Search

Bensin E10 dan Kekhawatiran Para Pecinta Motor Lawas: Antara Harapan dan Perawatan Ekstra

Minggu, 19 Oktober 2025

Motor lawas Honda (istimewa)

Rencana pemerintah menerapkan Bahan Bakar Minyak (BBM) campuran etanol 10% (E10) tengah menjadi topik hangat.

Kebijakan ini, yang bertujuan mulia untuk menekan impor minyak dan menghadirkan energi yang lebih ramah lingkungan, disambut baik sebagai langkah maju menuju kemandirian energi nasional.

Namun, di balik manfaat besar tersebut, muncul suara kekhawatiran yang humanis dari komunitas pecinta otomotif, khususnya bagi pemilik motor lawas yang masih setia dengan tunggangan klasiknya.

Mereka bertanya-tanya, apakah motor kesayangan mereka akan mampu beradaptasi dengan kandungan etanol yang dikhawatirkan dapat mempercepat kerusakan komponen.

Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Motor-motor lawas, seperti Honda Astrea Grand atau Yamaha Mio generasi pertama, dirancang pada era di mana BBM belum mengandung etanol.

Yoga Ningrat, pemilik bengkel spesialis performa skutik Yoga Motoshop, menegaskan bahwa pemilik motor lama harus siap menghadapi konsekuensi ini.

Ring Piston dan Tangki Bensin: Komponen yang Paling Rentan

Yoga menggarisbawahi bahwa ada beberapa komponen vital pada motor lawas yang menjadi titik lemah saat berhadapan dengan BBM E10.

Dua yang paling rentan adalah ring piston dan liner mesin. Etanol, dengan sifatnya yang dapat bertindak sebagai pelarut, berpotensi mengurangi durabilitas komponen-komponen yang memang sudah menua tersebut.

Ia menyarankan pemilik motor harus lebih peka terhadap setiap perubahan suara pada mesin.

Pemeriksaan rutin sangat penting, terutama bagi motor yang masih mengandalkan karburator sebagai sistem pengkabutan bahan bakar.

Perawatan ini adalah wujud cinta dan komitmen pemilik motor lawas terhadap tunggangan mereka, agar peninggalan sejarah roda dua ini tetap lestari di tengah evolusi teknologi bahan bakar.

Ancaman Korosi dan Solusi Modifikasi Komponen

Selain masalah internal mesin, pemilik motor lawas juga wajib memberikan perhatian khusus pada tangki bensin. Etanol dikenal memiliki kemampuan untuk menyerap air dari udara (higroskopis).

Dalam jangka waktu lama, kandungan air ini bisa mengendap di dasar tangki, memicu korosi atau karat. Ini adalah ancaman yang harus dihindari, tidak hanya karena merusak tangki, tetapi juga berbahaya bagi kesehatan mesin secara keseluruhan.

Meskipun demikian, Yoga meyakinkan bahwa bukan berarti motor lawas harus pensiun. Solusi modifikasi juga bisa diterapkan.

Pemilik motor dapat mengganti beberapa komponen seperti ring seher atau bagian piston dengan versi yang lebih modern dan tahan terhadap kandungan etanol. Ini adalah adaptasi teknis yang memungkinkan motor lama tetap relevan.

Harapan Humanis terhadap Pertamina: Aditif Pelindung

Di tengah upaya adaptasi yang harus dilakukan oleh pemilik motor lawas secara mandiri, Yoga menyuarakan harapan yang bersifat humanis kepada pihak penyedia bahan bakar, Pertamina.

Ia berharap Pertamina dapat memberikan dukungan tambahan bagi komunitas ini. Yoga menyarankan agar Pertamina menyediakan aditif khusus yang dirancang untuk motor-motor lama, yang berfungsi sebagai pelindung tambahan terhadap potensi efek korosif dan penurunan daya tahan yang disebabkan oleh etanol.

Kesimpulannya, implementasi kebijakan E10 memang membawa harapan besar untuk energi yang lebih bersih, tetapi juga menuntut sinergi.

Dengan perawatan dan modifikasi yang tepat dari pemilik, serta dukungan teknis dari Pertamina, motor-motor klasik ini diharapkan dapat terus melaju di jalanan Indonesia dengan aman dan tanpa kekhawatiran kerusakan dini.

Statement:

Yoga Ningrat, pemilik bengkel Yoga Motoshop

“Kalau untuk pengguna motor lawas, yang paling penting itu di perawatan rutin atau servis berkala. Karena biasanya, umur pakai komponen (durability) akan lebih cepat turun.”

“Kalau mesin mulai bersuara kasar atau berasap, berarti sudah harus dicek. Itu tandanya umur pakainya lebih cepat habis.”

“Makanya harus rajin kuras tangki bensin, karena kalau kandungan airnya banyak, bisa menyebabkan korosi. Buat mesin juga efeknya berbahaya.”

“Kalau mau lebih aman lagi, saya rasa pihak Pertamina bisa menyediakan aditif khusus untuk motor lama, agar etanol 10% itu tidak merusak mesin lawas. Itu sebenarnya bisa dilakukan.”

“Saya sangat berharap Pertamina mendengar ini. Menyediakan aditif khusus itu bukan hanya bisnis, itu adalah tanggung jawab sosial untuk menjaga warisan otomotif nasional yang ingin beradaptasi dengan kebijakan energi bersih.”

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan