Search

Solusi Paling Humanis untuk Mengatasi Keracunan di Program Makan Gratis

Kamis, 23 Oktober 2025

Presiden Prabowo Subianto (dok. Setneg.co.id)

Drama program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menghiasi Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, kali ini dengan sentuhan humanis yang sangat mendasar: sendok dan sabun cuci tangan.

Presiden Prabowo Subianto, di tengah kebanggaan atas capaian ambisius programnya, mengeluarkan fatwa yang mungkin terasa sedikit terlambat bagi ribuan anak yang sempat sakit perut: perbaikan pelaksanaan harus dilakukan, dimulai dari benda-benda paling sederhana di meja makan.

Pernyataan ini secara satire menunjukkan bahwa solusi terhadap masalah kesehatan massal, yaitu keracunan, ternyata bermuara pada etiket makan.

Pemerintah juga diminta untuk memastikan sekolah menyiapkan air bersih dan sabun, mengingatkan guru untuk “mendidik anak-anak kita untuk kalau mau makan pakai tangan harus cuci tangan dengan sebaik-baiknya.”

Prestasi dan Data yang 99,99% Berhasil

Di tengah saran perbaikan yang sangat mendasar tersebut, Presiden Prabowo tak lupa memamerkan angka-angka fantastis yang membesarkan hati.

Dengan 12.508 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah beroperasi, program MBG diklaim telah menyajikan 1,410 miliar porsi sejak 6 Januari 2025.

Angka ini luar biasa, mencakup 36,7 juta penerima manfaat mulai dari anak sekolah hingga ibu hamil.

Dengan bangga, Prabowo membandingkan capaian ini dengan negara lain: “Ini mungkin setiap hari kita beri makan enam Singapura mungkin. Ini prestasi yang dipantau banyak negara.”

Perbandingan ini, meskipun terdengar hyperbolic, secara humanis membangkitkan rasa nasionalisme. Ia juga menyinggung Brasil yang butuh 11 tahun untuk mencapai 40 juta penerima, sementara Indonesia hampir mencapainya dalam satu tahun.

Namun, di tengah kebanggaan tersebut, ia menahan Kepala BGN Dadan Hindayana untuk ojo ngoyo (jangan memaksakan diri), sebuah peringatan yang terdengar manis setelah menuntut target yang sangat ambisius.

Ribuan Kasus Keracunan sebagai Error yang “Manusiawi”

Namun, drama MBG tidaklah sempurna. Ketua Umum Partai Gerindra itu secara terbuka mengakui adanya kekurangan: ribuan kasus keracunan muncul selama pelaksanaan.

Angka yang sakit mencapai 8.000 kasus, sebuah angka yang secara humanis sangat besar dan mengkhawatirkan bagi orang tua manapun.

Namun, di sinilah logika statistik dimainkan untuk meredakan kekhawatiran publik. Prabowo dengan cerdik mengemas 8.000 kasus keracunan sebagai kesalahan yang “manusiawi” dan tidak signifikan secara statistik.

Ia menghitung, “Kalau diambil statistik, 8.000 dari 1,410 miliar masih dalam koridor eror yang manusiawi. Kalau tidak salah kekurangannya adalah atau katakanlah, angka yang sakit itu adalah mungkin sekitar 0,0007% yang berarti 99,99% berhasil.”

Pernyataan ini secara satire menyoroti bagaimana penderitaan 8.000 anak dapat direduksi menjadi margin of error yang hampir nol demi mempertahankan narasi keberhasilan.

Kesimpulan: Sendok, Sabun, dan Statistik sebagai Penyelamat Program

Pada akhirnya, instruksi Presiden Prabowo untuk menyediakan sendok dan sabun cuci tangan menjadi simbol dari kegagalan sistem pengawasan kualitas makanan yang jauh lebih besar, yang kemudian ditambal dengan solusi kebersihan yang paling dasar.

Sambil memuji prestasi yang setara dengan memberi makan “enam Singapura,” pemerintah melegitimasi ribuan kasus keracunan sebagai risiko statistik yang tak terhindarkan.

Pesan moral dari Sidang Kabinet ini sangat jelas: Program Makan Bergizi Gratis adalah sebuah prestasi gemilang dengan tingkat keberhasilan 99,99% yang diakui dunia.

Namun, untuk menjaga margin of error yang kecil itu agar tetap “manusiawi,” kita butuh sendok yang murah, sabun yang melimpah, dan tentu saja, statistik yang persuasif.

Statement:

Prabowo Subianto, Presiden RI

“Kepala BGN, mungkin sudahlah dibagi saja sendok yang sederhana, tidak apa-apa. Saya kira sendok itu tidak terlalu mahal. Walaupun saya tahu kebiasaan rakyat kita memang lebih enak makan pakai tangan.”

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan