Arab Saudi kabarnya lagi sibuk meninjau ulang agenda besar mereka, Vision 2030, yang sudah berjalan sejak 2016.
Proyek ambisius besutan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) ini awalnya digadang-gadang bakal menyulap ekonomi kerajaan agar nggak lagi bergantung sama minyak.
Dengan dana fantastis mencapai 2 triliun dolar AS, Riyadh pengen banget bertransformasi jadi pusat teknologi dan pariwisata dunia.
Selama hampir satu dekade, kita sudah melihat perubahan drastis di sana, mulai dari modernisasi sosial hingga pembangunan proyek raksasa yang bikin geleng-geleng kepala.
Tapi pekan ini, Menteri Keuangan Mohammed al-Jadaan kasih kode kalau strategi mereka perlu disesuaikan.
Pemerintah Saudi sekarang lagi menyusun rencana lima tahun baru yang tujuannya lebih tajam buat menggandakan fokus pada sektor pariwisata, manufaktur, dan logistik.
Proyek NEOM Dipangkas dan Nasib Gedung Mukaab yang Tertunda
Bicara soal revisi, ternyata dampaknya lumayan kerasa buat proyek-proyek futuristik mereka. Ingat NEOM yang punya gedung pencakar langit sepanjang 170 kilometer? Sekarang rencananya dipangkas drastis jadi cuma 2,4 kilometer saja.
Bahkan, Asian Winter Games 2029 yang tadinya mau diadakan di resor ski Trojena akhirnya dipindah ke Almaty, Kazakhstan, karena infrastrukturnya belum siap seratus persen.
Nggak cuma NEOM, gedung pencakar langit berbentuk kubus raksasa alias The Mukaab juga harus rela pembangunannya ditangguhkan. Para pejabat Saudi kabarnya lagi meninjau ulang kelayakan pendanaan buat megaproyek di distrik New Murabba ini.
Sebagai gantinya, mereka lebih memilih memprioritaskan proyek yang lebih dekat dengan kepentingan umat, seperti King Salman Gate di Mekkah untuk menambah kapasitas ruang salat di Masjidil Haram.
Peran PIF dan Ambisi Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2034
Penyesuaian strategi ini sebenarnya didorong oleh Public Investment Fund (PIF) alias dana kekayaan negara Arab Saudi.
PIF yang memegang dana senilai 925 miliar dolar AS ini mulai merasa perlu buat memindahkan investasi dari proyek properti yang super mahal ke sektor yang bisa kasih keuntungan lebih cepat.
Mereka pengen uangnya berputar lebih lincah di ekosistem energi bersih, industri, dan pengembangan perkotaan yang lebih praktis.
Fokus baru ini juga makin diarahkan ke ajang internasional yang punya impact gede bagi citra global Saudi, salah satunya Piala Dunia 2034.
Dengan jadi tuan rumah event olahraga terbesar dunia, Arab Saudi berharap bisa menarik lebih banyak audiens global buat datang dan belanja di sana.
Langkah ini dianggap lebih menjanjikan daripada terus-terusan membangun gedung yang belum tentu bisa langsung terisi penuh dalam waktu dekat.
Realita Ekonomi dan Tantangan Bagi Generasi Muda Saudi
Meskipun reformasi sosial makin maju, para pengamat menilai Arab Saudi tetap menghadapi tantangan berat, terutama soal lapangan kerja buat anak mudanya.
Laporan IMF bahkan menyoroti adanya ketidaksesuaian antara keterampilan tenaga kerja berpendidikan tinggi dengan kebutuhan pasar di sektor-sektor Vision 2030.
Banyak generasi muda yang sudah telanjur menggantungkan karier mereka pada janji-janji proyek besar yang sekarang justru ditunda atau dipangkas.
Di sisi lain, pengawasan ketat dari pemerintah terhadap suara sumbang di media sosial masih terus berlanjut.
Meski prioritas proyek bergeser, para aktivis menilai reformasi ini tetap bersifat top-down alias hanya dikendalikan penuh oleh penguasa tanpa melibatkan partisipasi publik secara luas.
Bagaimanapun juga, Arab Saudi saat ini sedang berusaha mencari titik keseimbangan antara ambisi yang setinggi langit dengan kenyataan ekonomi yang lebih membumi.
Statement:
Alice Gower, Direktur Geopolitik dan Keamanan di Azure Strategy
“Target Vision 2030 Arab Saudi sangat ambisius dan banyak proyek raksasanya, sejak awal dapat digambarkan sebagai tidak realistis. Setiap proyek besar pada dasarnya akan melalui fase revisi dan penyesuaian sebagai respons terhadap pertimbangan ekonomi dan harga minyak global yang berada di bawah tingkat yang dibutuhkan.”
3 Poin Penting:
-
Arab Saudi melakukan penyesuaian strategi Vision 2030 dengan memangkas atau menunda beberapa megaproyek seperti NEOM dan The Mukaab karena alasan kelayakan dana.
-
Fokus investasi dialihkan oleh PIF ke sektor yang memberikan imbal hasil lebih cepat dan berdampak global, seperti pariwisata internasional dan persiapan Piala Dunia 2034.
-
Perubahan strategi ini dipicu oleh tantangan ekonomi, fluktuasi harga minyak, serta kebutuhan untuk menyelaraskan lapangan kerja dengan aspirasi generasi muda Saudi.
![google kena gugatan [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/61076e8a5b359-300x200.jpg)

![melaksanakan ibadah haji [dok. baznas]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/file-2-300x169.jpeg)
![Jenderal Dan Caine [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/Air-Force-Gen.-Dan-Caine-300x169.webp)