Search

Kisah Mbah Sadiman Legend Wonogiri: Meski Dianggap Gila, Tetap Berjuang Nanam Beringin di Lahan Gundul

Jumat, 28 November 2025

Mbah Sadiman (reuters)

Guys, kenalan nih sama pahlawan lingkungan real life dari Dusun Dali, Wonogiri, Jawa Tengah, namanya Mbah Sadiman.

Usianya sudah 73 tahun, giginya udah banyak yang cuti, tapi semangatnya buat nyelametin lingkungan gak kalah sama anak muda pegiat lingkungan zaman sekarang!

Fisiknya masih kuat banget buat naik turun medan berbatu sambil bawa beban di pundaknya.

Mbah Sadiman, yang tinggal di rumah sederhana berlantai tanah bersama istrinya, sehari-hari bekerja sebagai petani di lahan tumpangsari milik Perhutani.

Kalau lagi belum panen, beliau nyambung hidup dari jualan rumput pakan ternak yang dicari di hutan. Tapi, di balik kesederhanaannya itu, Mbah Sadiman punya track record yang bikin salut: dia adalah penyelamat air di Wonogiri!

Wonogiri Kekeringan, Mbah Sadiman Ngebet Tanam Beringin

Selama bertahun-tahun, Wonogiri selalu kesulitan air setiap musim kemarau datang. Mencari air bersih jadi tugas super berat bagi warga.

Melihat masalah ini, Mbah Sadiman gak pake lama langsung sat set ambil inisiatif menghijaukan lahan di desanya.

Dedikasinya ke lingkungan gede banget! Meski usia sudah lanjut, beliau secara pribadi menanam pohon yang punya kemampuan menyimpan air tanah dengan baik. Pilihan pohonnya jatuh pada beringin.

Kenapa beringin? Karena pohon ini diyakini mampu menyimpan cadangan air tanah secara maksimal, dan ditanam di wilayah hutan yang sebelumnya gundul karena kebakaran dahsyat.

Untuk orang seusiannya saat itu, ini adalah pilihan yang cerdas dan strategis!

Tukar Cengkeh Demi Bibit Beringin, Perjuangan Gak Main-Main

Usaha Mbah Sadiman ini enggak mudah sama sekali! Mendapatkan bibit beringin itu bukan perkara receh, apalagi harganya cukup mahal buat seorang petani—satu bibit bisa mencapai Rp50 ribu rupiah–saat itu, dan enggak semua bibit bisa bertahan hidup.

Karena sulit, Mbah Sadiman mencari cara kreatif: dia ngembangin bibit cengkeh buat ditukar sama bibit pohon beringin. Perbandingannya lumayan berat: butuh 10 bibit cengkeh buat dapat satu bibit pohon beringin.

Namun, dedikasi beliau ini akhirnya terbayar: lahan hutan di Bukit Gendol dan Bukit Ampyangan seluas 100 hektare kini hijau kembali, dengan lebih dari 11 ribu pohon yang dihibahkan Mbah Sadiman buat alam sejak tahun 1990-an. Salut!

Dapat Kalpataru Hingga Kick Andy Heroes Award

Meskipun hidup di rumah yang sederhana, Mbah Sadiman telah menerima puluhan penghargaan yang berjejer rapi di etalase rumahnya.

Penghargaan paling bergengsi adalah Kalpataru dari Presiden RI. Beliau juga pernah jadi tamu istimewa di acara Kick Andy dan berhasil meraih Kick Andy Heroes Award 2016, mengalahkan 16 nomine lainnya!

Prestasi ini diraihnya karena upaya penanaman beringin sendirian di lahan seluas 100 hektare itu. Kisah Mbah Sadiman ini adalah cerminan nyata bahwa setiap individu punya peran penting dalam melindungi lingkungan.

Kisahnya super menginspirasi kita semua buat gak males beraksi dan ngasih kontribusi positif buat bumi, se-simple apa pun itu.

3 Poin Penting

  1. Pahlawan Penghijauan: Mbah Sadiman adalah seorang petani di Wonogiri yang secara mandiri melakukan penghijauan lahan gundul seluas 100 hektar sejak tahun 1990-an, menanam lebih dari 11 ribu pohon, mayoritas beringin, demi mengatasi krisis air di Wonogiri.

  2. Perjuangan Kreatif Bibit: Karena kesulitan ekonomi dan mahalnya bibit beringin, Mbah Sadiman secara kreatif mencari bibit pohon dengan menukarkan hasil pengembangannya sendiri, seperti bibit cengkeh, dengan bibit pohon beringin.

  3. Apresiasi dan Inspirasi: Atas dedikasinya, Mbah Sadiman menerima berbagai penghargaan bergengsi, termasuk Kalpataru dari Presiden RI dan Kick Andy Heroes Award 2016, menjadi bukti nyata bahwa aksi individu sangat penting dalam perlindungan lingkungan.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan