Search

Bukti DNA Bilang Harimau Jawa Belum Punah, Masih Gentayangan di Sukabumi

Selasa, 18 November 2025

Harimau Jawa (Shutterstock)

Gengs, ada kabar yang bikin heboh dari dunia satwa liar Indonesia! Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica), yang sudah dicap punah oleh IUCN sejak tahun 2008, ternyata punya harapan buat comeback!

Analisis DNA Harimau Jawa Sukabumi membuktikan bahwa spesies legendaris ini diduga masih berkeliaran di pedalaman hutan Sukabumi, Jawa Barat. Gimana coba gak kaget?

Meskipun IUCN udah ngeluarin statement bahwa Harimau Jawa Punah 2008, laporan penampakan emang sering muncul tapi tanpa bukti konkret.

Nah, semua berubah pada 2019. Warga di desa Cipendeuy, Sukabumi Selatan, ngaku lihat harimau dan nemuin bekas jejak kaki, cakaran, plus sehelai bulu. Bulu inilah yang jadi kunci utama pembuktian kalau Harimau Jawa beneran belum punah!

Bulu Saksi Bisu yang Lolos Uji DNA Museum

Tim peneliti gak main-main. Mereka menganalisis mtDNA (maternal DNA) dari sehelai bulu yang ditemukan di Sukabumi. Hasilnya valid: bulu itu emang berasal dari Harimau Jawa!

Para peneliti membandingkan sampel bulu tersebut dengan spesimen yang udah disimpan di museum sejak tahun 1930-an dan sampel dari harimau dan macan tutul lain.

Dari analisis mtDNA secara komprehensif, disimpulkan bahwa sampel bulu yang diambil di Sukabumi Selatan berasal dari Harimau Jawa dan masih dari kelompok yang sama dengan spesimen yang diambil pada 1930, kira-kira demikian kata tim peneliti dalam laporan ilmiah di jurnal Oryx.

Namun, mereka tetep bilang: butuh Penelitian Genetik Harimau Jawa dan lapangan lebih lanjut buat ngonfirmasi statusnya secara resmi.

KLHK Gercep Pasang Kamera, Konsultasi Ahli Genetika

Ilustrasi kamera jebak Harimau Jawa (wikipedia)

Kabar baik ini langsung bikin aktivis satwa liar dan Pemerintah bersemangat! Setyawan Pudyatmoko, Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian LHK, langsung merespons cepat.

Upaya Konservasi Harimau Jawa ini gak main-main. Menurut Reuters, Kementerian LHK bakal gercep memasang kamera trap dan melakukan pencarian bekas DNA secara lebih luas.

Bahkan, Pemerintah udah mulai berkonsultasi dengan ahli genetika. Hal ini penting, karena dari tiga subspesies harimau di Indonesia, hanya Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) yang saat ini masih hidup liar.

Kewajiban Bersama Melestarikan Sang Raja Hutan

Pudyatmoko ngasih penegasan yang penting: jika beneran terbukti Harimau Jawa Belum Punah, maka kelangsungan hidup spesiesnya wajib dilindungi sekuat tenaga. Gak cuma Pemerintah, tapi semua pihak harus ikut terlibat.

Ini adalah momen langka dan emas buat dunia konservasi Indonesia. Yuk, kita dukung upaya Perlindungan Harimau Jawa ini, biar Sang Raja Hutan Jawa bisa kembali jaya!

Statement:

Setyawan Pudyatmoko, Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian LHK

“Penelitian ini memacu spekulasi bahwa Harimau Jawa masih berkeliaran. Kami siap dan akan berupaya untuk menindaklanjutinya. Jika, misalnya, dibuktikan bahwa belum punah, tentu akan jadi spesies yang dilindungi. Adalah kewajiban semua pihak, termasuk masyarakat, untuk berpartisipasi melestarikan populasinya,” ujar Pudyatmoko.

3 Poin Penting Harimau Jawa Belum Punah

  1. Dugaan Belum Punah: Analisis DNA dari sehelai bulu yang ditemukan di Sukabumi Selatan pada 2019 menunjukkan bukti kuat bahwa Harimau Jawa (yang sebelumnya dinyatakan punah tahun 2008) masih hidup.

  2. Perbandingan DNA Valid: Analisis mtDNA membandingkan sampel bulu baru tersebut dengan spesimen museum tahun 1930-an dan menyimpulkan keduanya berasal dari kelompok genetik harimau Jawa yang sama.

  3. Tindak Lanjut KLHK: Kementerian LHK segera menindaklanjuti dengan rencana pemasangan kamera trap, pencarian bekas DNA lebih luas, dan konsultasi ahli genetika untuk mengonfirmasi status dan melindungi keberlangsungan spesies tersebut.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan