih menyimpan misteri dan peluang harapan bahwa kepunahan tidak selalu bersifat final.

Kehadirannya kembali membuka peluang penelitian lanjutan untuk mengetahui populasi pastinya. Namun, agar satwa ini tidak benar-benar punah, diperlukan tindakan preventif segera, mulai dari pemantauan populasi hingga perancangan strategi konservasi berbasis habitat yang superketat.

Statement:

Ahli Biologi Konservasi Marsupial

“Penemuan Kanguru Pohon Wondiwoi adalah sebuah kemenangan moral bagi konservasi. Itu membuktikan bahwa alam masih menyimpan kartu asnya di tempat-tempat yang kita anggap mustahil. Namun, euforia ini harus dibarengi dengan aksi cepat. Spesies ini critically endangered. Kita tidak boleh membiarkan penemuan heroik ini justru memicu perburuan. Sekarang, tantangan terbesar kita adalah mengubah harapan menjadi perlindungan nyata melalui zonasi konservasi ketat dan pemberdayaan masyarakat lokal sebagai penjaga habitat.”

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan