Setelah sekian lama berada di bawah bayangan dominasi Ducati, pabrikan Italia, Aprilia, kini menunjukkan sinyal kebangkitan yang disambut hangat oleh penggemar MotoGP.
Bos Aprilia, Massimo Rivola, tidak hanya merayakan kesuksesan saat ini, tetapi juga memproyeksikan masa depan yang cerah, meyakini bahwa duet pembalap barunya, Jorge Martin dan Marco Bezzecchi, mampu bersaing merebut gelar juara dunia MotoGP pada musim 2026.
Keyakinan Rivola ini diperkuat oleh performa Aprilia yang mendominasi di MotoGP Australia 2025. Para penunggang kuda besi Aprilia sukses menyapu bersih podium di balapan sprint dan grand prix.
Bezzecchi keluar sebagai pemenang sprint dan meraih posisi ketiga (P3) di balapan utama. Lebih mengejutkan lagi, Raul Fernandez dari tim satelit Trackhouse, yang juga menggunakan motor Aprilia, berhasil meraih P2 di sprint (Sabtu, 18/10/2025), dan memenangkan balapan hari Minggu (19/10).
Total lima podium dalam sepuluh balapan terakhir adalah sinyal humanis bahwa kerja keras teknisi Aprilia mulai membuahkan hasil.
Penebusan Martinator dan Dukungan Penuh dari Rivola
Performa solid Aprilia ini tentu menjadi kabar yang paling melegakan bagi Jorge Martin. Juara dunia asal Spanyol tersebut akan bergabung dengan Aprilia di musim 2026 dan sangat berharap untuk melakukan penebusan setelah musim 2025 yang dihantui cedera berkepanjangan.
Bagi seorang atlet, comeback setelah cedera adalah pertarungan mental dan fisik yang berat, dan Martinator kini memiliki dukungan penuh dari tim barunya.
Massimo Rivola memastikan Martin akan memperoleh dukungan yang memadai untuk kembali ke performa terbaiknya dan bersaing dengan tandem barunya, Marco Bezzecchi.
Rivola mengakui bahwa dunia olahraga sangat brutal, di mana bakat besar saja tidak cukup. Dukungan ini menunjukkan bahwa Aprilia tidak hanya berinvestasi pada talenta, tetapi juga pada kesehatan dan mentalitas para pembalapnya.
Memaksimalkan Sepang di Tengah Perburuan Posisi Tiga Bezzecchi
Rivola secara khusus menargetkan sesi uji coba di Sepang, Malaysia, sebagai momen krusial untuk Martin. Ia ingin Martin bisa memaksimalkan tes tersebut, meski Martinator sendiri masih dalam proses pemulihan setelah kecelakaan di seri Jepang dan diragukan bisa tampil pada akhir pekan ini.
Sementara Martin fokus pada pemulihan dan persiapan 2026, Marco Bezzecchi masih berjuang keras untuk menuntaskan musim 2025 dengan gemilang.
Bezzecchi saat ini tengah dalam perburuan finis ketiga di klasemen akhir MotoGP, unggul delapan poin dari Francesco Bagnaia.
Perjuangan Bezzecchi di akhir musim ini adalah cerminan semangat juang yang sama yang diharapkan Rivola akan ia bawa ke Aprilia pada tahun-tahun mendatang.
Dari Bayangan Ducati Menuju Ancaman Nyata
Langkah besar Aprilia merekrut dua talenta top seperti Martin dan Bezzecchi—serta hasil yang dicapai rider seperti Raul Fernandez—menandakan bahwa pabrikan dari Noale ini telah bergerak maju dari sekadar penantang sesekali menjadi ancaman serius bagi dominasi Ducati.
Optimisme Rivola bukan hanya sekadar retorika; itu adalah hasil dari investasi besar-besaran dalam teknologi dan rekrutmen talenta manusia.
Kisah Aprilia ini adalah kisah tentang kegigihan dan perkembangan yang lambat tapi pasti.
Mereka telah membuktikan bahwa dengan kerja keras, engineering yang cerdas, dan dukungan emosional kepada para pembalap, kesuksesan di olahraga paling brutal sekalipun dapat dicapai.
Musim 2026 diprediksi akan menjadi babak baru yang sangat menarik dalam perebutan takhta MotoGP.
Statement:
Massimo Rivola, CEO Aprilia Racing (pada GPone)
“Anda dilarang menganggap remeh apapun, dan Anda harus membangun penampilan Anda setiap harinya.”
“Dari pihak kami, kami berusaha memastikan agar dia bisa memaksimalkan tes di Sepang karena saya tidak ragu bahwa Jorge akan bertarung untuk titel juara dunia bersama Marco pada musim depan.”
“Olahraga ini tuh brutal, Anda dilarang menganggap remeh apapun. Hanya karena Anda seorang juara dan punya bakat yang besar bukan berarti Anda tidak memerlukan semua langkah ini untuk bisa bersaing.”
“Kami tahu Jorge Martin dan Marco Bezzecchi punya bakat itu, dan sekarang tugas kami adalah memberi mereka motor yang bisa mengubah potensi menjadi gelar. Saya tidak ragu, mereka berdua akan bertarung untuk titel juara dunia pada musim depan. Itulah kenapa kami membawa mereka.”



![moto junior [motogp]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/EZ9_3218.jpg-300x169.webp)