Ahmad Dhani Nyaris Diusir dari Rapat Royalti Musik di DPR

Kamis, 28 Agustus 2025

Ahmad Dhani (istimewa)

Rapat koordinasi terkait royalti musik di Komisi XIII DPR pada Rabu (27/8) diwarnai ketegangan. Musisi Ahmad Dhani nyaris diusir dari forum oleh Ketua Komisi XIII Willy Aditya karena terus menyela pembicara lain.

Rapat ini dihadiri oleh musisi ternama, termasuk Ariel Noah dan Judika, untuk membahas keruwetan sistem royalti musik di Indonesia. Demikian seperti dilansir dari CNN Indonesia.

Perdebatan dan Tuntutan Musisi

Dalam rapat, Ariel Noah menyoroti kebingungan terkait aturan izin penggunaan lagu, terutama untuk pertunjukan komersial.

Ia mempertanyakan apakah semua penyanyi, termasuk penyanyi kafe, wajib meminta izin, karena Undang-Undang Hak Cipta masih dianggap “abu-abu”.

Situasi memanas ketika Judika menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya menghormati hak pencipta lagu, meskipun sistem distribusi royalti di Indonesia masih dinilai bermasalah.

Ia menekankan bahwa tujuan awal seorang musisi adalah agar karyanya bisa dinikmati banyak orang. Namun, masalah muncul jika hak ekonomi dan moral pencipta tidak dipenuhi.

Ahmad Dhani Nyaris Diusir

Ahmad Dhani yang ikut dalam rapat tersebut beberapa kali menyela dan memotong pembicaraan. Sikapnya ini membuat Willy Aditya menegurnya dengan keras, bahkan mengancam akan mengusirnya dari forum.

Sistem royalti musik di Indonesia, yang diatur oleh LMK dan LMKN, dinilai sebagian musisi kurang memuaskan karena nominal yang diterima tidak sepadan.

Hal ini memicu beberapa musisi, seperti Dewa 19, Charly Van Houten, dan Rhoma Irama, memutuskan untuk membebaskan lagu-lagu mereka dibawakan oleh publik atau pengelola kafe/restoran.

Statement:

Ariel Noah

“Pernah disebutkan juga bahwa enggak semuanya, penyanyi kafe yang toh komersial pun, itu enggak perlu izin. Nah, itu yang bikin kami bingung sebetulnya.”

Willy Aditya (Ketua Komisi XIII DPR)

“Ini bukan forum berbalas pantun.” “Sekali lagi interupsi, kami berhak keluarkan jenengan dari forum.”

Judika

“Kalau Mas Piyu bilang harus izin dulu, ya oke-oke saja. Tapi faktanya di lapangan, ada hal-hal yang bikin ekosistem jadi kurang enak.”

“Kalau hak ekonomi enggak dibayar, hak moral diganggu, atau lagu diacak-acak, itu kami bisa komplain.”

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam Terakhir

Sepekan Terakhir