Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turun ke jalan dalam aksi unjuk rasa di depan Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (29/8).
Aksi ini merupakan buntut dari insiden tewasnya seorang pengemudi ojek online (ojol) yang terlindas mobil taktis Brimob saat unjuk rasa pada Kamis (28/8).
Koordinator Pusat BEM SI, Muzammil Ihsan, mengatakan aksi yang rencananya akan dimulai pukul 13.00 WIB ini bertujuan mendesak reformasi di tubuh Polri.
Menurutnya, insiden yang menewaskan pengemudi ojol bernama Affan Kurniawan tersebut menunjukkan adanya represivitas aparat dalam menangani demonstrasi.
Tewas Saat Mengantar Order
Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online (ojol), meninggal dunia setelah terlindas mobil kendaraan taktis (Rantis) Brimob di Jakarta Pusat.
Berbeda dengan kabar yang beredar, rekan korban menegaskan Affan tewas bukan karena ikut demonstrasi, melainkan saat sedang mengantarkan pesanan makanan.
Hafidz (40), rekan sesama ojol, menyebut Affan sedang menyeberang jalan ketika mobil Rantis melaju kencang dan melindasnya.
Pemprov DKI Tanggung Semua Biaya Rumah Sakit bagi Warga Terdampak
Insiden tragis ini terjadi di tengah unjuk rasa yang mengecam tunjangan mewah DPR RI. Akibat peristiwa ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat satu orang meninggal (Affan) dan 38 orang lainnya luka-luka dan dirawat di sejumlah rumah sakit.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan Pemprov DKI akan menanggung penuh biaya pemulasaraan dan pemakaman Affan.
Ia juga menjamin seluruh biaya perawatan bagi korban luka-luka. Rencananya, jenazah Affan akan dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, hari ini dengan diiringi sekitar 1.000 pengemudi ojol sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Aksi Ojol Memanas
Di sisi lain, massa ojol juga masih berkerumun di depan Markas Komando (Mako) Brimob Kwitang, Jakarta Pusat.
Situasi sempat memanas pada Jumat pagi (29/8) setelah massa melempari batu dan dibalas dengan tembakan gas air mata oleh aparat kepolisian.
Kapolri telah menyampaikan permintaan maaf atas insiden tersebut dan berjanji akan bertanggung jawab. Selain itu, personel TNI AD dan TNI AL juga diterjunkan ke lokasi untuk meredakan ketegangan dan berdialog dengan massa.
Statement:
Hafidz, rekan Affan sesama pengemudi ojol
“Saat itu (Affan) enggak ikut demo, lagi nganter orderan GoFood. Itu dia lagi nyebrang, nah mobil barakuda (Rantis Brimob) ngebut, jadi kelindas di situ.”
Muzammil Ihsan, Koordinator Pusat BEM SI
“Situasi bangsa kita, hari demi hari semakin banyak persoalan dan represifitas yang dilakukan aparat penegak hukum (Polri). Maka dari pada itu saatnya kita bersuara dan bersikap pada aksi reformasi Polri.”
“Kita mengecam keras dan kecewa dengan perlakuan kepolisian dalam penanganan aksi.”
Kapolri Listyo Sigit
“Tadi kami menyampaikan belasungkawa dan minta maaf dari institusi kami atas musibah yang terjadi dan tentunya kami juga tadi bertemu dengan lingkungan, ada pengurus masjid, ada (pengurus) RW.”
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung
“Kami berkomitmen untuk membantu sepenuhnya agar keluarga tidak terbebani. Pemulasaran dan pemakaman akan kami fasilitasi dengan sebaik-baiknya.”
“Kami berharap semua pihak dapat menahan diri dan mengutamakan penyelesaian dengan cara yang damai. Jakarta adalah rumah kita bersama, dan kita harus menjaganya agar tetap harmonis dan tertib.”
![Makan Bergizi Gratis-MBG [dok. unicef]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/MBG-Wilander-300x200.webp)


