Search

Kantor PSSI Digeruduk Ultras Garuda, Erick Thohir Beri Respons Santuy

Kamis, 20 November 2025

Erick Thohir (istimewa)

Guys, Kantor PSSI di Jakarta lagi-lagi jadi sasaran aksi demonstrasi para suporter. Kali ini, giliran kelompok Ultras Garuda yang geruduk kantor federasi pada Jumat (14/11/2025) lalu.

Tuntutan mereka enggak main-main: mereka ingin adanya perubahan besar dalam tubuh PSSI yang saat ini dipimpin oleh Erick Thohir.

Bahkan, ada tuntutan yang paling keras, yaitu agar Erick Thohir mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI.

Aksi ini jelas menunjukkan adanya dinamika panas antara suporter dengan federasi. Meskipun tuntutan yang disampaikan Ultras Garuda cukup keras, respons dari Erick Thohir sendiri terlihat cukup santuy dan dewasa.

Pria yang juga menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) ini mengakui bahwa kepengurusan PSSI di bawah komandonya memang masih punya banyak kekurangan.

Erick Thohir: Terima Masukan, Kita Negara Demokrasi

Erick Thohir, yang ditemui di Magelang pada Minggu (16/11/2025), memberikan respons yang menerima kritik tersebut sebagai bagian dari proses demokrasi.

Ia memandang aksi dan tuntutan dari suporter sebagai sebuah masukan yang harus didengar, bukan sekadar keluhan yang diabaikan. Ini menunjukkan sikap keterbukaan PSSI terhadap kritik publik.

Ia mengakui kekurangan yang ada dan mwlakukan sikap untuk meredam ketegangan, karena ia mengakui bahwa PSSI memang perlu berbenah.

Tuntutan Perubahan dan Kebutuhan Dinamika

Aksi yang dilakukan Ultras Garuda ini pada dasarnya mencerminkan harapan besar masyarakat dan suporter terhadap perbaikan sepak bola Indonesia secara fundamental.

Tuntutan agar terjadi “perubahan besar” di tubuh PSSI menjadi sinyal jelas bahwa para suporter merasa reformasi yang dijanjikan belum berjalan sesuai ekspektasi mereka, terutama pada isu-isu krusial dalam tata kelola sepak bola nasional.

Erick Thohir mengerti betul bahwa dalam negara demokrasi seperti Indonesia, dinamika berupa kritik dan protes adalah hal yang wajar.

Menerima masukan—sekalipun isinya tuntutan mundur—adalah langkah strategis untuk menunjukkan bahwa federasi tidak menutup mata terhadap feedback dari pemilik sah sepak bola, yaitu para suporter.

PSSI Harus All Out untuk Perbaikan

Meski sudah ada respons positif, PSSI di bawah pimpinan Erick Thohir kini punya pekerjaan rumah yang jauh lebih besar.

Pengakuan akan adanya kekurangan harus segera diwujudkan menjadi aksi nyata dan perbaikan yang konkret.

Tuntutan dari Ultras Garuda adalah cambuk keras yang mengingatkan bahwa waktu untuk berbenah terus berjalan dan pressure dari publik sangat tinggi.

Intinya, aksi geruduk ini adalah pengingat penting bahwa PSSI harus bekerja all out. Apalagi di tengah upaya PSSI meningkatkan prestasi Timnas Indonesia dan memperbaiki citra liga domestik.

Suporter berharap PSSI benar-benar membuktikan bahwa mereka layak mengemban amanah memimpin masa depan sepak bola Tanah Air.

Statement:

Erick Thohir, Ketua Umum PSSI

“Tuntutan dari suporter kan bentuk masukan (kepada PSSI). Kita kan negara demokrasi. Tidak mungkin kami yang diberi amanah hari ini tidak ada kekurangan.”

3 Poin Penting Rangkuman

  1. Aksi Ultras Garuda: Kelompok suporter Ultras Garuda menggeruduk Kantor PSSI pada 14 November 2025 menuntut perubahan besar di tubuh federasi, termasuk tuntutan agar Ketua Umum PSSI Erick Thohir mundur.

  2. Respons PSSI Menerima: Erick Thohir merespons aksi tersebut secara dewasa, mengakui bahwa kepengurusan PSSI saat ini masih memiliki banyak kekurangan dan memandang tuntutan suporter sebagai bentuk masukan dalam negara demokrasi.

  3. Dinamika dan Harapan Perubahan: Tuntutan keras ini mencerminkan tingginya harapan publik dan suporter terhadap reformasi nyata dalam PSSI, menekankan bahwa federasi perlu segera mewujudkan perbaikan konkret dalam tata kelola sepak bola nasional.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan