Guys, selain ancaman Siklon Tropis 91S, BMKG udah ngasih peringatan dini soal sirkulasi siklonik baru yang terbentuk di Samudra Hindia Barat Aceh!
Sirkulasi ini tuh bakal membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang panjang banget, mengancam pertumbuhan awan hujan signifikan di banyak wilayah!
Daerah konvergensi ini diprediksi memanjang di Perairan Barat Aceh hingga Sumatra Utara dan di Laut Andaman.
Kondisi ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan secara signifikan di sekitar bibit siklon tropis dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut.
Potensi Hujan Lebat Meluas
Dampak konvergensi ini tuh gak cuma di Sumatra aja! BMKG memprediksi potensi hujan lebat bakal meluas ke sebagian besar wilayah Sumatra, sebagian Kalimantan, Sulawesi, dan wilayah Timur Indonesia.
Ini jelas banget membutuhkan kewaspadaan nasional!
Perpaduan fenomena atmosfer lain kayak DMI negatif dan aktivitas Gelombang Kelvin/Rossby juga ikut memperkuat potensi hujan ini, terutama di Indonesia bagian barat.
Catatan Hujan Lebat Gak Main-Main
Dampak dari sirkulasi siklonik dan perlambatan angin udah terlihat jelas dalam tiga hari terakhir! Paloh Kalimantan Barat udah mencapai 147.2 mm/hari, Kertajati Jawa Barat 84 mm/hari, dan Lombok NTB 71.0 mm/hari.
Ini nunjukin skala hujan lebat-sangat lebat yang bisa terjadi akibat dinamika atmosfer ini.
Warga wajib meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah yang punya kontur tanah rentan.
Memantau informasi resmi BMKG secara berkala adalah kunci mitigasi bencana.
Siklus Rentan Pembentukan Bibit Siklon
BMKG juga ngingetin kalau periode November–Desember 2025 hingga awal 2026 adalah fase yang rentan terhadap pembentukan bibit siklon tropis di perairan selatan Indonesia.
Jadi, dinamika atmosfer seperti ini bakal terus terjadi hingga awal tahun depan.
Statement:
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)
(Implisit) Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan secara signifikan di sekitar bibit siklon tropis/sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut, terutama di sebagian besar wilayah Sumatra, sebagian Kalimantan, Sulawesi, dan wilayah Timur Indonesia.
3 Poin Penting:
-
Sirkulasi Siklonik dan Konvergensi: BMKG memperingatkan adanya sirkulasi siklonik di Samudra Hindia Barat Aceh yang membentuk daerah konvergensi panjang, memicu potensi pertumbuhan awan hujan secara signifikan.
-
Perluasan Dampak Hujan Lebat: Potensi hujan lebat-sangat lebat diprediksi meluas ke sebagian besar wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Timur Indonesia, diperkuat oleh catatan historis intensitas hujan di daerah seperti Paloh Kalimantan Barat.
-
Waspada Bencana Hidrometeorologi: Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir dan tanah longsor di tengah fase yang rentan pembentukan bibit siklon tropis dan dinamika atmosfer hingga awal 2026.
![awan Cumulonimbus [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/prediksi-bmkg-awan-cumulonimbus-april-2026-300x175.jpg)

![cuaca buruk bmkg [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/704713ee-ade7-4b72-b81f-04f17d2f7a45-1879748487-300x164.jpeg)
![cuaca ekstrem [dok. tribun]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/8-Wilayah-Status-Siaga-Peringatan-Dini-BMKG-Cuaca-Ekstrem-Badai-Hujan-Petir-Malam-Ini.jpg-300x169.webp)