Guys, alam semesta tuh bener-bener nggak ada duanya deh soal kekuatan ekstrem! Lubang hitam supermasif di pusat galaksi spiral NGC 3783 baru aja ngasih liat betapa dahsyatnya mereka.
Para astronom berhasil mendeteksi hembusan partikel panas bermuatan yang terlempar keluar dari lubang hitam itu dengan kecepatan sekitar seperlima kecepatan cahaya! Wih, cepat banget!
Fenomena ngeri ini pertama kali tertangkap oleh teleskop sinar-X XRISM milik Badan Antariksa Eropa (ESA).
Matteo Guainazzi, salah satu ilmuwan proyek XRISM, menggambarkan badai kosmik itu mirip dengan flare yang meletup dari matahari, tapi dalam skala yang hampir tak terbayangkan!
Proses Magnetik Raksasa Bikin Angin Ngebut
Proses di balik badai ini ternyata proses magnetik raksasa! XRISM awalnya mendeteksi semburan sinar-X singkat namun intens dari wilayah sekitar lubang hitam.
Hanya beberapa jam kemudian, instrumen yang sama merekam angin kosmik yang melesat keluar dengan kecepatan 216 juta kilometer per jam!
Menurut astrofisikawan Liyi Gu, proses yang memicu badai ini serupa dengan mekanisme yang menyebabkan flare pada matahari, tapi dengan medan magnet jutaan kali lebih kuat! Lubang hitam NGC 3783 punya massa 30 juta kali matahari.
Saat medan magnetnya tiba-tiba ‘terlepas’ atau terputus, energi yang dilepaskan menghasilkan flare berskala kosmik.
Kecepatan 20% Cahaya Mengubah Galaksi
Kecepatan angin yang tercatat (20% kecepatan cahaya) jelas mencerminkan besarnya tenaga yang dilepaskan. Angin berkecepatan tinggi kayak gini tuh berperan penting dalam dinamika galaksi.
Daerah sekitar lubang hitam, atau piringan akresi, adalah zona tempat medan magnet kuat “menari” sebelum tertarik masuk.
Camille Diez, peneliti ESA, bilang aktivitas angin pada inti galaksi aktif itu punya peran besar dalam bagaimana galaksi berevolusi dan membentuk bintang baru.
Energi dari proses magnetik ini bisa menembakkan materi kembali ke ruang antargalaksi atau bahkan keluar dari galaksi!
Kunci Memahami Evolusi Alam Semesta
Pengamatan terbaru ini memberi wawasan mekanisme detail di balik fenomena tersebut. Temuan ini sekaligus memperkuat pemahaman bahwa aktivitas ekstrem lubang hitam bisa menentukan masa depan galaksi!
Aktivitas ini bisa menghentikan pembentukan bintang maupun memicunya kembali. Jadi, mengetahui lebih banyak tentang magnetisme inti galaksi aktif itu sangat penting buat memahami sejarah galaksi di seluruh alam semesta.
Statement:
Matteo Guainazzi, Ilmuwan Proyek XRISM
“Aktivitas angin pada inti galaksi aktif memainkan peran besar dalam bagaimana galaksi berevolusi dan membentuk bintang baru. Mengetahui lebih banyak tentang magnetisme inti galaksi aktif sangat penting untuk memahami sejarah galaksi di seluruh alam semesta.”
3 Poin Penting:
-
Penemuan Badai Kosmik Berkecepatan Tinggi: Astronom mendeteksi hembusan partikel panas berkecepatan 216 juta kilometer per jam (20% kecepatan cahaya) yang terlempar keluar dari lubang hitam supermasif NGC 3783, segera setelah semburan sinar-X kuat.
-
Mekanisme Flare Magnetik Raksasa: Badai kosmik ini dipicu oleh proses magnetik di inti galaksi aktif yang serupa dengan flare matahari, tetapi dalam skala jauh lebih besar akibat medan magnet lubang hitam yang terputus (terlepas).
-
Dampak pada Evolusi Galaksi: Pengamatan XRISM ini memberi wawasan bahwa angin berkecepatan tinggi dari lubang hitam aktif berperan penting dalam dinamika dan evolusi galaksi, termasuk proses pembentukan bintang baru.



