Guys, keputusan Ford untuk kembali menanamkan investasi dan memindahkan sebagian fasilitas produksinya dari India ke Indonesia tuh bukan cuma kabar baik, tapi sinyal gede bahwa Indonesia udah dianggap sebagai basis manufaktur otomotif global yang daya saingnya kuat!
Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengonfirmasi kalau Ford punya rencana bisnis baru yang jauh lebih agresif.
Pemerintah pun memberikan dukungan penuh selama investasi ini membawa dampak positif bagi industri nasional.
Kepercayaan Ford Terhadap Ekosistem Lokal
Langkah Ford yang berani memindahkan pabrik dari India ke Indonesia ini jelas banget menunjukkan kepercayaan mereka terhadap ekosistem manufaktur lokal.
Ford memandang Indonesia punya potensi pasar dan tenaga kerja yang mumpuni.
Rencana ini diperkuat dengan komitmen perakitan lokal pada 2028 dan investasi senilai Rp76 miliar untuk fasilitas perakitan serta Rp25 miliar untuk pengembangan jaringan dealer.
Tantangan Regulasi CKD dan Dukungan Pemerintah
Meskipun ada rencana sebesar ini, Ford tetap menyoroti tantangan regulasi CKD yang menyulitkan lini pick-up mereka. Ford meminta penyesuaian regulasi terkait persyaratan CKD dan prosedur pengujian tipe kendaraan.
Wamenperin Faisol Riza negasin kalau pemerintah siap meninjau dan memperbarui ketentuan yang diperlukan untuk mendukung upaya industrialisasi Ford.
Ini jelas banget adalah sinergi positif antara pemerintah dan investor asing demi pertumbuhan industri.
Transisi dan Harapan Jangka Panjang
Kepulangan Ford ini bakal berlangsung bertahap hingga 2028, menjaga komitmen dengan PT Handal.
Diharapkan kembalinya Ford bakal meningkatkan daya saing industri otomotif nasional dan menciptakan lapangan kerja baru.
Statement:
Faisol Riza, Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin)
“Pemerintah pada prinsipnya mendukung upaya industrialisasi Ford dan siap meninjau serta memperbarui ketentuan yang perlu disesuaikan dengan dinamika industri.”
3 Poin Penting:
-
Penguatan Manufaktur Nasional: Keputusan Ford untuk kembali menanamkan investasi dan memindahkan fasilitas produksi dari India mengindikasikan penguatan ekosistem manufaktur nasional dan kepercayaan terhadap daya saing Indonesia.
-
Sinergi Regulasi-Investasi: Pemerintah melalui Wamenperin Faisol Riza mendukung industrialisasi Ford dan siap meninjau regulasi CKD untuk memfasilitasi rencana perakitan lokal 2028 senilai Rp76 Miliar.
-
Transisi Bisnis Bertahap: Kepulangan Ford akan berlangsung bertahap sampai 2028, dengan tetap memperhatikan komitmen kerja sama yang sudah ada, sekaligus meningkatkan volume impor CBU sebelum perakitan lokal.



