Guys, Presiden Prabowo Subianto lagi-lagi jadi sorotan, nih. Dalam pidato hype di HUT ke-61 Partai Golkar di Istora Senayan, beliau curhat soal dilema yang ia hadapi: mau ngomong soal penegakan hukum dibilang “Rambo Podium” alias cuma berani koar-koar di atas mimbar.
Giliran beliau beneran ngegas penegakan hukum lewat Kejagung dan KPK, eh dituduh semena-mena! Pusing, kan?
Presiden emang merasa serba salah. Udah dengerin ejekan dari sana-sini, tapi ketika beliau beneran ngambil tindakan keras soal korupsi, malah dianggap otoriter.
Padahal, kata Kepala Negara, tidak ada pandang bulu dalam menegakkan hukum. Siapa pun yang melanggar hukum, fix bakal diusut!
Ini sih kayak netizen yang gak pernah puas, ya.
“Bayarlah Pajakmu! Rakyat Udah Gak Mau Dipermainkan”
Di tengah curhatan soal ejekan tadi, Prabowo enggak lupa ngasih warning keras buat semua pihak. Beliau minta semua orang, terutama para pelaku ekonomi, buat patuh pada hukum dan yang paling penting: bayar pajak!
Duh, makjleb banget nih sindirannya.
Sikap tegas ini nunjukin kalau pemerintah gak main-main soal tata tertib keuangan negara. Wajar aja sih, rakyat udah pintar dan aware sama hak-haknya.
Gak bisa lagi diakalin dengan omongan doang.
Ajak Koruptor Tobat: Uang Negara Buat Bikin Jembatan, Gak Cuma Ngomong
Nah, ini dia bagian yang paling satire dan menggelitik. Presiden Prabowo secara terbuka mengajak para koruptor untuk bertobat dan kembali ke jalan yang benar, dengan catatan: kembalikan semua uang negara!
Tobat ala Prabowo tuh gak cukup cuma janji di lisan, tapi harus real balikkin cuan.
Uang hasil tobat ini, kata beliau, akan dipakai buat membangun infrastruktur yang dibutuhkan warga, seperti rumah dan sekolah yang baik.
Yang Mau Gaduh Silakan, Rakyat Tahu Siapa yang Kerja
Terakhir, Prabowo ngasih statement pamungkas yang adem tapi nusuk. Beliau mempersilakan siapa pun yang suka ribut atau gaduh buat terus nyari-nyari kesalahannya.
Enggak perlu diladenin deh.
Prabowo yakin, masyarakat kita udah dewasa dan mampu menilai sendiri lho siapa yang beneran kerja keras dan siapa yang cuma modal “omong, omong, omong saja.” Ini sih nyindir pedas buat para kritikus yang hobinya ngomen tapi enggak ngasih solusi.
Tuh, dengerin tuh!
Statement:
Prabowo Subianto, Presiden RI
“Kepada sahabat-sahabat, kawan-kawan, kawan-kawan yang berkecimpung di ekonomi, patuhilah hukum, bayarlah pajakmu, patuhi semua ketentuan. Rakyat kita sudah tidak mau dipermainkan lagi, mereka pintar-pintar, mereka mengerti.”
“Saya berkata siapa yang melanggar hukum, kembalilah ke jalan yang benar. Kalau kau tobat, yang kau utang kepada negara ya kau bayar. Emang bikin jembatan pakai apa? Rakyat kita susah, rakyat kita perlu rumah, perlu sekolah yang baik, tidak bisa bangun sekolah hanya dengan omong-omong.”
3 Poin Penting:
-
Dilema “Rambo Podium”: Presiden Prabowo curhat merasa serba salah; ketika hanya bicara soal hukum dibilang “Rambo podium,” tetapi ketika benar-benar menegakkan hukum melalui Kejagung dan KPK, ia dituduh semena-mena.
-
Seruan Tobat dan Bayar Utang: Prabowo mengajak para koruptor untuk bertobat dan mengembalikan uang negara. Beliau menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur (jembatan, rumah, sekolah) tidak bisa dibangun hanya dengan “omong-omong” saja.
-
Himbauan Patuh dan Kepercayaan Rakyat: Kepala Negara meminta semua pihak, terutama pelaku ekonomi, untuk patuh pada hukum dan membayar pajak. Beliau percaya bahwa rakyat mampu menilai siapa yang bekerja dan siapa yang hanya modal berbicara.

![Makan Bergizi Gratis-MBG [dok. unicef]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/MBG-Wilander-300x200.webp)
![presiden prabowo subianto hadiri rapat DPR RI [dok. merahputih]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/f9e6a763ec0a4da79c85d33ea6e01b7b-300x200.jpeg)
![LPG 3kg harga 16rb [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/FotoJet-2-3623259443.jpg-300x166.webp)