Search

Bantah Rumor Bubar, D’Masiv Dobrak Industri Musik Lewat Jalur Indie dan Rilis Lagu On Our Own

Jumat, 22 Mei 2026

dmasiv ngga jadi bubar [dok. web]
dmasiv ngga jadi bubar [dok. web]

Kabar mengejutkan sekaligus melegakan melanda industri musik tanah air setelah grup musik legendaris D’Masiv secara resmi menepis rumor miring seputar isu pembubaran diri mereka.

Alih-alih menyudahi perjalanan panjang yang telah dibangun, band asal Ciledug ini justru mengumumkan sebuah gebrakan besar yang menandai era baru dalam karier bermusik.

Langkah berani ini diambil untuk membuktikan kepada para penggemar setia bahwa eksistensi mereka di belantika musik masih sangat kokoh dan penuh inovasi.

Keputusan besar tersebut direalisasikan dengan memilih jalan sebagai band independen alias pergerakan indie setelah sekian lama bernaung di bawah payung korporasi besar.

Transformasi radikal ini tentu membawa angin segar bagi skena musik nasional, mengingat rekam jejak mereka yang selalu sukses mencetak lagu-lagu hits yang populer.

Menjadi musisi independen memberikan mereka kendali penuh untuk mengeksplorasi idealisme bermusik tanpa batas kreativitas yang mengekang.

Filosofi Pesawat Kertas dan Babak Baru Tanpa Label

Perubahan haluan ini terjadi seiring dengan berakhirnya kontrak kerja sama profesional antara D’Masiv dengan label rekaman raksasa, Musica Studios, tepat pada Mei 2026.

Perpisahan yang dilakukan setelah hampir dua dekade berjalan bersama ini dipastikan berlangsung secara damai, penuh rasa hormat, dan tanpa ada konflik internal.

Momentum lepasnya ikatan label ini justru dimanfaatkan oleh Rian Ekky Pradipta dan kawan-kawan sebagai batu loncatan untuk mendefinisikan ulang identitas musik mereka.

Sebagai simbol representasi dari kebebasan baru tersebut, D’Masiv memperkenalkan logo anyar ke publik yang mengusung gambar pesawat kertas yang ikonik.

Di balik kesederhanaan bentuknya, simbol pesawat kertas tersebut menyimpan filosofi mendalam tentang harapan, mimpi tinggi, serta kesederhanaan untuk menerbangkan karya musik mereka sejauh mungkin.

Logo baru ini seolah menjadi pesan kuat bahwa daya jelajah kreativitas mereka kini siap menembus berbagai batas wilayah baru yang belum pernah terjamah sebelumnya.

Peluru Bahasa Inggris Bermuatan Visi Global

Tidak butuh waktu lama bagi D’Masiv untuk membuktikan taji mereka di jalur independen dengan langsung merilis sebuah karya teranyar yang sangat segar.

Sebagai langkah awal, mereka meluncurkan sebuah single berbahasa Inggris yang diberi tajuk “On Our Own” sebagai penanda kemandirian.

Keputusan menggunakan bahasa internasional dalam karya terbarunya ini menjadi bukti autentik bahwa band ini tidak lagi hanya bermain di zona nyaman pasar domestik.

Kualitas produksi lagu “On Our Own” juga tidak main-main karena D’Masiv sukses menggandeng Ryan Benyo, sosok produser bertangan dingin yang memiliki reputasi mentereng.

Ryan Benyo sendiri dikenal sebagai figur produser yang kerap bekerja sama dengan deretan musisi internasional terkemuka seperti Cory Wong dan Forest Blakk.

Sinergi apik antara karakter kuat D’Masiv dan sentuhan magis sang produser menghasilkan sebuah komposisi musik yang megah serta memiliki daya saing tinggi.

Merajut Mimpi Internasional Melalui Kebebasan Ekspresi

Keputusan menjadi bagian dari skena band indie memberikan keleluasaan penuh bagi para personel D’Masiv untuk lebih bebas mengekspresikan jati diri bermusik mereka.

Tanpa adanya tekanan komersial yang kaku dari pihak label, mereka kini bisa menyusun formula aransemen yang lebih berani dan idealis.

Kebebasan inilah yang dinilai menjadi bahan bakar utama bagi mereka untuk terus menjaga api kreativitas tetap menyala setelah puluhan tahun berkarya.

Visi besar yang kini diusung oleh D’Masiv dalam era barunya adalah fokus untuk menembus pangsa pasar internasional secara masif dan terstruktur.

Sebagai bentuk keseriusan dalam menggapai mimpi global tersebut, mereka dikabarkan tengah sibuk mempersiapkan agenda tur konser ke sejumlah negara tetangga dan benua lain.

Babak baru perjalanan D’Masiv ini menjadi bukti nyata bahwa usia karier yang matang bukanlah halangan untuk terus bermutasi dan menaklukkan panggung dunia.

Statement:

Rian Ekky Pradipta (Vokalis D’Masiv)

“Kami tidak bubar, ini adalah momentum kelahiran kembali D’Masiv sebagai band indie yang bebas berekspresi. Lewat single ‘On Our Own’ dan filosofi pesawat kertas, kami ingin membawa karya anak bangsa terbang lebih tinggi tanpa batas hambatan komersial, sekaligus bersiap menyapa penikmat musik di panggung global.”

3 Poin Penting:

  • Status Independen Total: D’Masiv resmi mengakhiri kerja sama hampir dua dekade dengan label Musica Studios pada Mei 2026 secara damai demi merajut karier lewat jalur indie.

  • Rilis Single On Our Own: Sebagai pembuktian awal di jalur mandiri, mereka meluncurkan lagu berbahasa Inggris “On Our Own” yang diproduseri oleh produser kelas dunia, Ryan Benyo.

  • Ekspansi Pasar Global: Identitas baru dengan logo pesawat kertas melambangkan visi D’Masiv yang siap berekspresi secara bebas demi menembus pasar internasional serta menyiapkan agenda tur dunia.

[gas/man]

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan