Kanker, penyakit yang muncul akibat pertumbuhan sel abnormal, tetap menjadi penyebab kematian tertinggi secara global dan dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia.
Penyebabnya beragam, mulai dari faktor genetik hingga gaya hidup dan pola makan.
Sayangnya, banyak dari kita tidak menyadari bahwa di balik kelezatan beberapa makanan yang kita konsumsi sehari-hari, bersembunyi zat kimia yang berpotensi memicu risiko kesehatan serius.
Zat tersebut adalah akrilamida, yang terbentuk secara tak terhindarkan saat kita memasak makanan nabati kaya pati pada suhu tinggi.
Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA), akrilamida terbentuk selama proses memasak bersuhu tinggi, seperti menggoreng, memanggang, dan membakar, terutama pada suhu di atas .
Zat ini diklasifikasikan sebagai karsinogen potensial bagi manusia. Meskipun penelitian masih terus berlangsung, berbagai badan kesehatan global telah menyarankan pentingnya mengurangi konsumsi makanan yang mengandung zat ini.
Fenomena ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih cermat dalam memilih dan mengolah asupan harian, demi menjaga kualitas hidup dari ancaman penyakit.
Membongkar Daftar Favorit yang Berpotensi Berisiko
Mengurangi risiko paparan akrilamida dimulai dari meja makan kita. Salah satu penyumbang terbesar adalah gorengan, seperti keripik kentang dan kentang goreng.
Akrilamida terbentuk ketika gula alami dalam kentang bereaksi dengan asam amino pada suhu tinggi, dan semakin lama atau semakin gelap warna gorengan, semakin tinggi kadarnya.
Studi menunjukkan kadar akrilamida dalam keripik kentang bisa mencapai hingga lebih dari .
Namun, ada solusi sederhana: menggoreng dengan udara atau menghindari proses penggorengan yang berlebihan dapat membantu menekan angka tersebut.
Selain itu, beberapa camilan dan makanan sarapan kita juga perlu diwaspadai. Biskuit dan kue kering kemasan sering dipanggang pada suhu tinggi dan mengandung akrilamida, gula rafinasi, dan pengawet tambahan.
Begitu juga dengan sereal sarapan kemasan seperti corn flakes, yang dipanggang atau disangrai.
Memilih versi yang dipanggang sebentar, menggunakan biji-bijian yang dimasak secara tradisional seperti oat atau daliya, atau membuat kue buatan sendiri dengan gandum utuh adalah langkah cerdas dan humanis dalam merawat kesehatan diri dan keluarga.
Keputusan Sederhana untuk Perubahan Besar
Bahkan minuman dan lauk pendamping harian kita pun tak luput dari risiko akrilamida. Proses pemanggangan roti yang membuat warnanya menjadi cokelat tua, sebetulnya menunjukkan adanya pembentukan zat kimia ini; semakin gelap warna roti panggang, semakin tinggi kadarnya.
Kadar akrilamida dalam roti panggang dapat berkisar antara hingga . Memilih roti gandum utuh yang dipanggang dengan warna yang lebih terang adalah pilihan yang lebih aman dan sehat.
Ironisnya, minuman favorit banyak orang, yaitu kopi, juga mengandung akrilamida yang terbentuk selama proses pemanggangan biji.
Kopi sangrai ringan hingga sedang umumnya memiliki kadar akrilamida yang lebih rendah dibandingkan kopi sangrai gelap.
Data menunjukkan kopi seduh dapat mengandung hingga . Kesadaran akan fakta ini mendorong kita untuk membuat keputusan yang lebih teliti dalam menyiapkan makanan sehari-hari.
Kesehatan seringkali dimulai dari perubahan kecil, bukan yang drastis, seperti sekadar mengubah cara kita memanggang roti atau memilih biji kopi.
Mengubah Kebiasaan, Membangun Pertahanan Diri
Mengurangi risiko kanker melalui pola makan bukan berarti kita harus menghilangkan semua makanan enak, melainkan lebih pada mengadopsi kebiasaan memasak yang lebih bijak.
Mengganti teknik penggorengan suhu tinggi dengan merebus, mengukus, atau memanggang pada suhu yang lebih rendah adalah bentuk cinta kasih terhadap tubuh.
Sebagai individu, kita memiliki kekuatan untuk memitigasi risiko dengan informasi yang kita miliki.
Memilih makanan utuh, mengurangi snack kemasan yang diproses ekstrem, dan mempraktikkan proses memasak yang lebih lembut adalah langkah nyata menuju gaya hidup yang lebih protektif dan berkelanjutan bagi kesehatan.
![peluncuran label Nutri-Level [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/1467305477.jpg-300x169.webp)
![bahaya Covid-19 "Cicada" [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/WhatsApp-Image-2022-09-06-at-12.02.48-1-300x225.jpeg)

![ilustrasi virus cicada [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/covid-virus-3d-modeling-scaled-1-300x214.jpg)