Search

Ancaman Topan Ragasa di Asia Tenggara: Taiwan Evakuasi Warga, Indonesia Minim Dampak

Selasa, 23 September 2025

Dampak Topan Ragasa di Filipina (BBC)

Badai Topan Ragasa kini menjadi sorotan utama di kawasan Asia Tenggara.

Dengan intensitas yang terus meningkat, topan ini telah memicu respons cepat dari berbagai negara, termasuk Taiwan yang telah mengeluarkan perintah evakuasi.

Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap potensi bencana banjir dan tanah longsor yang mengancam keselamatan warga.

Filipina dan Taiwan Lakukan Evakuasi Dini

Pada Minggu (21/9/2025) waktu setempat, Channel News Asia melaporkan bahwa hampir 300 warga di Kabupaten Hualien, Taiwan, akan dievakuasi.

Angka ini masih dapat bertambah seiring dengan pergerakan topan. Sebelumnya, badan meteorologi Filipina juga telah memprediksi bahwa Ragasa akan mendarat di wilayah kepulauan Batanes atau Babuyan pada Selasa (23/9) sore.

Meskipun dua wilayah tersebut jarang penduduk, Menteri Dalam Negeri Filipina, Jonvic Remulla, menegaskan bahwa evakuasi dini adalah langkah krusial untuk menyelamatkan nyawa.

Peringatan Banjir dan Gelombang Pasang di Berbagai Wilayah

Selain Taiwan dan Filipina, Hong Kong juga bersiap menghadapi dampak topan ini. Observatorium setempat mengingatkan bahwa cuaca akan memburuk pada Selasa dan Rabu (23-24/9).

Angin topan dan gelombang pasang diprediksi akan serupa dengan dampak Topan Mangkhut pada 2018 yang sempat melumpuhkan aktivitas kota.

Sementara itu, ahli cuaca Filipina, John Grender Almario, memperingatkan potensi banjir parah dan tanah longsor di wilayah utara Luzon.

Pemantauan gelombang dampak Topan Ragasa di Filipina (The New York Times)

BMKG Pantau Pergerakan Siklon Tropis Ragasa

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia juga turut memantau pergerakan Siklon Tropis Ragasa.

Seperti dikabarkan CNN Indonesia, saat ini topan terpantau di Laut Filipina timur Pulau Luzon dengan kecepatan angin maksimum sekitar 155 km/jam dan tekanan udara minimum 950 hPa.

BMKG memprediksi topan ini akan semakin intens dalam 24 jam ke depan, mencapai kategori 4, namun pergerakannya diperkirakan menjauhi wilayah Indonesia.

Citra satelit Topan Ragasa (Bloomberg)

Dampak Tidak Langsung terhadap Cuaca Indonesia

Meskipun pergerakannya menjauhi Indonesia, Siklon Tropis Ragasa tetap memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca di beberapa wilayah di Tanah Air.

BMKG memprediksi sejumlah wilayah akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Wilayah-wilayah tersebut meliputi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

Bibit Siklon Tropis Baru Terbentuk di Pasifik

Selain Siklon Ragasa, BMKG juga mendeteksi terbentuknya Bibit Siklon Tropis 92W di Samudra Pasifik Barat, tepatnya di timur laut Papua.

Bibit siklon ini memiliki potensi berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 hingga 72 jam ke depan dengan kategori peluang “Rendah”.

Namun, seperti halnya Ragasa, bibit siklon ini juga dapat memberikan dampak tidak langsung, terutama terhadap wilayah Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua, yang diprediksi akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Statement;

Jonvic Remulla, Menteri Dalam Negeri Filipina

“Langkah evakuasi dini sangat penting untuk menyelamatkan nyawa.”

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia

“Siklon Tropis Ragasa memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca ekstrem di wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan.”

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan