Dunia politik dan olahraga internasional mendadak dihebohkan oleh manuver mengejutkan dari Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.
Orang nomor satu di Negeri Paman Sam tersebut dilaporkan menginginkan Presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), Gianni Infantino, untuk menduduki posisi sebagai Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berikutnya.
Usulan tak terduga ini langsung menjadi perbincangan hangat di berbagai belahan dunia.
Keinginan krusial Trump ini mencuat ke publik melalui laporan media AS New York Post pada Rabu (22/7/2026) dengan mengutip keterangan dari sumber terdekat sang Presiden.
Trump menilai bahwa sosok kepemimpinan Infantino di dunia sepak bola internasional terbukti mampu membawa dampak positif yang besar.
Sosok pria Swiss berusia 56 tahun tersebut dinilai memiliki kharisma kuat untuk merangkul berbagai pihak dari beragam latar belakang.
Alasan Trump dan Kedekatan Istimewa dengan Pimpinan Tertinggi FIFA
Di mata Donald Trump, Gianni Infantino bukan sekadar figur pengurus organisasi olahraga biasa, melainkan sosok pemimpin yang sangat dihormati oleh banyak negara di seluruh dunia.
Trump meyakini betul bahwa keahlian diplomasi olahraga yang dimiliki Infantino merupakan modal berharga yang sangat dibutuhkan untuk memimpin badan dunia sekelas PBB.
Hubungan erat antara kedua tokoh berpengaruh ini memang makin terjalin manis selama momentum pergelaran Piala Dunia tahun ini. Infantino, yang menjabat sebagai Presiden FIFA sejak 2016, diketahui beberapa kali melakukan pendekatan diplomasinya kepada Trump.
Salah satu momen ikoniknya adalah ketika Infantino menganugerahkan penghargaan perdamaian FIFA Peace Prize edisi pertama secara khusus kepada Trump pada Desember tahun lalu.
Skenario Suksesi Sekjen PBB dan Tantangan Mekanisme Pemilihan Internasional
Laporan mengejutkan ini muncul tepat menjelang berimbitnya masa jabatan Sekretaris Jenderal PBB saat ini, Antonio Guterres, yang dijadwalkan bakal resmi berakhir pada Desember 2026 mendatang setelah menyelesaikan kepemimpinan dua periode.
Sekjen PBB baru nantinya akan memegang tongkat kepemimpinan selama masa jabatan lima tahun terhitung mulai 1 Januari 2027.
Namun, jalan bagi Infantino menuju kursi pimpinan tertinggi di Markas Besar PBB dipastikan tidak akan mudah. Sesuai dengan Pasal 97 Piagam PBB, proses pengangkatan Sekjen dilakukan oleh Majelis Umum atas rekomendasi resmi dari Dewan Keamanan PBB.
Infantino wajib mengantongi dukungan penuh dari 15 negara anggota Dewan Keamanan tanpa ada satu pun veto dari lima anggota tetap, sebelum akhirnya dibawa ke pemungutan suara Majelis Umum PBB.
Kritik Trump Terhadap PBB dan Dinamika Politik Luar Negeri Amerika Serikat
Dukungan Trump terhadap sosok luar seperti Infantino tidak terlepas dari kekecewaannya terhadap kinerja PBB selama ini.
Donald Trump berulang kali melontarkan kritik pedas terkait kegagalan PBB dalam menghentikan serta menyelesaikan berbagai konflik geopolitik utama di tingkat global.
Trump bahkan sempat membentuk Dewan Perdamaian (Board of Peace) pimpinan AS sebagai alternatif solusi perdamaian kawasan.
Sejak kembali menduduki Gedung Putih, Trump telah mengambil sederet kebijakan luar negeri yang terbilang ekstrem, mulai dari memangkas secara drastis kontribusi anggaran pendanaan AS untuk PBB hingga menarik mundur posisi Washington dari beberapa badan otonom PBB, seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Langkah merekomendasikan bos FIFA ini menjadi babak baru yang kian menegaskan arah diplomasi unik ala Donald Trump.
Statement:
Sumber Internal Lingkaran Dekat Presiden AS Donald Trump
“Presiden Trump menganggap Infantino dihormati oleh semua orang di seluruh dunia. Beliau mengakui bahwa Infantino memiliki kemampuan istimewa untuk menyatukan orang-orang.”
3 Poin Penting:
-
Usulan Kejutan Donald Trump: Presiden AS Donald Trump menginginkan Presiden FIFA Gianni Infantino untuk menjadi Sekretaris Jenderal PBB berikutnya menggantikan Antonio Guterres.
-
Alasan Penunjukan Infantino: Trump menilai Infantino memiliki kualifikasi unik serta “kemampuan istimewa untuk menyatukan orang-orang” yang teruji selama memimpin federasi sepak bola dunia.
-
Prosedur Ketat Pemilihan Sekjen PBB: Untuk dapat terpilih per 1 Januari 2027, Infantino harus mengantongi rekomendasi Dewan Keamanan PBB tanpa terkena veto lima anggota tetap dan disetujui Majelis Umum PBB.


![donald trump[dok.Brian Snyder/REUTERS]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/70708784_604-300x169.jpg)
