Search
Search
Search

Batal Konser di Eropa! Deadsquad, Death Vomit, dan Jasad Banting Setir Usai Ditipu Promotor

Kamis, 20 Agustus 2026

Deadsquad (IG @vicky_56_mono)

Kabar kurang menyenangkan datang dari dunia musik cadas tanah air yang sedang melancarkan aksi invasi ke panggung internasional.

Tiga nama besar di skena metal Indonesia, yaitu Deadsquad, Death Vomit, dan Jasad, terpaksa membatalkan rangkaian pertunjukan musik mereka di Inggris dan Irlandia.

Pembatalan mendadak ini dipicu oleh rentetan kesepakatan krusial yang tidak dipenuhi oleh pihak promotor Diablo Productions selama tur berlangsung.

Melalui rilis resmi di media sosial, ketiga band metal legendaris ini membeberkan berbagai kekacauan manajemen yang mereka hadapi di lapangan.

Masalah pelik tersebut mencakup ketersediaan tempat acara (venue), armada transportasi, tempat menginap, hingga terputusnya saluran komunikasi secara sepihak dari pihak penyelenggara.

Kejadian ini tak pelak memicu kekecewaan mendalam bagi para musisi serta ribuan penggemar musik cadas di Eropa.

Kronologi Masalah Venue London dan Pengakuan Pihak Pengelola Tempat

Salah satu polemik utama yang paling menyita perhatian terjadi pada jadwal pertunjukan di kota London, Inggris. Pihak tempat acara secara mengejutkan menghubungi para personel band langsung melalui pesan singkat guna mengklarifikasi status acara.

Pengelola venue menegaskan bahwa pihak Diablo Productions sama sekali belum melakukan reservasi resmi atau menyewakan tempat untuk jadwal konser yang telah dipublikasikan tersebut.

Pengelola tempat di London mengaku telah berulang kali mencoba menghubungi promotor melalui panggilan telepon maupun surat elektronik guna meminta kepastian konfirmasi.

Namun, seluruh upaya komunikasi tersebut tidak pernah mendapat respons balik dari pihak Diablo Productions. Alhasil, pihak venue mengambil tindakan tegas dengan membatalkan pertunjukan secara sepihak demi menghindari kerugian yang lebih besar.

Insiden Terdampar di Irlandia akibat Kelalaian Transportasi dan Akomodasi

Kondisi makin memburuk usai ketiga band selesai menggebrak panggung di Lost Lane, Irlandia. Pihak promotor dilaporkan gagal menyediakan sarana transportasi dan tempat menginap untuk rombongan band menuju lokasi pertunjukan berikutnya.

Akibat kelalaian sistematis ini, perjalanan tur menuju kota Cork di Irlandia serta kota London di Inggris terpaksa dihentikan secara total.

Ketiadaan fasilitas dasar di tengah cuaca dingin Eropa sempat membuat rombongan musisi Indonesia ini terdampar tanpa kepastian.

Sebanyak 16 orang yang terdiri dari personel band dan tim kru terlantar di Irlandia sebelum akhirnya mendapatkan uluran bantuan dari salah satu warga Diaspora Indonesia bernama Ailtje yang tinggal di wilayah tersebut.

Upaya Kompromi Internal dan Penegasan Sikap Profesionalisme Band

Para personel Deadsquad, Death Vomit, dan Jasad menegaskan bahwa mereka telah berupaya maksimal untuk menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan dan internal.

Sepanjang dinamika tur berlangsung, para musisi asal Indonesia ini mengklaim selalu bersikap kooperatif demi menjaga profesionalisme panggung serta nama baik industri musik tanah air di mata dunia.

Namun, kegagalan berulang dari promotor dinilai sudah berada di luar batas toleransi dan menunjukkan kurangnya persiapan, organisasi, serta tanggung jawab profesional.

Kerugian material dan immaterial yang dialami oleh ketiga kelompok musik ini membuat mereka merasa sangat dirugikan dan dikhianati oleh komitmen manis yang sebelumnya dijanjikan oleh Diablo Productions.

Transparansi Informasi dan Peringatan Penting bagi Skena Musik Global

Kejadian pahit ini akhirnya dipublikasikan ke hadapan publik sebagai bentuk transparansi informasi kepada para penggemar yang telah membeli tiket.

Selain itu, pendedahan kasus ini dimaksudkan sebagai peringatan keras bagi para pelaku industri musik lainnya agar lebih waspada dan selektif saat menjalin kerja sama dengan promotor internasional di masa depan.

Dukungan moral terus mengalir deras dari sesama musisi dan penikmat musik metal di tanah air untuk Deadsquad, Death Vomit, dan Jasad.

Pengalaman kelam di Eropa ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bersama dalam menyusun manajemen tur internasional yang jauh lebih aman, terproteksi hukum, serta profesional.

Kutipan:

Rilis Resmi Gabungan Deadsquad, Death Vomit, dan Jasad

“Kami ingin menginformasikan bahwa tur kami bersama Diablo Productions mengalami masalah serius yang mengakibatkan batalnya pertunjukan di Cork (Irlandia) dan London (Inggris).”

“Berbagai hal yang telah dijanjikan dan disepakati, termasuk venue, transportasi, akomodasi, dan komunikasi, tidak dipersiapkan dan dijalankan dengan baik.”

“Salah satu masalah terjadi pada show London, yang akhirnya dibatalkan oleh pihak venue. Pihak venue kemudian menghubungi kami secara langsung dan menjelaskan bahwa Diablo Productions tidak pernah secara resmi mereservasi venue tersebut.”

“Kami telah berusaha menyelesaikan semuanya secara internal, namun situasi yang terjadi menunjukkan kurangnya profesionalisme yang sangat serius dari pihak promotor.”

3 Poin Penting:

  • Batal Manggung di Eropa: Band Deadsquad, Death Vomit, dan Jasad terpaksa membatalkan konser di Cork (Irlandia) dan London (Inggris) akibat kelalaian promotor Diablo Productions.

  • Masalah Venue dan Logistik: Promotor tidak melakukan reservasi venue di London serta gagal menyediakan transportasi dan akomodasi usai pertunjukan di Irlandia.

  • Sempat Terdampar: Sebanyak 16 musisi dan kru Indonesia sempat terlantar di Irlandia akibat ketiadaan akomodasi sebelum akhirnya ditolong oleh anggota Diaspora Indonesia.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan