Guys, ada kabar keren sekaligus bikin males dari hutan Sumatera Barat! Bunga langka Rafflesia hasseltii, salah satu kekayaan hayati Indonesia, baru aja ditemukan mekar di daerah Sijunjung pada 18 November 2025 lalu.
Penemuan ini adalah hasil kolaborasi epic antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Bengkulu, dan Komunitas Peduli Puspa Langka Bengkulu. Mereka tergabung dalam proyek keren bernama The First Regional Pan-Phylogeny for Rafflesia.
Penelitian ini didukung dana dari the University of Oxford Botanic Garden and Arboretum dan Program RIIM Ekspedisi BRIN.
Tujuannya? Buat merekonstruksi hubungan filogenetik semua jenis Rafflesia di Asia Tenggara. Kebayang kan, betapa seriusnya proyek ini!
Tapi, drama baru muncul sehari setelahnya, yang bikin warganet Indonesia auto-emosi!
Jeritan Warganet: Give Justice buat Peneliti Lokal
Sehari setelah penemuan, Oxford University nge-post kabar gembira itu di akun X mereka, @UniofOxford. Postingan itu narasikan bahwa salah satu tim mereka, @thorogoodchris1, telah berhasil menemukan Rafflesia hasseltii setelah treking siang malam di hutan Sumatera.
Keterangan postingan itu berbunyi: “A plant seen more by tigers than people…”
Sayangnya, respons warganet Indonesia langsung ngamuk dan rame-rame protes! Mereka menuntut Oxford buat mencantumkan nama peneliti Indonesia yang juga ikut berjuang, seperti Joko Ridho Witono dari BRIN dan Septian Riki dari Komunitas Peduli Puspa Langka Bengkulu.
“Please give justice to the team members from Indonesia as well. They have worked together to find the flower,” tulis salah satu akun.
Enggak adil banget kan, usaha belasan tahun malah di-skip!
Tangisan Haru Septian, Hasil Ngebet Selama 13 Tahun
Penemuan bunga langka ini ternyata bukan cuma effort biasa. Dalam video dokumentasi yang viral di media sosial, Septian Riki dari komunitas lokal terlihat menangis terharu saat melihat Rafflesia mekar.
Gimana enggak nangis, pencarian bunga ini sudah memakan waktu hingga 13 tahun lamanya!
Menurut Joko Ridho Witono, menemukan Rafflesia dalam kondisi mekar itu emang susah banget, kayak nyari jarum di tumpukan jerami.
Makanya, informasi akurat dari komunitas lokal adalah kunci sukses biar penelitian enggak sia-sia. Respect deh buat ketekunan tim lokal!
Indonesia Juara Rafflesia Dunia dan Rencana Sequencing Genom
Joko berujar, penemuan ini makin menegaskan kalau Indonesia adalah negara dengan keanekaragaman Rafflesia tertinggi di dunia, menyaingi Filipina.
FYI, saat ini tercatat ada 16 jenis Rafflesia di Indonesia, dan tim BRIN sudah sukses mengumpulkan 13 sampel buat dianalisis DNA-nya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan canggih Whole Genome Sequencing (WGS). Semoga hasil penelitian ini bikin Rafflesia kita makin terlindungi ya, guys!
Statement:
Joko Ridho Witono, Peneliti BRIN dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kami memahami hubungan kekerabatan genetik antarjenis Rafflesia dan memastikan konservasinya di habitat asli.”
“Kami memetakan jutaan pasangan basa untuk mendapatkan gambaran utuh genom Rafflesia.”
3 Poin Penting
-
Penemuan Rafflesia hasseltii: Bunga langka ini ditemukan di Sijunjung, Sumatera Barat, pada 18 November 2025, sebagai bagian dari riset kolaborasi BRIN, Universitas Bengkulu, dan komunitas lokal, setelah pencarian yang memakan waktu 13 tahun.
-
Kontroversi Postingan Oxford: Unggahan Oxford University di media sosial yang hanya menyoroti peneliti asing menuai kritik dan protes keras dari warganet Indonesia, menuntut pengakuan yang adil terhadap kontribusi peneliti lokal dan BRIN.
-
Penguatan Konservasi dan Riset Genetik: Penemuan ini mengukuhkan Indonesia sebagai negara dengan keanekaragaman Rafflesia tertinggi dan dilanjutkan dengan upaya pemetaan genom Rafflesia menggunakan teknik Whole Genome Sequencing (WGS) untuk tujuan konservasi.



