Berikut Daftar Negara Pengguna Utama Energi Baru dan Terbarukan

Senin, 11 Agustus 2025

Pembangkit listrik tenaga angin.

Data terbaru dari Badan Energi Terbarukan Internasional (IRENA) menunjukkan bahwa bauran energi terbarukan dalam produksi listrik global telah mencapai 29,9% gigawatt jam (GWh) pada tahun 2023.

Angka ini menandakan adanya peningkatan dari tahun sebelumnya dan menunjukkan bahwa transisi menuju 100% energi terbarukan bukanlah hal yang mustahil.

Bahkan, sejumlah negara di berbagai belahan dunia sudah berhasil melampaui bauran energi terbarukan di atas 90% GWh.

Tren Positif di Beberapa Negara

Di wilayah Afrika, dari 56 negara yang didata, sembilan di antaranya telah mencapai bauran energi terbarukan di atas 90%.

Ethiopia dan Republik Demokratik Kongo memimpin dengan angka yang mendekati sempurna, yaitu 100% dan 99,9%.

Sementara itu, di Asia, tiga negara memiliki prestasi yang serupa. Bhutan dan Nepal berhasil mencapai 100% bauran energi terbarukan, diikuti oleh Tajikistan dengan 94,2%.

Tren positif juga terlihat di Eropa dan Amerika. Empat negara Eropa, yaitu Albania, Islandia, Andorra, dan Norwegia, memiliki bauran energi terbarukan di atas 90%, bahkan Albania dan Islandia mencapai 100%.

Di Amerika Tengah dan Karibia, Kosta Rika menjadi satu-satunya negara yang menonjol dengan 95%. Sementara di Amerika Selatan, Paraguay memimpin dengan 100%, disusul oleh Uruguay (91,5%) dan Brasil (89%).

Negara yang Tertinggal Jauh

Namun, ada juga wilayah yang masih tertinggal jauh. Di Timur Tengah, bauran energi terbarukan Palestina yang mencapai 34% menjadi yang tertinggi di wilayah tersebut, sementara negara-negara lain seperti Arab Saudi dan Iran masih di bawah 10%.

Kondisi serupa terjadi di Amerika Utara, di mana Amerika Serikat hanya mencapai 21,6%, dan Oseania, dengan pengecualian Tokelau (94,2%) dan Selandia Baru (87,6%).

Laporan IRENA ini menegaskan bahwa penggunaan energi terbarukan tidak hanya berpotensi besar dalam mengurangi emisi gas rumah kaca untuk mengatasi perubahan iklim, tetapi juga membuka peluang bisnis dan meningkatkan ketahanan energi.

Oleh karena itu, peralihan ini harus menjadi prioritas bagi seluruh negara, termasuk Indonesia, untuk menciptakan masa depan yang lebih efisien, hemat biaya, dan berkelanjutan.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam Terakhir

Sepekan Terakhir