Search
Search
Search

AtlasBase Kembangkan Penyimpanan DNA hingga 50 PB, Diklaim Bisa Bertahan Lebih dari 1.000 Tahun

Kamis, 1 Oktober 2026

Ilustrasi DNA (shutterstock)

Bayangkan menyimpan 50 petabita (PB) data digital dalam sebuah kapsul kecil, lalu membiarkannya tersimpan selama lebih dari 1.000 tahun tanpa listrik atau sistem pendingin.

Konsep tersebut sedang dikembangkan AtlasBase melalui teknologi penyimpanan berbasis DNA sintetis yang ditujukan untuk kebutuhan arsip digital jangka panjang.

AtlasBase mengembangkan platform bernama Thalia, yang menggabungkan teknologi semikonduktor dengan proses biokimia.

Data digital dikonversi menjadi kombinasi empat basa DNA, kemudian ditulis dalam bentuk rangkaian molekuler dengan kepadatan sangat tinggi.

AtlasBase mengklaim chip terbarunya memiliki 5,6 miliar titik reaksi, atau sekitar 700 kali lebih banyak dibandingkan teknologi sintesis DNA sebelumnya.

Chip 16 Nanometer Jadi Pengendali

Teknologi tersebut menggunakan lapisan CMOS 16 nanometer di bawah bagian biologis. Lapisan silikon ini berfungsi mengendalikan jutaan titik reaksi melalui pulsa listrik, sehingga menentukan basa DNA yang ditambahkan dalam setiap siklus sintesis.

Setelah proses selesai, DNA sintetis dikeringkan dan disegel dalam kapsul logam yang kemudian dapat ditempatkan di dalam cartridge.

AtlasBase menempatkan DNA bukan sebagai pengganti SSD, RAM, atau media penyimpanan berkecepatan tinggi, melainkan sebagai medium arsip.

Perusahaan menyebut satu kapsul dapat memiliki kapasitas mulai dari 1 TB hingga 50 PB, sedangkan satu cartridge dapat menampung 100 kapsul dengan kapasitas teoritis sekitar 100 TB hingga 5 EB.

CEO AtlasBase: DNA Punya Arsitektur Penyimpanan Alami

CEO AtlasBase Jeff Treuhaft mengatakan DNA memiliki karakteristik menarik sebagai medium penyimpanan informasi karena molekul tersebut secara alami telah menjadi media informasi biologis selama miliaran tahun.

Menurut Treuhaft, pendekatan tersebut kini coba dimanfaatkan untuk kebutuhan komputasi dan penyimpanan dalam skala yang sebelumnya sulit dicapai.

Namun, teknologi AtlasBase tetap memiliki perbedaan mendasar dengan sistem penyimpanan konvensional karena proses pembacaan data DNA membutuhkan tahapan biologis dan sequencing.

Bukan Cuma Menyimpan Data, DNA Bisa Dipakai Menghitung

AtlasBase juga mengembangkan konsep komputasi molekuler, yakni melakukan perhitungan langsung menggunakan molekul DNA tanpa harus terus-menerus memindahkan data antara media penyimpanan dan prosesor.

Salah satu penerapannya adalah persoalan optimasi dengan jumlah kombinasi sangat besar, seperti penjadwalan penerbangan yang melibatkan pesawat, rute, waktu, dan berbagai batasan.

Perusahaan menyebut sistem tersebut berpotensi memeriksa ribuan hingga jutaan kandidat kombinasi secara bersamaan.

Meski demikian, proses mengambil kembali materi DNA untuk komputasi membutuhkan waktu beberapa menit dan tahap pemrosesan berikutnya bergantung pada kompleksitas pekerjaan.

Karena itu, teknologi ini lebih diarahkan untuk arsip dan komputasi khusus, bukan pekerjaan komputasi sehari-hari.

Program Akses Awal Mulai Dibuka

AtlasBase telah menawarkan program akses awal untuk organisasi dan pengguna teknologi tertentu.

Potensi penggunaannya mencakup pengarsipan, preservasi catatan, perencanaan transportasi, operasi industri, pekerjaan finansial, penelitian ilmiah, hingga analisis sumber daya.

Meski terdengar futuristis, klaim kapasitas hingga 50 PB per kapsul masih perlu dilihat dalam konteks implementasi nyata.

Teknologi tersebut belum memiliki rekam jejak operasional dan bukti penerapan komersial yang cukup untuk dibandingkan secara langsung dengan sistem arsip yang sudah mapan.

Tantangan utamanya bukan hanya kapasitas, tetapi juga memastikan proses penulisan, penyimpanan, dan pembacaan data berlangsung konsisten dalam penggunaan jangka panjang.

Kapasitas Jumbo, tetapi Validasi Jadi Kunci

Jika klaim kapasitas tersebut dapat diwujudkan secara konsisten, penyimpanan DNA berpotensi menawarkan pendekatan baru untuk organisasi yang harus menjaga data selama puluhan hingga ratusan tahun.

Kemampuan menyimpan informasi tanpa listrik, pendinginan, atau pergerakan mekanis terus-menerus juga menjadi salah satu alasan teknologi DNA menarik untuk kebutuhan preservasi jangka panjang.

Namun, 50 PB per kapsul dan daya tahan lebih dari 1.000 tahun masih harus dibuktikan melalui penerapan dan validasi operasional.

Bagi AtlasBase, tantangan berikutnya bukan sekadar memperbesar kepadatan data, tetapi menunjukkan bahwa teknologi tersebut mampu bekerja secara andal di lingkungan nyata.

Jika berhasil melewati tahap tersebut, DNA berpotensi menjadi salah satu opsi untuk menghadapi ledakan kebutuhan arsip digital di masa depan.

Statement:

Jeff Treuhaft, CEO AtlasBase

“Selama 2 miliar tahun, DNA telah berkembang sebagai platform data alam, struktur yang sangat mampu memproses informasi yang mendefinisikan setiap makhluk hidup.”

3 Poin Penting:

  • AtlasBase mengembangkan penyimpanan DNA dengan kapasitas yang diklaim mencapai 50 PB dalam satu kapsul.
  • DNA sintetis ditujukan terutama untuk arsip jangka panjang, dengan klaim dapat bertahan lebih dari 1.000 tahun tanpa listrik atau pendinginan.
  • Teknologi tersebut masih membutuhkan validasi operasional dan komersial untuk membuktikan konsistensi kapasitas, penulisan, penyimpanan, serta pembacaan data.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan