Penyanyi sekaligus penulis lagu Bernadya kembali menyapa pendengar musik Indonesia lewat single terbaru berjudul “Lebih Beruntung Sedikit”.
Kali ini, ia tidak berjalan sendirian. Bernadya menggandeng Pamungkas dan Eross Candra yang terlibat sebagai penulis lagu, komposer, sekaligus produser musik.
Kolaborasi ini menjadi salah satu momen menarik dalam perjalanan karier Bernadya, terutama karena mempertemukan karakter musikal dari tiga musisi dengan latar belakang dan pengalaman berbeda.
Bagi Bernadya, keterlibatan Eross Candra bukan sekadar kolaborasi profesional. Gitaris Sheila on 7 tersebut bersama grup musiknya telah menjadi idola Bernadya sejak era 2000-an.
Kesempatan bekerja sama dengan sosok yang selama ini menginspirasinya tentu menjadi pengalaman yang personal sekaligus berharga. Ia mengaku bersyukur karena impian yang sebelumnya hanya menjadi angan-angan kini bisa diwujudkan melalui sebuah karya musik.
Bukan Sekadar Kolaborasi, tetapi Pertemuan Pengaruh Musikal
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa proses kreatif di balik “Lebih Beruntung Sedikit” memiliki arti lebih dari sekadar merilis lagu baru.
Bekerja bersama musisi yang dikagumi dapat membuka ruang untuk belajar, bertukar gagasan, dan menemukan pendekatan musikal yang berbeda.
Bagi penyanyi muda seperti Bernadya, pengalaman ini juga berpotensi memperkaya perjalanan artistiknya tanpa harus kehilangan identitas yang selama ini melekat pada karya-karyanya.
Eross Candra Menjajal Pengalaman Baru
Hal menarik lainnya, “Lebih Beruntung Sedikit” menandai pengalaman pertama Eross Candra dalam memproduseri lagu untuk Bernadya sebagai solois.
Keterlibatan Eross bersama Pamungkas dalam proses penulisan, komposisi, dan produksi musik membuat single ini menjadi ruang pertemuan gagasan kreatif dari ketiganya.
Namun, kolaborasi lintas generasi tidak otomatis menjamin sebuah lagu akan diterima semua pendengar.
Hasil akhirnya tetap bergantung pada kekuatan komposisi, penghayatan vokal, aransemen, serta kemampuan lagu membangun hubungan emosional dengan audiens.
Di tengah industri musik yang semakin kompetitif, kolaborasi seperti ini juga menunjukkan pentingnya proses kreatif yang tidak hanya mengejar tren.
Nama besar dan basis penggemar memang bisa membantu menarik perhatian sejak awal, tetapi daya tahan sebuah lagu ditentukan oleh kualitas karya itu sendiri.
Karena itu, “Lebih Beruntung Sedikit” menarik untuk dinilai bukan hanya dari siapa saja yang terlibat, melainkan juga dari bagaimana ketiga musisi tersebut menyatukan karakter mereka menjadi sebuah karya yang utuh.
Pendengar Perlu Menilai Karya, Bukan Hanya Nama Besar
Kehadiran single ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perkembangan musik Indonesia membutuhkan ruang kolaborasi yang sehat antara musisi lintas generasi.
Musisi senior dapat membagikan pengalaman dan perspektif kreatif, sementara musisi muda membawa sudut pandang serta pendekatan yang relevan dengan pendengar masa kini.
Bagi penikmat musik, sikap yang bijak adalah menikmati karya secara terbuka, menyimak pesan dan kualitas musikalnya, serta memberikan apresiasi berdasarkan pengalaman mendengarkan, bukan semata-mata karena popularitas para kolaboratornya.
Ke depan, “Lebih Beruntung Sedikit” berpotensi menjadi salah satu penanda penting dalam perjalanan musikal Bernadya, terutama karena mempertemukannya dengan dua sosok yang memiliki pengalaman berbeda di industri musik.
Meski demikian, respons pendengar dan perjalanan lagu ini tetap perlu dilihat dari penerimaan publik serta konsistensi karya Bernadya berikutnya.
Satu hal yang jelas, kolaborasi ini memperlihatkan bagaimana sebuah impian personal dapat berkembang menjadi karya bersama yang membuka peluang eksplorasi baru bagi para musisi yang terlibat.
Statement:
Bernadya
“Kesempatan bisa bekerja sama dengan Mas Eross dan Pamungkas adalah salah satu impian yang akhirnya terwujud. Prosesnya sangat berkesan bagi saya,” ungkap Bernadya.
3 Poin Penting:
-
Single terbaru Bernadya: “Lebih Beruntung Sedikit” menghadirkan kolaborasi dengan Pamungkas dan Eross Candra dalam penulisan, komposisi, serta produksi musik.
-
Impian yang terwujud: Bernadya mengaku bersyukur dapat bekerja sama dengan Eross Candra, sosok yang telah menginspirasinya sejak era 2000-an.
-
Kolaborasi lintas generasi: Lagu ini menjadi pengalaman pertama Eross Candra memproduseri karya Bernadya sebagai solois sekaligus mempertemukan karakter musikal ketiga musisi.



